Reza Rahadian Bercerita Soal Ciuman dan Halfworlds
LOGO COSMOPOLITAN INDONESIA
Tue, January 17, 2017

Reza Rahadian Bercerita Soal Ciuman dan Halfworlds

Reza Rahadian Bercerita Soal Ciuman dan Halfworlds

Aktor ternama Reza Rahadian berbagi ceritanya soal adegan ciuman di atas panggung, bermain dalam film horor bersama aktor Thailand, hingga keputusannya untuk tidak menggunakan media sosial.

Penasaran? Simak wawancara eksklusif Cosmo dengan Reza berikut ini.

Apa yang biasa membuat Anda menerima tawaran untuk bermain dalam sebuah film?

Karakter, instead of the story. Bagi saya, cerita justru menjadi nomor dua. Saya biasanya akan mencari tahu: peran apa yang akan saya mainkan, siapa dia, seperti apa tokohnya, apa yang menarik dari karakter ini, sudah pernah atau belum saya mainkan peran seperti ini sebelumnya? Jika saya pernah memainkan karakter yang mirip, semenarik apapun ceritanya, terkadang hal itu bisa membuat saya berpikir ulang untuk tidak mengambil tawaran tersebut.

Apakah Anda termasuk orang yang kritis terhadap performa Anda sendiri?

Oh, tentu. I'm very critical. Bahkan terkadang saya bisa menjadi a bit too hard to myself. Sebagai seorang aktor, saya tahu persis apa pekerjaan saya dan apa yang saya lakukan saat berakting. Terkadang saat menonton diri sendiri, saya berpikir: “Aduh, adegan ini salah, harusnya bisa seperti ini”.

Anda pernah berciuman di atas panggung saat beradu akting dengan Chelsea Islan dalam Bunga Penutup Abad, apa rasanya?

Hahaha. Hmm, bermain di atas panggung jelas berbeda dengan bermain dalam film. Saat berakting untuk film, hanya kru yang melihat adegan tersebut secara real. Tapi, saat di atas panggung, it’s live, with audiences! It’s challenging, the vibe was so different. Anda bahkan bisa merinding di atas panggung. Ketika adegan ciuman itu, reaksinya datang secara langsung dari sisi penonton, ada yang berteriak, ada yang terkejut, dan sulitnya, kami (Saya dan Chelsea Islan) tetap harus fokus dengan adegannya. Di sisi lain, hal itu asyik sekali, bukan karena ciumannya, tapi karena panggung memiliki “magis”nya sendiri.

Merasa canggung saat berciuman?

Canggung tidak, tapi deg-degan iya. Saya terus berpikir: berapa lama adegan ini akan berjalan, dan apakah lawan main saya sudah siap? Sejujurnya, adegan ini diputuskan di last minute oleh sutradara, jadi bisa dibilang adegan tersebut menjadi elemen kejutan baik bagi saya maupun lawan main saya.

Belakangan banyak muncul aktor-aktor baru dengan usia muda. Merasa takut tersaingi?

Tersaingi? Tidak, karena justru mereka yang makin memacu saya untuk lebih kreatif. Aktor-aktor baru memang akan selalu muncul, namun semuanya akan kembali lagi pada segi kualitas. Bagi dunia peran, kualitas adalah segalanya, tidak hanya tampang. I mean, you are good looking and that’s good, but tomorrow someone with better look will replace you. Jadi rupa saja tidak cukup. Saya justru merasa senang jika bertemu dengan aktor muda yang memiliki talenta, tak peduli penampilannya seperti apa, karena Indonesia sangat membutuhkan regenerasi aktor. Sudah saatnya kita memiliki aktor-aktor baru yang mumpuni secara kualitas, supaya bisa mengisi yang saat ini dibutuhkan oleh industri.

 

 

Tony is always raring for a fight. #Halfworlds An HBO Asia Original Production #HBO #HBOAsia #RezaRahadian

A photo posted by HALFWORLDS (@halfworldshbo) on

 

Lama tak muncul di layar kaca televisi, kini Anda kembali dengan bermain di serial Halfworlds, bahkan Anda lanjut di musim keduanya. Apa yang membuat Anda tertarik dengan serial ini?

Pertanyaan menarik. Ya, sudah cukup lama saya tidak bermain untuk serial TV. Jadi ketika ditawarkan untuk bermain di HBO Asia, saya langsung mencari tahu karakter seperti apa yang akan saya bawakan. Ternyata, karakternya cukup menarik, belum pernah saya mainkan sebelumnya dan melibatkan beberapa adegan laga. Nuansa Halfworlds pun berbeda dengan film-film yang pernah saya mainkan sebelumnya, dengan campuran antara misteri, fantasi, horor dan laga. Bisa dibilang, ini adalah pengalaman baru bagi saya.

Jika tidak salah, untuk musim kedua Halfworlds proses syutingnya berlangsung di Thailand. Bagaimana rasanya bekerja sama dengan tim baru dari negara tetangga?

