Kehebatan Sayuran Untuk Kesehatan Tubuh & Kulit

Oleh Chef Brian Wicaksono at 21 Apr 2017, 11:15:11   posting: 8, dilihat: 2.817


Sayur-sayuran bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit selain buah-buahan. Sayur-sayuran sangat kaya dengan berbagai zat gizi, terutama sayuran berserat tinggi.


Kandungan zat gizi alami dalam sayuran sangat banyak, diantaranya vitamin A dan Vitamin C. Unsur mineral yang terkandung pada sayuran juga sangat banyak, seperti: kalsium, magnesium, zat besi, seng, fosfor, dan sebagainya. Selain itu didalam sayuran juga terdapat serat, enzim, pigmen, atau zat pewarna alami seperti: karotena, klorofil dan flavonoid.


Sayuran berwarna hijau dan sayuran berwarna oranye mengandung karotena yang berfungsi sebagai antioksian. Sedangkan flavonoid berperan sebagai antialergi, antiperadagangan, antikarsinogen dan antivirus. Kloforil juga berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker, sebagaimana pigmen lainnya.


Diantara banyaknya sayuran yang ada di bumi kita Indonesia ini, berikut sayuran yang memberi manfaat paling banyak untuk kulit Anda diantaranya:


Bayam


mengandung vitamin A, B2, B3, B5, B6, C, E, K, beta-karoten, biotin, folat, kalsium, kromium, lodium, zat besi, magnesium, mangaan, fosfor, kalium, seleniun, natrium, seng, dan serat.Manfaat Bayam yang mungkin belum anda ketahui, diantaranya terdapat 13 jenis senyawa flavonoid pada bayam dapat menurunkan risiko penyakit penyakit, stroke, dan beberapa jenis kanker, seperti kanker paru-paru, payudara, dan kaker serviks. Kandungan gizi pada bayam juga membuat sayuran ini berkhasiat untuk menyehatkan kulit dan menurunkan risiko kanker.


 
Wortel


Wortel mengandung vitamin B1, B3, B5, C, E, K, beta-karoten, biotin, folat, kalsium, iodium, zat besi, magnesium, mangaan, fosfor, kalium, selenium, seng, dan serat.Wortel berkhasiat untuk kesehatan mata juga menjaga kesehatan mata. Wortel merupakan sumber beta-karoten terbaik, salah satu senyawa karotenoid yang dikonversikan menjadi vitamin A dalam tubuh yang berfungsi untuk memperkuat sel dalam melawan serangan virus, menumpas sel kanker, mencegah terjdinya penyakit jantung, menjaga kesehatan kulit, dan mempertajam penglihatan. Beta Karoten juga mempunyai efek penyembuhan kulit terhadap kulit, seperti eksim, infeksi kulit, dan jerawat.Manfaat wortel bagi kulit diperoleh dari kandungan K pada sayuran ini, penting untuk pembentukan darah akibat luka dan penyembuhan luka.


 
Brokoli


Kandungan gizi yang terdapat pada brokoli antara lain vitamin B1, B3, B5, C, E, K, beta-karoten, biotin, folat, kalsium, iodium, zat besi, magnesium, mangaan, fosfor, kalium, seng, dan serat.Vitamin A pada brokoli mengandung antioksidan yang lebih baik dibandingkan antioksidan yang dimiliki oleh vitamin C. Manfaat brokoli lainnya untuk peremajaan kulit karena kandungan vitamin A yang dapat membantu menghambat dan memperlambat penuaan pada kulit.



Selada Air


Kandungan gizi pada selada air antara lain vitamin B1, B3, B5, B6, C, E, K, beta-karoten, biotin, folat, kalsium, iodium, zat besi, magnesium, mangaan, fosfor, kalium, dan seng.Selada air mengandung kalsium lebih banyak daripada susu, zat besi lebih banyak daripada bayam, dan vitamin C sebanyak jeruk. Keunggulan-keunggulan ini membuat selada air menjadi makanan terbaik untuk kesehatan tulang, darah, dan sistem kekebalan tubuh.Manfaat selada air lainnya mengandung glukosinolat, yaitu senyawa kimia yang dapat memperkuat aktivitas enzim pencegahan kanker.



Kandungan vitamin B6 pada selada air memabntu meningkatkan aksi fagosit, yaitu sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan dengan cara menelan patogen. Peran fagosit sangat vital untuk melawan infeksi, bakteri, partikel asing yang mungkin masuk ke dalam tubuh, dan sel yang mati. Kandungan nutrisi pada selada air juga membuat sayuran ini bermanfaat untuk menghaluskan kulit dan membersihkan racun dari dalam tubuh.



