Para Pahlawan Wanita Ini Tidak Kalah Keren dari Kartini
LOGO COSMOPOLITAN INDONESIA
Fri, April 21, 2017

Para Pahlawan Wanita Ini Tidak Kalah Keren dari Kartini

Para Pahlawan Wanita Ini Tidak Kalah Keren dari Kartini

Pahlawan nasional wanita Indonesia bukan cuma Raden Ajeng Kartini saja. Tujuh pahlawan nasional yang ada di bawah ini juga tidak kalah keren dari sosok Kartini. Yuk, cari tahu tentang perjuangan mereka!

 

Cut Nyak Dien

Wanita ini boleh jadi keturunan langsung Sultan Aceh, tetapi dia jelas bukan tipikal putri kesultanan. Saat Perang Aceh meletus tahun 1873, dia turut terjun ke medan perang dan berada di garis depan untuk melawan Belanda. Semangat dan perjuangannya yang begitu hebat juga membuat seorang penulis Belanda, Ny Szekly Lulof, kagum dan memberinya gelar "Ratu Aceh".

 

Cut Nyak Meutia

Bukan tanpa alasan pahlawan wanita ini jadi wajah di pecahan uang kertas Rp1.000,- yang baru. Sama seperti Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meutia juga berasal dari Aceh dan turut serta dalam Perang Aceh. Bersama sang suami, Teuku Tjik Tunong, mereka menggempur penjajah dari tanah kelahiran mereka.

 

Malahayati

Pahlawan wanita ini juga berasal dari Aceh. Sejarah mengenangnya sebagai laksamana perang wanita pertama di dunia modern. Pada tahun 1599, dia memimpin 2.000 pasukan Inong Balee berperang melawan Belanda. Bahkan, dialah yang membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Wow!

 

Siti Manggopoh

Kelihaian pahlawan wanita ini di medan perang tidak main-main. Dia mampu menaklukan benteng sang penjajah di Manggopoh, Kabupaten Agam, Padang, seorang diri. Siti Manggopoh juga ikut dalam Perang Belasting, yang meletus karena kaum Minangkabau tidak setuju dengan kebijakan ekonomi Belanda melalui pajak uang (belasting) yang bertentangan dengan hukum adat.

 

Martha Christina Tiahahu

Usianya boleh jadi masih remaja, tetapi semangatnya mempertahankan tanah kelahiran dari penjajah begitu luar biasa. Dia baru berusia 17 tahun ketika mengikuti jejak sang ayah, Kapitan Paulus Tiahahu, untuk ikut berperang melawan Belanda. Tidak hanya ikut “angkat” senjata, pahlawan wanita asal Maluku ini juga memberi semangat kepada wanita Indonesia untuk ikut membantu pria di setiap medan pertempuran. Fearless!

 

Maria Walanda Maramis

Wanita asal Minahasa ini adalah salah satu pahlawan yang mendobrak adat dan memperjuangkan kemajuan serta emansipasi perempuan di dunia politik juga pendidikan. Selain menulis artikel opini di surat kabar Tjahaja Siang tentang pentingnya peranan ibu untuk menjaga kesehatan dan mendidik keluarga, Maria juga mendirikan organisasi Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya (PIKAT). Pada tahun 1919, Maria memperjuangkan hak memilih bagi wanita yang akan duduk di dalam badan perwakilan Minahasa Raad.

 

Dewi Sartika

Satu lagi pahlawan wanita yang turut berjasa dalam emansipasi wanita di dunia pendidikan. Mirip dengan R.A. Kartini, Dewi Sartika yang lahir di tanah Jawa Barat juga mendirikan sekolah, yaitu Sekolah Istri, yang ditujukan bagi wanita untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

 

Nyi Ageng Serang

Lahir dengan nama Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edhi, Nyi Ageng Serang jadi wanita yang ikut memperjuangkan Indonesia di medan perang. Bersama ayahnya, Pangeran Natapraja, dia melawan penjajahan Belanda. Tidak hanya itu, di usianya yang sudah memasuki 73 tahun, dia turun ke medan perang dan menjadi salah satu penasihat siasat pada Perang Diponegoro. (Hana Devarianti/VP/Image: DOK. Wikipedia, Instagram.com)

Tags : Para Pahwalan Wanita Ini Tidak Kalah Keren dari Kartini
RELATED ARTICLE
HOT! Ini 9 Lagu yang Paling Bikin Bergairah Tahun 2017
HOT! Ini 9 Lagu yang Paling Bikin Bergairah Tahun 2017
Destinasi Liburan Terbaik Tahun 2018 Berdasarkan Zodiak
Destinasi Liburan Terbaik Tahun 2018 Berdasarkan Zodiak
Penggemar Berat Star Wars WAJIB Ketahui 10 Fakta Ini!
Penggemar Berat Star Wars WAJIB Ketahui 10 Fakta Ini!