LOGO COSMOPOLITAN INDONESIA
Cosmo Buff | Cosmo Gyno | Health Check | Life Advice |
Fri, June 1, 2012

Mitos-mitos Seputar Cover Letter

Ladies, saat mencari pekerjaan, cover letter atau surat lamaran Anda membentuk kesan pertama sebagai seorang calon pegawai. As a fun and fearless female, penting bagi Anda untuk menarik perhatian positif lewat surat lamaran, sekaligus menghindari kesalahan-kesalahan yang umum terjadi. Berdasarkan saran konsultan karier Joyce Lain Kennedy, Cosmo beritahu Anda salah satu caranya: jangan percaya mitos-mitos di bawah ini!

Mitos #1: Résumé bisa dikirimkan tanpa cover letter

Résumé, atau yang juga disebut Curriculum Vitae (CV), saja tidak cukup untuk “menjual” diri Anda saat tengah mencari kerja. Pastikan surat lamaran tak ketinggalan dikirimkan, jika Anda tak mau lamaran Anda disisihkan.

Mitos #2: Cover letter hanya berguna untuk memperkenalkan atau meringkas résumé

Cover letter adalah medium untuk menjelaskan bagaimana perusahaan dapat diuntungkan dengan kelebihan-kelebihan yang Anda miliki. Tak perlu mengulang isi résumé Anda di cover letter. That's redundancy at its worst, dear!

Mitos #3: Satu paragraf cukup untuk sebuah cover letter

Panjang cover letter tergantung pada banyaknya konten yang harus Anda tulis. Adapun prinsip KISS (Keep It Short and Simple) bisa digunakan, dengan rumus berikut: Jika cover letter dilampirkan untuk melengkapi résumé, panjangnya cukup satu halaman, dengan 1-6 paragraf; sementara jika dilampirkan untuk menggantikan résumé, panjang maksimal cover letter adalah 2-3 halaman.

Mitos #4: Cover letter terbaik adalah yang ditulis tangan—it's more personal!

Ketik cover letter Anda di komputer, kecuali Anda secara spesifik memang diminta untuk menulisnya dengan tangan. Tulisan tangan yang dibutuhkan dalam cover letter hanyalah tanda tangan Anda, ditulis dengan tinta hitam atau biru.

Mitos #5: Masukkan catatan gaji dalam cover letter

Simpan diskusi tentang gaji untuk sesi wawancara! Anda bisa langsung tersisih dalam seleksi administrasi jika catatan gaji Anda dinilai terlalu tinggi, terlalu rendah, atau bahkan terlalu statis. Jika informasi seputar gaji diminta dalam iklan lamaran pekerjaan incaran, tulis saja bahwa gaji Anda dapat dinegosiasikan, dan Anda akan dengan senang hati mendiskusikannya saat wawancara. (Puji Maharani/SL/Image: iStockphoto/Thinkstock)

 

RELATED ARTICLE
Lebih Tahu Mengenai Vulvodynia
Kurangi 5 Kalimat Berikut Agar Anda Lebih Bahagia
6 Cara Sederhana yang Menyehatkan Otak