Sawi Hijau


Kandungan gizi pada sawi hijau antara lain Vitamin A, B2, B6, dan C, kalium, fosfor, tembaga, magnesium, zat besi, dan protein. Berbagai kandungan atau manfaat sawi hijau antara lain mencegah kanker, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung; membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan; mencegah mengobati penyakit pelagra; dan menghindarkan ibu hamil dari anemia.



Sawi mengandung serat yang tinggi, yang membantu mengontrol kadar kolesterol, membantu mengatasi wasir, sembelit, dan penyakit kanker usus besar. Sawi hijau juga kaya antioksidan. Beberapa ahli menyatakan bahwa kandungan vitamin C pada sawi hijau kadarnya hampir sama dengan jeruk sehingga sangat bagus untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit. Kandungan vitamin A pada sawi hijau juga banyak, yang merupakan zat gizi penting untuk menjaga kulit dan penglihatan.



Kelima sayuran yang disebutkan diatas merupakan sayuran yang masih banyak kita jumpai, disamping harganya yang tidak terlalu mahal.Jadi mulailah beralih memanfaatkan sayuran untuk kesehatan tubuh dan kulit.


Cara mengolah sayuran agar Nutrisinya tidak banyak yang hilang


Memanggang


Kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Saat memanggang, sayuran harus disertai kandungan air tinggi agar tidak mengering. Sayuran dari akar-akaran adalah yang jenis terbaik untuk dipanggang, seperti kentang, bawang, atau tomat. Memanggang sayuran di atas api atau menggunakan oven mungkin jarang dilakukan dibandingkan dengan cara merebus dan tumis. Tapi sayuran yang dipanggang akan memberikan cita rasa tersendiri, disamping rasa lezat, sayur kandungan vitamin atau nutrisi pada sayuran tidak larut


Ada banyak cara lain yang bisa dilakukan memasak atau mengelola sayuran agar terlihat segar terutama kandungan nutrisi dan vitamin yang ada didalamnya tidak hilang, sehingga bisa bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Beberapa jenis sayuran banyak yang memiliki kandungan penting bagi kesehatan seperti sayuran dengan warna hijau kaya akan karotenoid yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga.


Mengukus


Mengolah sayuran dengan mengukus mungkin adalah cara terbaik untuk memasak seluruh tipe sayuran. Cara ini dapat mempertahankan gizi dan mematangkan sayur dalam waktu singkat. Mengukus sayuran biasanya jarang dilakukan, terlebih jika menginginkan sayuran itu berkuah sehingga kebanyakan langsung direbus berikut bumbu karena dianggap lebih praktis dan tidak perlu repot.


Padahal sayuran yang langsung direbus apalagi jika api tidak diatur biasanya membuat sayur terlalu matang dan berubah warna sehingga nutrisi larut dalam air rebusan. Sebaiknya jika menginginkan sayur berkuah gunakan api kecil atau masukkan sayur yang telah dikukus, pada air mendidih yang sebelumnya sudah dimasukan bumbu dan cukup sebentar saja.


Menumis


Ini salah satu cara cepat memasak sayur di atas penggorengan pipih dengan sedikit minyak sayur. Di atas wajan melengkung pun sah. Tapi ingatlah, ketika memasak sayur dengan minyak, vitamin larut dalam lemak mungkin berakhir bersama minyak. Ada baiknya jangan anda buang minyak tersebut. Menumis sayuran termasuk salah satu resep membuat sayur paling sering dilakukan selain merebus. Agar vitamin yang terkandung didalamnya tidak hilang pastikan untuk mengatur api kecil lalu menutup wajan dengan rapat untuk memastikan panas menyerap merata sambil sesekali diaduk agar bumbu tetap meresap sehingga sayur bisa matang tanpa harus kehilangan nutrisi yang ada didalamnya.


Memasak Tanpa Air


Metode ini baik untuk sayur-sayuran berdaun hijau dengan mengandalkan air yang menempel pada daun setelah sayuran dicuci. Cara ini biasanya membutuhkan tiga hingga lima menit.


Merebus


Merebus sayur adalah cara yang paling tidak dianjurkan karena resiko nutrisi hilang sangat besar. Jika anda harus menggunakan cara ini, tambahkan sayur hanya setelah air mulai mendidih dan masaklah sesingkat mungkin. Memasak sayuran dengan merebus adalah dengan membiarkan air mendidih selama kurang lebih dua menit hingga oksigen berkurang. Oksigen dalam airlah yang menyebabkan, vitamin C dalam sayur menguap. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C, 10 hingga 12 kali lipat.


Namun demikian meskipun sayuran memiliki banyak vitamin, jika salah dalam memasak atau mengolahnya salah dapat menghilangkan nutrisi atau vitamin yang ada didalamnya. Karena itu, ada baiiknya jika memasak sayur mengikuti cara memasak sayuran berikut ini untuk mempertahankan kandungan vitamin yang ada pada sayur.


