Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Traveling sama Mamah

Oleh Kadek Arini Stepitula Gayatri at 30 Nov 2017, 19:30:27   posting: 9, dilihat: 1.070


Bulan April lalu akhirnya aku berhasil merealisasikan mimpi ibu ku untuk merasakan musim spring di Jepang. Karena Ibuku suka sekali hal-hal yang berbau taman dan bunga, dan melihat bunga sakura sudah menjadi impian beliau. Aku membeli tiket pesawat promo ke Tokyo sudah 6 bulan sebelum keberangkatan ketika sedang ada travel fair. Tentunya, ini pengalaman pertama ku traveling berdua dengan ibu ku. Ya memang dulu waktu kecil aku sudah sering traveling sm bapak dan ibu tapi beda cerita. Karena waktu masih kecil, kita yang dirawat oleh ibu, sedangkan sekarang kita yang harus menuntun orang tua kita, bukan ?


Apa aja sih yang perlu di perhatikan ketika mengajak traveling ibu/mamah kita ? Karena ternyata gak semudah itu, melihat dari kondisi fisik saja sudah berbeda, kemudian tentunya ketertarikan yang berbeda, dan lifestyle yang juga berbeda antara generasi tahun 60’an dan 90’an. Ada beberapa hal juga yang aku baru sadari ketika sudah berada di tempat tujuan. Semoga tips-tip di bawah ini membantu untuk kalian yang sedang mempersiapkan liburan bareng ibu/mamah kamu.



1. Terbang Dengan Nyaman


Nyaman bukan berarti harus membelikan kursi bisnis tentunya. Ekonomi sudah cukup, tapi tolong pertimbangkan untuk tidak membelikan tiket pesawat budget airlines jika destinasinya long haul flight. Karena saya saja yang masih muda jujur physically tidak nyaman jika harus terbang di dalam pesawat dengan space yang kecil selama berjam jam, apalagi orang tua kalian kan ? Lebih baik kalian nabung lebih lama sedikit untuk membeli tiket pesawat yang proper untuk long haul flight.


2. Pastikan Semua Dokumen Sudah Lengkap dan Aman


Kamulah yang menjadi Tour Leader disini, usahakan semua dokumen seperti tiket dan paspor sudah aman. Gamau kan di tengah perjalanan kena omel ibu/mamah karena gak bisa organize barang - barang penting ?


 3. Buatlah itinerary singkat


Jangan anggap ibu/mamah kalian se adventurous kalian. Seru memang getting lost tanpa tujuan, but have you ever thought about her stamina ? Buatlah itinerary singkat sehingga kamu tau secara kasar akan pergi ke tempat mana setelah meninggalkan suatu tempat. Kalau kamu aja kebingungan apalagi mama/ibu kamu ?


 4. Masukan Tempat Kesukaan Mama dalam Itinerary


Jangan egois ! karena trip ini adalah tentang kamu dan mamah. Masukan juga tempat - tempat kesukaan ibu/mama kamu. Biasanya kalau ibu ku suka sekali ke pasar tradisional, makan aku selalu menyempatkan untuk datang ke pasar tradisional. Atau menghabiskan waktu di taman - taman kota sambil piknik di bawah pohon. Karena ibuku seorang guru SD, aku mengajaknya mengintip sebuah sekolah dasar di Jepang, dan beliau mengamati kultur sekolah di Jepang yang bisa di adaptasi di sekolah tempat beliau mengajar juga


5. Pilih Penginapan yang Dekat Transportasi Publik


Mengajak mama/ibu liburan bukan berarti kita harus hire private car untuk bepindah dari tempat ke tempat. Justru menggunakan kereta dan bus lebih seru di jalani sama mamah bukan ? Tapi pastikan kalau Hotel yang kalian pilih memiliki akses yang mudah untuk ke stasiun atau halte bus, sehingga kita tidak butuh untuk menggerek-gerek koper hanya untuk menuju ke hotel. Saat traveling ke Jepang sama ibu, aku selalu memilih hotel yang dekat dengan stasiun. Jadi ketika berpindah dari kota ke kota, hanya butuh bejalan kaki 200-300 meter dari kereta.


 6. Jangan Lupakan Jam Makan


Jujur ketika traveling, saking asiknya jalan - jalan aku suka mengesampingkan jam makan. Sukanya makan siang dan makan malam di rapel jadi satu. Hmm jangan lakukan ini sama mama kalian ya. Selalu masukan jam makan sesuai jam nya, mau tetap fit sampai hari terakhir kan ?


7. Koper Satu untuk Dua Orang


Salah satu srategi ku adalah hanya membawa koper satu untuk isi dua orang. Sehingga ibu/mamah kalian tidak perlu membawa beban berat, cukup kamu saja yang bawa beban berat.


 8. Your mother doesn’t walk as fast as you are


Don’t leave your mother behind. Berjalan lah sesuai ritme ibu/mamah mu. Hal ini berlaku khususnya untuk kasus seperti ibuku yang tidak bisa berbahasa inggris.


 9. Emergency Pocket is Mandatory


Karena kamu akan jalan berdua, jadi emergency pocket seperti kartu debit dibutuhkan untuk mengatasi over budget. Banyak kejadian kejadian tak terduga, so prepare the umbrella before it rains.



 10. Traveling adalah Sebuah Pembelajaran untuk Kamu dan Mamah


Trip ku bareng ibuku ke Jepang kemarin sangat mengesankan dan aku sama sekali tidak menyesal, karen aku merasa banyak banget pelajaran yang bisa di ambil untuk ibu ku dari negara maju ini. Salah dua nya, ibuku melihat langsung bagaimana tertib nya orang - orang jepang dan mengaplikasikan nya sekarang dalam kehidupan sehari hari. Betapa bersih nya negara Jepang yang membuat ibuku sekarang malu untuk membuang sampah sembarangan.


 Traveling itu adalah sebuah pembelajaran hidup yang tidak pernah di ajarkan di sekolah, dengan siapapun partnernya, sahabat, keluarga atau kekasih. Perjalanan adalah momen dimana kamu bisa mengenal lebih dekat travel mate mu. Perjalanan pula yang akan mendekatkan sebuah hubungan. Dari perjalanan pula, aku belajar bahwa hidup ini bukan hanya tentang diri kamu seorang dan mimpi-mimpi mu, tapi juga tentang orang – orang yang menyayangi mu. Kalau kamu punya mimpi dan berhasil mewujudkannya, pernahkah terbersit di benak mu kalau seorang ibu yang selama ini menjadi pendukung mimpi mu juga mungkin memiliki mimpi yang beliau sendiri tidak tahu cara mewujudkan nya. So why don’t you help Her  to make it comes true ? because She’s also the reason why you’re born.


 


Cheers,


Kadek Arini


 


 


 


 


 


 


write your response here  
Not Login

Sharing is Caring

Facebook Twitter Google LinkedIn Pinterest Email