Generasi Millennial Malas Bekerja? Baca Dulu Alasannya!
LOGO COSMOPOLITAN INDONESIA
Mon, December 5, 2016

Generasi Millennial Malas Bekerja? Baca Dulu Alasannya!

Generasi Millennial Malas Bekerja? Baca Dulu Alasannya!

Tak bisa dipungkiri, generasi millennials yang kini menduduki berbagai posisi di tempat bekerja, sedikit banyak mengubah gaya kerja di kantor. Banyak pebisnis yang kewalahan menghadapi perilaku millennials yang terkesan “malas”, padahal yang terjadi mungkin adalah sebaliknya. Berikut delapan alasan para millennials terlihat kurang giat dalam bekerja.

 

Millennials Tak Lagi Mengikuti Gaya Kerja yang Lama

Kantor Anda menerapkan seragam kantor? Ada denda bagi para karyawan yang datang terlambat? Oh, please. Hal-hal seperti itu tak lagi dianggap perlu dan justru terkesan so-last-year. Generasi millennials tak akan bertahan lama bekerja di kantor seperti ini karena mereka adalah generasi pemikir yang tidak suka dengan hal-hal yang dianggap kurang efisien.

Generasi millennials adalah generasi serba-instan yang tidak menghabiskan waktu mereka untuk hal-hal yang tidak perlu. Dibanding melihat jam kerja mereka yang singkat, ada baiknya Anda melihat tingkat produktivitas mereka. Siapa tahu Anda justru bisa mencuri satu-dua trik dari mereka untuk mempersingkat pekerjaan Anda? Who knows.

 

Millennials Tak Percaya Keseimbangan Antara Kehidupan dan Pekerjaan

Catat, pekerjaan bukanlah segalanya bagi para millennials. Mereka lebih senang menghabiskan waktu bersama teman dekat, keluarga, atau melakukan hobi – apapun yang membuat mereka merasa lebih “hidup”. They work to live, not live to work. Inilah alasannya mengapa bisnis dan pekerjaan di bidang lifestyle terkesan begitu populer dan menggiurkan dalam beberapa dekade terakhir.

Millennials rela menghabiskan lebih banyak waktu demi pekerjaan yang mereka suka, ketimbang sekadar meraup uang semata. Tak heran, banyak millennials yang berpindah-pindah pekerjaan demi mencari karier yang sesuai dengan hobi mereka. Bahkan, tak sedikit yang memilih untuk tidak bekerja demi melakukan hobi – dan justru mendapat banyak uang dari hal tersebut. Michelle Phan dan Pewdiepie merupakan contoh nyata generasi millennials yang berani melakukan hal tersebut.

 

Millennials Tidak Ingin Hanya Sekadar Bekerja

Generasi ini tak ingin bekerja hanya untuk membayar tagihan. They want a job with a purpose. Menurut survei yang dilakukan oleh Deloitte di tahun 2015, enam dari sepuluh responden mengatakan bahwa mereka lebih memilih bekerja di perusahaan yang mendukung suatu program dan bukan sekadar mengejar profit semata. Dan hanya 28% responden yang mengaku menggunakan keahlian mereka secara maksimal di kantor.

Mungkin inilah alasannya mengapa generasi ini terlihat malas di kantor. Jika Anda ingin melihat millennial bekerja lebih produktif, maka jelaskan tujuan mengapa mereka harus melakukannya, biarkan mereka berkontribusi dalam hal-hal penting, dan jangan lupa untuk mengapresiasi pekerjaan mereka – bukan hanya para atasannya.

 

Millennials Menghargai Hal yang Bersifat Non-Materi

Millennial bekerja dengan kemajuan teknologi dan internet. That's why, mereka bisa mencari tahu apa perusahaan Anda, siapa yang bekerja di sana, apa tujuan utama perusahaannya – sebelum akhirnya memutuskan apakah mereka ingin bekerja di perusahaan tersebut.