Cara memasak sayuran pun disesuaikan dengan jenisnya, karena perbedaan proses ini akan mempengaruhi kandungan yang terdapat pada sayuran. Proses tersebut diantaranya:


Sayuran Umbi


Dicuci sebelum atau setelah dikupas. Kupas sayuran umbi sesaat sebelum diolah. Kupas sayuran umbi setipis mungkin karena zat gizi ada tepat dibawah kulitnya. Rendamlah di dalam air bersih sampai umbi akan diolah. Hal ini bertujuan agar getah sayuran umbi tidak hitam ketika makanan sudah matang atau usai dimasak. Apabila kentang akan direbus, sebaiknya rebus dengan kulitnya karena vitamin dan zat gizi lainnya banyak terdapat tepat dibawah kulit kentang. Agar tidak banyak terbuang vitaminnya, kupaslah lobak setipis mungkin. Lobak sebaiknya dimasak tidak terlalu lama karena akan menjadi lembek dan menjadi hambar. Memasak asparagus jangan terlalu lama agar kandungan gizinya tidak berkurang.


Sayuran Daun dan Batang


Bagian yang tidak dipakai dibuang lalu cuci hingga bersih. Setelah itu dipotong-potong sesuai kebutuhan. Agar vitamin C dalam sayuran tidak hilang, jangan merendam sayuran di dalam air.


Merebus kol tidak perlu terlalu lama. Apabila terlalu lama, kol akan terlalu lunak dan berubah warna sehingga zat gizinya akan hilang. Perlu diperhatikan bahwa daun singkong mengandung asam sianida (HCN) yang dapat menyebabkan keracunan, rebuslah daun singkong di dalam panci terbuka (tanpa tutup). Dengan tutup panci dibuka ketika merebusnya, asam sianida akan keluar bersama uap air sehingga daun singkong aman untuk dimakan.


 Agar rasa pahitnya hilang, rebus daun pepaya bersama daun singkong, daun jambu, atau daun beluntas. Supaya warna daun papaya tetap cerah harus ditambahkan garam atau soda kue ketika merebusnya. Untuk memakan genjer harus direbus terlebih dahulu lalu air rebusannya dibuang. Hal ini dilakukan karena genjer rasanya agak pahit. Bayam yang sudah disayur harus dimakan dalam waktu 5 jam. Jika lebih dari 5 jam apalagi jika dihangatkan, akan keluar nitrit yang bersifat racun bagi tubuh.


 Sayuran Bunga


Jika dimasak, batang brokoli lebih lama matangnya dibanding kuntumnya.


Setelah dipotong-potong, jantung pisang jangan dibiarkan terlalu lama di udara terbuka kerena jantung pisang akan berubah warna menjadi kehitaman.


Sayuran Buah


Terung yang telah dipotong-potong biasanya akan berubah warna menjadi kecoklatan. Agar hal itu tidak terjadi, segera rendam di dalam air yang telah dicampur sedikit garam. Setelah itu dilap sampai kering dengan tisu dan segera dimasak.


Untuk menghilangkan getah labu siam dilakukan dengan cara membelah labu siam menjadi dua bagian, lalu digosok-gosokan permukaan permukaan pemotongannya sehingga getahnya keluar. Atau bias dengan mengupas labu siam dibawah air yang mengalir agar getah larut.


Sayuran Polong


Pada saat memasak kecipir biarkan panci terbuka agar warna kecipir tetap hijau segar.


Sayuran kacang panjang ini cepat matang jika direbus. Jadi jangan terlalu lama ketika direbus cukup 7 menit saja. Tetapi ada beberapa tips lain dalam memasak sayuran agar tetap terjaga nutrisi yang terkandung di dalamnya: Setelah kita mendapatkan sayuran, sebaiknya taruh langsung di lemari pendingin. Usahakan dalam kurun waktu 2-3 hari kita sudah memasak sayuran tersebut. Kemudian saat akan dimasak, barulah cuci sayuran tersebut dengan air yang mengalir. 


Langkah ini dilakukan supaya sayur mayur tetap segar dan nutrisinya tetap terjaga. Dalam memasak sayur mayur, waktu adalah hal yang perlu mendapat perhatian lebih. Karena hanya membutuhkan waktu yang cukup singkat untuk mendapatkan hasil masakan sayuran yang baik. Untuk merebus hanya perlu waktu sekitar 2 menit, untuk menumis dan mengukus waktu yang diperlukan sekitar 3-5 menit.


Untuk teknik merebus sayuran, usahakan terlebih dahulu air benar-benar mendidih dan barulah sayuran dimasukkan. Hal ini penting dilakukan karena saat air mendidih, disanalah terjadi pelepasan oksigen. Karena oksigen dapat membuat kandungan nutrisi sayuran hilang jika tidak direbus dengan benar.


 


write your response here  
Not Login

Sharing is Caring

Facebook Twitter Google LinkedIn Pinterest Email