Ya betul, untuk musim keduanya ini, ceritanya akan berpusat di Thailand, berbeda dengan musim pertama yang ceritanya berpusat di Indonesia dengan mayoritas pemainnya adalah aktor Indonesia. Di musim keduanya ini, kurang lebih 80% pemainnya adalah aktor Thailand, dan tim produksinya kini dipegang oleh tim Thailand. Sejujurnya, proses produksinya menyenangkan, dan sutradaranya, Ekachai Uekrongtham, adalah salah satu director favorit saya. Ia pernah menyutradarai film Beautiful Boxer yang menerima berbagai penghargaan dunia, dan saya cukup bangga bisa bermain dalam satu tim bersamanya. Aktor-aktor Thailand pun sangat antusias untuk berkolaborasi dengan kami.

Apa kejutan yang disiapkan untuk musim kedua ini?

Kejutan utamanya harus Anda saksikan saat serialnya muncul pada 22 Januari jam 8 malam nanti di HBO Asia. Tapi yang pasti, dari segi production design, semuanya akan jauh lebih baik dari seri yang pertama. Storyline-nya kini lebih digali lagi, dan karakter-karakter baru yang muncul di sini juga akan sangat berwarna dan membuat cerita menjadi semakin seru. Tempo ceritanya akan sedikit lebih cepat, dan fighting scene-nya akan jauh lebih banyak sehingga lebih “menggoda”.

Adakah hal baru yang Anda pelajari selama proses syuting tersebut?

Hmm, sejujurnya setelah bekerja dengan tim dari Thailand, saya mulai merasa bahwa secara materi, aktor-aktris Indonesia memiliki lebih banyak keunggulan di berbagai sisi. And we can compete with them. I mean, banyak film Thailand yang bisa go international, dinikmati dan diakui di berbagai ajang film karena mereka berani menunjukkan ciri khas mereka, so why don’t we? Menurut saya, aktor-aktor Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, hanya saja seringkali kesempatan tidak datang pada kita.

Banyak aktor-aktor Indonesia yang berbakat, mampu berbahasa asing dengan baik serta bekerja secara profesional. Bekerja dengan aktor Thailand membuat saya mempelajari satu hal, walaupun rata-rata aktor tersebut masih tergolong berusia muda, saya bisa melihat bahwa mereka sangat serius menggeluti karier tersebut, dan mau bekerja melampaui batas mereka agar tetap profesional. Ini adalah pelajaran kita untuk terus meningkatkan para pemain Indonesia dari segi kualitas.

Apakah Anda punya barang yang wajib dibawa saat syuting?

Speaker, atau headphone. Saya tidak pernah jauh dari musik. Apapun kegiatan yang ingin saya lakukan – terutama saat syuting, saya selalu mencari musik tertentu agar bisa masuk ke sebuah adegan. Bisa dibilang, saya harus punya mendengarkan musik yang tepat, baru bisa menjalankan aktivitasnya.

Cosmo penasaran mengapa Anda memilih untuk tidak menggunakan media sosial?

Karena saya belum menemukan daya tariknya. Mengapa saya harus punya? Without social media, saya tidak merasa pekerjaan saya akan mengalami masalah. Maksudnya, saya masih terus mendapat tawaran meski tidak punya followers dan sebagainya, dan mudah-mudahan akan selalu begitu. Secara commercial, saat ini memang terkenal sekali bahwa untuk bisa menjadi seorang brand ambassador, you need to have followers, tapi tidak dalam kasus saya. Saya tidak menemukan hal ini sebagai hambatan. Alasan lainnya, karena saya tidak menikmati proses memilih-milih foto kemudian mengunggahnya ke media sosial. Well jujur, saya bukan penggemar fotografi, so I don’t have Instagram. Begitu juga dengan Twitter untuk sekadar berkicau, saya agak malas untuk berkomentar di dunia maya jadi sepertinya lebih baik tidak punya sosial media dulu.

Anda suka membaca buku?

Suka, buku terakhir yang saya baca adalah Critical Eleven oleh Ika Natassa. It's a very good book. Saya belum pernah membaca karyanya yang lain, tapi saya suka sekali buku ini. I think it’s very recommended. Such a good writer. (Alvin Yoga / SW / Foto: Rinal Wiratama; MakeUp & Hair: Budi Valentino (0816907477); Wardrobe: Kemeja: Topman; Celana: Massimo Dutti; Coat: Zara)

 

Jangan lupa juga untuk menyaksikan video wawancara Cosmo dengan Reza Rahadian di CosmoIndonesia Youtube channel ya.

Tags : reza rahadian, halfworlds, ciuman
RELATED ARTICLE
Finally, Harry Styles Akan Merilis Materi Solo!
Finally, Harry Styles Akan Merilis Materi Solo!
Lagu Terbaru John Mayer Menceritakan Katy Perry
Lagu Terbaru John Mayer Menceritakan Katy Perry
Ini Alasan Emma Watson Jadi Wanita Panutan Cosmo
Ini Alasan Emma Watson Jadi Wanita Panutan Cosmo