Arifin Putra Anggap Piala Penghargaan Sebagai Pecutan
LOGO COSMOPOLITAN INDONESIA
Thu, November 16, 2017

Arifin Putra Anggap Piala Penghargaan Sebagai Pecutan

Arifin Putra Anggap Piala Penghargaan Sebagai Pecutan

Anda tahu wajahnya, Anda kenal filmnya, Anda kagumi bakatnya. Tapi apakah Anda tahu penghargaan tertinggi bagi seorang Arifin Putra? Nope, bukan piala penghargaan. Kalau penasaran, baca saja wawancara eksklusif sang aktor bersama Cosmopolitan di bawah ini!

 

Cosmopolitan : Seberapa penting karier Anda sebagai aktor?

Arifin Putra: Saya sendiri memulai karier ini dari umur 13 tahun untuk menambah uang saku. Sebelumnya, cita-cita saya adalah jadi pemilik pabrik mobil ramah lingkungan. Dari dulu, saya passionate mengenai pelestarian alam dan teknologi. Tapi setelah masuk sekolah akting, saya baru merasakan cinta untuk bidang ini. Dari situ saya sadar, ini akan jadi karier hidup saya. Saya akan menjadi seorang aktor. Walaupun begitu, saya masih memiliki misi untuk membantu manusia dan alam bekerja sama.

 

Semua pekerjaan pasti ada tantangannya. Kalau di dunia seni peran, apa hal yang paling sulit?

Bukan sulit, tapi menarik. Mempersiapkan diri untuk sebuah peran. Kami harus melupakan diri sendiri dan masuk ke dalam dunia karakter tersebut. Manusia pada dasarnya sangat judgemental, tapi sebagai aktor, saya tidak boleh menilai dan menghakimi. Ketika mendapat peran yang kontroversial, saya harus mencari cara untuk “membenarkan” tindakan buruknya.

 

[BACA JUGA: Traveler David John Pernah Terjebak di Tengah Laut ]

 

Anda sering menerima piala dalam berbagai penghargaan. Sebenarnya, apa bentuk apresiasi paling besar yang bisa diberikan pada aktor?

Jika sebelum adegan mulai, sutradara memanggil Anda dan berkata, “Surprise me, I trust you.Wah... Itu anugerah paling besar! Sutradara merupakan orang yang perfectionist. Mereka memiliki visi yang sangat besar, jadi saya terdorong untuk melakukan yang terbaik. Ketika saya dinominasi untuk sebuah penghargaan, tentu saya sangat senang. Namun saya menganggap piala itu sebagai “pecutan” agar berikutnya, saya bisa melakukan lebih lagi. Memenangkan penghargaan bukan berarti saya sudah sempurna, jangan sampai saya puas dengan hal itu.

 

Setelah bertahun-tahun di dunia seni peran, pernah berpikir untuk berhenti?

Pada dasarnya, aktor merupakan makhluk yang sangat “haus”. Kami selalu ingin merasakan sesuatu yang baru. Saya pernah diberikan peran yang sama berulang kali sehingga saya berpikir, “Sepertinya saya butuh tantangan baru.” Untungnya, di dunia perfilman, selalu ada tawaran untuk memerankan karakter unik. Selama ada tantangan itu dan saya bisa melangkah keluar dari comfort zone, saya akan dengan senang hati menjalankan karier ini.

 

[BACA JUGA: Yoshi Sudarso Ungkapkan Cita-Cita Sebelum Jadi Aktor ]

 

Apa genre film favorit untuk dikerjakan?

Semuanya seru, sih. Agak susah memilih. Sebagai pria, saya ingin menjawab action, karena saya bisa memukul, menembak, melompat, melihat ledakan... Tapi saya selalu mencari variasi. Setelah melakukan film action, saya lakukan drama, lalu komedi. Justru melakukan film drama dan komedi rasanya seperti spa, terapi setelah bersusah payah di film action.

 

Peran sosial media penting tidak sih bagi perkembangan seorang aktor?

Sebagai aktor mungkin tidak, tapi sebagai selebriti, sangat. Public figure perlu media sosial untuk mengungkapkan pemikiran dan ide. Apalagi di zaman sekarang, di mana orang lebih sering mengangkat handphone dibanding mengangkat buku. Mau tidak mau, kami harus mengkomunikasikan pesan pada para penggemar melalui media sosial.

 

Jika dibuat film tentang kehidupan Anda, siapa yang akan memerankan tokoh Arifin Putra?

Wow... Kalau bisa memilih, saya mau Joseph Gordon-Levitt. Secara fisik? Oke. Apalagi kalau saya menonton filmnya, saya bisa berkata padanya, “Duh... sepertinya masih bisa lebih baik lagi.” Wah rasanya pasti puas sekali!

 

 

Stylist: Michael Pondaag

Asst. Stylist: Nina Natasya

Writer: Sky Drupadi / FT

Model: Tayra (Wynn).

Makeup: Adrian Suryadipa.

Hairdo: Jeffry Welly & Budiputra.

DI: Erlangga Namaskoro.

Wardrobe Foto 2: (On Him) Keseluruhan busana, tas dan sepatu, Coach 1941.

(On Her) Dress, jaket dan tas, Coach 1941; kalung, VNC; sepatu, Pedro.

Tags : Arifin Putra Anggap Piala Penghargaan Sebagai Pecutan
RELATED ARTICLE
Omo, Ini 9 Best Nine Instagram Terbaik dari Oppa Korea
Omo, Ini 9 Best Nine Instagram Terbaik dari Oppa Korea
Taylor Swift Luncurkan Aplikasi The Swift Life
Taylor Swift Luncurkan Aplikasi The Swift Life
Fakta Terbaru Pernikahan Prince Harry dan Meghan
Fakta Terbaru Pernikahan Prince Harry dan Meghan