IPMI Trend Show 2018 Hadir Dengan Sesuatu Yang Berbeda!
LOGO COSMOPOLITAN INDONESIA
Thu, November 9, 2017

IPMI Trend Show 2018 Hadir Dengan Sesuatu Yang Berbeda!

IPMI Trend Show 2018 Hadir Dengan Sesuatu Yang Berbeda!

Dimulai sejak tahun 1986, Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) selalu memberikan trend forecast untuk musim mendatang kepada para pecinta mode, yang disuguhkan melalui annual event IPMI Trend Show. Namun tahun ini, di kali ke-31 diselenggarakan, ada yang berbeda dihadirkan oleh IPMI. Ditengah-tengah sibuknya pekan mode di Ibukota, IPMI Trend Show 2018 hadir dengan konsep yang berbeda, yaitu fashion exhibition.

 

Jika sebelumnya trend forecast disuguhkan melalui format fashion show dalam area White Cube, kali ini area White Cube atau area kosong di The Hall Senayan City tersebut disulap menjadi instalasi mode yang menampilkan karya terbaru dari delapan desainer anggota IPMI. Desainer tersebut adalah Andreas Odang, Didi Budiardjo, Liliana Lim, Mel Ahyar, Stella Rissa, Sutanto Danuwidjaja, Tri Handoko dan anggota terbaru yaitu Norma Hauri. Dengan tema “UNITY”, IPMI Trend Show tahun ini diharapkan dapat menjadi laboratory of ideas, a place of experience and creativity & collaboration of experiments.

 

Di bagian entrance, pameran fotografi mode menyambut para tamu. Fotografi mode dari tahun 90-an hingga saat ini memberikan napak tilas mode di Indonesia, mengingatkan kembali akan trend pada saat yang lalu hingga sekarang. Kemudian koleksi dari Norma Hauri yang merupakan anggota baru ditampilkan, diberi nama “Amarna”. Sederet manekin dan satu orang model memeragakan busana muslim demi-couture miliknya, yang penuh nuansa middle east khususnya Mesir. Lalu setelahnya ada kreasi dari Liliana Lim berjudul “Jinhwa” yang berarti evolusi, ia mengangkat hanbok yaitu pakaian tradisional Korea yang dibuat menjadi lebih modern dan mudah dipakai dengan embroidery dan beads.

Lalu Tri Handoko melalui label Austere, menampilkan koleksi “Black Dandy” dalam rona monokrom yang menjadi ciri khasnya. Potongan maskulin dan klasik dipercantik dengan detail pleats, cocok untuk office-wear. Mel Ahyar First dengan tema “Placard” membawa permainan ilustrasi dan warna yang terinspirasi dari aliran ekspresionisme yang diusung para pelukis terkenal. Koleksi ini semakin terlihat memukau berkat instalasi yang playful. Selanjutnya adalah Didi Budiardjo x Lost&Found yang hadir dengan sederet pakaian bertema ballerinas dengan unsur punk. Dengan rona hitam dan putih, koleksi ini tak terlihat membosankan berkat aksen ruffles, tulle, dan pita yang sangat fun. Stella Rissa menampilkan “Nightingale” yaitu sederet gaun hitam dengan kesan seksi dan permainan siluet.

Kemudian Andreas Odang dengan “Las Felicite” atau kebahagiaan dalam bahasa Prancis, terlihat sangat pop out, colorful, playful dengan permainan warna vibran dan quirky. Sang desainer berkolaborasi dengan Shilvia B yang merupakan desainer aksesori. Koleksi ini disebut secara estetika sebagai “When the sweet Parisian lady living the fun imaginatice mind of Harajuku girl”. Terakhir yaitu Sutanto Danuwidjaja dengan koleksi “Warisan Indonesiaku” yang terinspirasi dari ragam budaya tanah air. Terlihat etnik dan penuh warna!

Overall, IPMI Trend Show 2018 berhasil memberikan pemaparan tren mendatang dengan format yang unik dan penuh kreativitas. Tak sabar menunggu IPMI Trend Show tahun depan!

 

(Nina Natasya/AP/Dok. Cosmo)

Tags : IPMI, IPMI Trend Show, desainer indonesia, fashion show, fashion exhibition, trend, tren fashion
RELATED ARTICLE
5 Gaya Tara Basro di Butik Tory Burch New York
5 Gaya Tara Basro di Butik Tory Burch New York
Indahnya Tenun Sumba Dalam Koleksi Terbaru Biyan
Indahnya Tenun Sumba Dalam Koleksi Terbaru Biyan
5 Rekomendasi Sepatu Lari Yang Awet Untuk Pelari Pemula
5 Rekomendasi Sepatu Lari Yang Awet Untuk Pelari Pemula