Di generasi ini, bukan perusahaan yang mencari siapa pekerjanya, namun mereka yang mencari apa perusahaan yang tepat bagi mereka. Mereka tak ingin pekerjaan yang mengharuskan mereka berada di depan meja sepanjang waktu, dengan jam kerja yang tidak efisien, dan uang bonus yang kecil. Mereka lebih memilih untuk bekerja dengan lingkungan pekerjaan yang friendly, santai, minim birokrasi, dan tentunya cool office space. Perusahaan yang seperti ini akan terlihat jauh lebih “menggiurkan” dibanding kantor yang sekadar menawarkan gaji besar.

 

Millennials Fleksibel dan Mampu Multitasking

Millennials bahkan mampu menjawab e-mail, menelpon klien dan memecahkan masalah dalam sekali waktu. Inilah alasan mengapa mereka tak suka didikte kapan harus melakukan apa di mana. Mereka bahkan tak mengerti mengapa banyak orang diharuskan untuk duduk selama delapan jam di depan meja kerja ketika mereka seharusnya bisa menyeruput kopi di kafe favorit sambil mengirim e-mail?

Dengan kata lain, mereka tak mengerti mengapa mereka harus hadir secara fisik ketika mereka bisa bekerja di tempat lain dengan hasil kerja yang sama. Generasi ini tak ingin berakhir sama dengan orang tua mereka yang menghabiskan seluruh waktunya di kantor.

 

Millennials Generasi Terpelajar

Dengan adanya internet dan Google, generasi ini bisa mempelajari banyak hal dengan cepat. Bahkan bisa jadi mereka sudah mempelajari satu dua hal yang justru baru Anda ketahui kemarin. Mereka tahu ke mana harus mencari informasi yang dibutuhkan dan seringkali menggunakan kelebihan internet untuk meningkatkan keahlian mereka.

Tak hanya itu, mereka juga ingin diikutsertakan dalam diskusi dan pengambilan keputusan. Mereka merasa bahwa setiap pendapat adalah penting dan harus didengar. Jika perusahaan mencari orang yang inovatif dan ingin terus berkembang, biarkan mereka mengeluarkan pendapatnya. Membiarkan para karyawan – bahkan yang paling junior, untuk berbagi ide tentang suatu hal dapat memberi pengaruh besar dalam perusahaan nantinya.

 

Millennials Ingin Transparansi

Millennials bukanlah generasi yang “mengangguk” ketika diminta dan melakukan apa yang diperintahkan hanya karena mereka harus melakukannya. Mereka harus mengerti apa tujuan mereka melakukan hal tersebut dan apa alasannya. Mereka tak suka dengan kalimat “Saya bosnya, saya tahu lebih baik dibanding Anda.” Well, lalu, mengapa tak Anda kerjakan saja sendiri?

 

Millennials Ingin Belajar dari Pengalaman

Kebanyakan millennials terlahir dengan ambisi yang tinggi dan tidak mudah puas dengan posisi mereka yang itu-itu saja. Mereka selalu ingin mencari pengetahuan baru dan belajar dari pengalaman. Mereka ingin selalu belajar, tak seperti generasi sebelumnya yang merasa bahwa pendidikan mereka berakhir setelah mereka lulus kuliah.

Mereka gemar mengikuti berbagai training dan kelas, dibanding mencari gelar atau sertifikat semata untuk dipajang di ruang kantor. Biarkan mereka menonton akun YouTube yang mereka sukai, undang tokoh millennial ternama ke kantor Anda, dan biarkan mereka mengikuti berbagai training dan workshop. Hey, tak ada salahnya kan? (Alvin Yoga / VP / Image: Outnow.ch)

 

Baca juga:

Ini Alasan Pasangan Millennial Jarang Bercinta

Lakukan Hal Produktif Ini Saat Bosan Di Kantor

Anda Lebih Cocok Bekerja Full-Time atau Freelance?

Tags : millennial, bekerja, work
RELATED ARTICLE
Tips Sukses Kerja Sambil Kuliah
Tips Sukses Kerja Sambil Kuliah
Bos Anda Menyebalkan? Ini Cara Menghadapinya
Bos Anda Menyebalkan? Ini Cara Menghadapinya
Tips Jika Anda Harus Bekerja Saat Hari Libur
Tips Jika Anda Harus Bekerja Saat Hari Libur