8 Wanita yang Mengubah Sejarah
LOGO COSMOPOLITAN INDONESIA
Mon, March 20, 2017

8 Wanita yang Mengubah Sejarah

8 Wanita yang Mengubah Sejarah

Perjalanan wanita dalam sejarah memang tidak selalu mulus. Para wanita harus melalui pengasingan, penindasan, dan pengucilan. Maka dari itu, tidak ada salahnya mengingat dan ikut bangga dengan perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan sesama wanita sepanjang sejarah ini. Berikut wanita-wanita hebat tersebut.

 

Jane Austen (1775-1817)

Changed: Literature

Walaupun hanya merilis 6 buku seumur hidupnya, Jane Austen meninggalkan jejak yang hebat di dunia literatur, terutama bagi wanita. Pada zamannya, penulis wanita belum mendapat dukungan, sehingga buku-bukunya dipublikasikan secara anonim. Lebih dari 50 tahun kemudian, baru diketahui identitas di balik buku-buku populer seperti Pride and Prejudice, Emma, dan Sense and Sensibility. Karyanya yang mengkritik posisi sosial wanita pada saat itu membuka jalan untuk karya kesusastraan realisme.

 

Marie Curie (1867-1934)

Changed: Science

Seorang ahli fisika dan kimia, Marie Curie merupakan wanita pertama yang memenangkan hadiah Nobel. Selain itu, wanita asal Polandia ini juga merupakan orang pertama yang memenangkan dua hadiah Nobel untuk cabang ilmiah yang berbeda. Berkat penemuannya perihal zat radioaktif, para ilmuwan bisa membuat mesin X-Ray dan melakukan pengobatan terhadap sel-sel tumor menggunakan terapi radiasi. Life changing discovery!

 

(BACA JUGA: Empat Buku yang Harus Dibaca Wanita Cosmo!)

 

Coco Chanel (1883-1971)

Changed: Fashion

Berkat Coco, wanita terlepas dari kekangan pakaian berkorset. Inovatif dan berani, socialite ini mempopulerkan desain sporty dan casual sebagai gaya yang feminim. Pada tahun 1999, namanya masuk ke dalam Time 100: The Most Important People of the Century, satu-satunya fashion designer dalam list tersebut. Kini, hampir 50 tahun setelah ia meninggal, nama dan brand-nya masih berjaya di dunia fashion dan beauty.

 

Mother Teresa (1910-1997)

Changed: Poverty

Mother Teresa merupakan seorang biarawati yang mendedikasikan hidupnya untuk orang-orang miskin. Ia membuka organisasi Missionary of Charities pada tahun 1950, yang sekarang sudah aktif di lebih dari 130 negara. Organisasi yang berjanji untuk memberikan 'free service to the poorest of the poor' tersebut melayani orang tidak mampu dan tunawisma. What an angel!

 

(BACA JUGA: 8 Video Musik Termahal Sepanjang Masa)

 

Rosa Parks (1913-2005)

Changed: Segregation

Rosa Parks dikenal karena ia menolak untuk memberikan kursi bus-nya pada orang kulit putih di tahun 1955, saat Amerika Serikat masih melakukan segregasi warna kulit. Karena tindakannya, ia ditangkap karena dianggap melanggar hukum. Ia mengajak puluhan ribu warga African-American untuk memboikot sistem bus selama 381 hari. Wanita ini menjadi simbol dari resistensi segregasi rasial di AS. 

 

Billie Jean King (1943)

Changed: Sports

Billie Jean King memenangkan salah satu pertandingan tenis terpenting dalam sejarah wanita, Battle of the Sexes. Pada tahun 1973, ia melawan Bobby Riggs, pemain tenis legendaris yang sebelumnya mengatakan bahwa permainan wanita itu 'inferior' dibandingkan pria (how dare he!) Namun pada akhirnya, Billie mengalahkan Bobby secara telak. Sejak itu, wanita ini mendirikan Women's Tennis Association dan terus berjuang untuk equal-pay antara wanita dan pria. #womenpower!

 

(BACA JUGA: Chelsea Islan Bicara Tentang Women Empowerment)

 

Oprah Winfrey (1954)

Changed: Television

Dihormati untuk kontribusinya di dunia broadcasting, Oprah merupakan wanita pertama yang memiliki talk show. Wanita ini menjadi inspirasi banyak orang karena background-nya dari orang tidak mampu serta pelecehan seksual yang dialaminya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara televisi dengan rating tertinggi dan ia pernah dinobatkan sebagai African-American terkaya di Amerika. Spotlight dan kekayaannya ia gunakan untuk membicarakan isu-isu dunia, terutama masalah wanita. Talk shows will never be the same again without you, Oprah...

 

Malala Yousafzai (1997)

Changed: Education

Sejak kecil, Malala sudah menjadi aktivis untuk memperjuangkan pendidikan bagi perempuan muda. Mengetahui hal ini, Taliban memberikan ancaman mati pada Malala, dan menembaknya di kepala saat ia berumur 15 tahun. Untungnya, wanita tangguh ini selamat dan terus melakukan kegiatan aktivisnya. Pada ulang tahunnya yang ke-18, Malala membuka sebuah sekolah untuk pengungsi Suriah. Inspirational! (Sky Drupadi / SW / Image: Doc. Instagram @chanelofficial @malalafund @oprah @billiejeanking / wikipedia.org)

Tags : women, power, history
RELATED ARTICLE
Kesuksesan dan Kemeriahan BeautyFest Asia 2017
Kesuksesan dan Kemeriahan BeautyFest Asia 2017
Lagu Terbaru Maret 2017 - Dengar di Sini!
Lagu Terbaru Maret 2017 - Dengar di Sini!
Ini Bukti Indonesia Peduli Perempuan
Ini Bukti Indonesia Peduli Perempuan