LOGO COSMOPOLITAN INDONESIA
Cosmo Buff | Cosmo Gyno | Health Check | Life Advice |
Fri, June 1, 2012

Awas, Mitos-Mitos Kebahagiaan Mengintai!

Cosmo bisa pastikan bahwa every fun and fearless female wants happiness. Tapi sebelumnya, cari tahu dulu mitos yang bisa menghambat kebahagiaan. Dr. Kate M. Wachs, penulis buku Relationship for Dummies, menguraikan empat mitos seputar kebahagiaan. Read along, and the truth may set you free for a happier life!

Mitos #1: Optimisme = Tidak Realistis

Orang-orang pesimis beranggapan bahwa mereka yang optimis adalah delusional dan tak mampu melihat hidup sebagaimana adanya. Tapi menurut pendiri Ford Motor Company, Henry Ford, “Whether you think you can or think you cannot, you are right.” Bagaimana Anda memikirkan suatu situasi menentukan bagaimana Anda merasa, dan itu menentukan apakah bertindak lebih optimis menjadi lebih mudah atau justru lebih sulit. Ingat juga, cara seseorang bertindak sangat memengaruhi bagaimana orang lain meresponnya.

Mitos #2: Orang Lain Lebih Bahagia Daripada Anda

Anda mungkin banyak memerhatikan orang lain – terlalu banyak, malahan – dan menganggap hal-hal yang mereka miliki itu ideal. Anda lantas membandingkannya dengan apa yang terjadi dalam hidup Anda sendiri, dan merasa tidak bahagia setelahnya. Lighten up, dear! Orang-orang yang memiliki great blessings dalam hidupnya, seringkali harus mengadapi great tragedies pula.

Mitos #3: Orang Lain dan Benda Membuat Anda Bahagia

Kalimat-kalimat seperti “Anda sudah membuat saya marah!” atau “Karena kamu, saya bahagia sekali hari ini!” menunjukkan bahwa hal-hal yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda berada di luar diri sendiri. Well, ini kabar baiknya: tidak ada orang atau benda apapun yang bisa membuat seseorang menjadi bahagia. Penyebab kebahagiaan adalah apa yang Anda pikirkan tentang orang atau benda tersebut. Saat Anda berhenti berharap keadaan dalam hidup Anda berubah, Anda dapat membuat diri sendiri bahagia, setiap hari, apapun yang terjadi.

Mitos #4: Anda Tidak Bisa Bahagia Jika Sendirian

Banyak orang yang percaya bahwa mereka hanya bisa bahagia jika bersama seseorang. Oops! Tidak selamanya pasangan akan ada di samping Anda, dear. Percaya akan mitos ini juga akan membuat Anda cenderung menyalahkan pasangan saat merasa tidak bahagia. Ingatlah bahwa happiness is a state of mind, bukan merupakan reaksi terhadap orang, benda, atau peristiwa tertentu. Mampu menerima kenyataan hidup dan bertindak dengan sesuai menjadikan Anda seorang fun fearless female sejati. (Puji Maharani/FT/Image: iStockphoto/Thinkstock)

 

RELATED ARTICLE
Makanan Sehat yang Bisa Jadi Musuh Tubuh Anda
Let’s Do Arnis Eskrima!
Yuk, Lakukan Kebiasaan Sehat Ini di Pagi Hari!