Togetherness

Oleh Diana Suganda at 13 Jul 2018, 16:47:45   posting: 7, dilihat: 151

Hai fitfam,


Bagaimana kabar Anda hari ini?


Semoga kita semua dalam kondisi kesehatan yang optimal ya. Saya yakin Anda semua sudah menerapkan pola hidup sehat dong, sudah atur makan lebih sehat dan rutin berolahraga pastinya. Nah, kalau kitanya sudah lebih sehat, mau gak membantu orang-orang sekitar untuk lebih sehat juga? Kan kalau orang-orang kesayangan di sekitar kita juga sehat, pasti hidup akan lebih indah.


Nah kali ini saya akan berbagi tips terutama tentang asupan gizi dan juga nutrisi seimbang bagi keluarga, sahabat dan juga rekan kerja kita.


 


Mulailah dari rumah


 


1. Siapkanlah sarapan bergizi


Waktu yang sempit di pagi hari janganlah menjadi alasan untuk tidak menyiapkan sarapan bergizi bagi anak dan juga pasangan kita. Waktu kebersamaan makan bersama di pagi hari juga dapat membuat komunikasi keluarga lebih baik, kita bisa mendiskusikan rencana-rencana kita dalam hari itu. Persiapkan menu yang simpel namun bergizi, seperti membuat sandwich roti isi telur, keju dan juga sayuran, bisa ditambahkan segelas susu atau jus buah. Kandungan karbohidrat, protein, lemak dan juga vitamin mineral yang seimbang dapat membuat konsentrasi kita meningkat, serta tubuh akan mendapatkan energi yang optimal.



2. Kurangi menu makanan yang digoreng


Seperti kita tahu, makanan yang digoreng (deep fried) mangandung jumlah lemak jenuh lebih tinggi, dan konsumsinya dalam jangka panjang akan berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah kita. Bagi Anda dan keluarga yang tidak punya masalah kolesterol atau penyakit jantung, masih bisa mengonsumsi makanan yang digoreng, namun sebaiknya dibatasi frekuensinya ya, misalnya dalam seminggu hanya dua kali. Kita masih bisa mengolah makanan dengan cara lain yaitu mengukus, menumis, memanggang, pepes, merebus dan lainnya. Dengan cara itupun, kandungan protein bahan makanan Anda lebih terjaga.



 


3. Perkenalkan konsumsi buah dan sayur sejak dini pada anak-anak


Sering sekali di tempat praktek saya mendapatkan pertanyaan seperti ini “Dok, kok anak saya susah sekali ya makan sayur?” Hmmm begini, anak itu akan bisa karena terbiasa. Maksudnya, jika kita sebagai orang tua sudah membiasakan si anak mengenal buah dan sayur sejak dini, anak akan terbiasa dan bisa mengonsumsinya. Sebaiknya perkenalkan buah dan sayur pada tahapan MPASI, dan berlanjut hingga ke makanan keluarga. 


Tips saya, biasakanlah makan bersama di meja makan, ayah dan ibu makan buah dan sayur didepan anak-anak. Sehingga mereka akan berpikir bahwa jika ayah dan ibunya saja makan, pasti makanan itu enak dan anak akan mencobanya. Bisa juga kita buatkan semacam smoothies campuran buah manis dan sayur-sayuran dalam berbagai warna. Dan pesan saya, jangan langsung menyerah ya, kebanyakan sudah menyerah jika sekali dua kali mencoba dan anak tetap tidak mau. Namanya juga anak-anak, itu semua tergantung mood mereka. So, jangan berhenti mencoba :) 



 


4. Jangan sediakan snack tak bergizi


Apa itu snack tak bergizi? Yang saya maksudkan disini adalah snack seperti chips, keripik kentang, kerupuk dan snack-snack yang mengandung tinggi pengawet dan juga penguat rasa makanan (MSG) lainnya. Snack semacam ini sangat tinggi kalori, lemak jenuh dan juga tinggi kandungan garamnya. Sebaiknya Anda ganti snack keluarga dengan snack sehat seperti buah-buahan, yogurt, atau puding buah. Anak-anak yang lebih kecil mungkin suka menu snack ini, siapkan crackers plain kemudian oleskan yogurt lalu taruh potongan buah diatasnya. 



5. Tidur dengan teratur


Biasakan terapkan pola tidur teratur sejak dini pada anak-anak. Karena tidur merupakan kebutuhan yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Jika kita kurang tidur atau terlambat tidur banyak sekali efek negatifnya, seperti kurang konsentrasi, emosi tidak stabil, pertumbuhan yang terganggu pada anak-anak. Orang dewasa membutuhkan waktu tidur minimal 8 jam sehari, sementara anak-anak waktu tidurnya tergantung usia, antara 16 jam pada anak yang lebih kecil hingga 10 jam pada anak usia sekolah.



 


Bagi sahabat dan juga teman kerja kita


1. Pilih tempat kumpul yang menyediakan menu makanan sehat


Pastinya kita sering dong berkumpul bersama sahabat kita di akhir pekan atau juga rekan kerja pada saat pulang kantor. Kumpul-kumpul akan lebih sehat jika menu yang disediakan lebih sehat juga, jadi misalnya daripada kumpul di restoran cepat saji yang hanya menyediakan menu makanan fast food yang tinggi lemak jenuh dan juga minuman bersoda tinggi kalori, kita bisa memilih untuk kumpul di restoran sunda misalnya, yang menyediakan menu ayam panggang, ikan bakar dan juga lalapan serta sayur-mayur lainnya. 



2. Pilih-pilih jika nongkrong di coffee shop


Maksudnya disini adalah pilih-pilih jenis minuman ya, daripada pesan blended drink dengan extra syrup dan whipped cream diatasnya, dalam 1 cup itu bisa sekitar 400-500 kalori (dan semakin banyak gula/cream didalamnya kalorinya pasti semakin tinggi), Anda bisa sarankan sahabat Anda untuk memesan black coffee/kopi hitam tanpa gula (0 kalori), atau jika mau dingin tinggal ditambahkan es batu, jadi ice long black :). Nah, jika tidak biasa pahit, bisa pesan cappuccino atau latte dengan lowfat/skim milk dan minta gulanya dipisah. Sehingga Anda dan teman bisa terhindar dari konsumsi gula dan kalori yang berlebih. Jika ingin memesan cake, sebaiknya 1 slice tidak dihabiskan sendiri ya, bisa share bersama teman ;)



 


3. Pesan popcorn plain jika ingin menonton bioskop


Wah nonton bioskop bersama sahabat tidak akan lengkap jikga tanpa popcorn ya, tapi tahukah Anda jika kandungan kalori dalam popcorn caramel itu cukup tinggi? Sebaiknya jika masih ingin makan popcorn, pesan yang plain atau less salt, pesan 1 dan dimakan bersama-sama, sehingga portion control tetap terjaga.



 


4. Ajak teman berolahraga bersama


Pulang kantor sebaiknya jangan langsung pulang, Anda bisa mengajak teman kantor untuk berolahraga bersama. Biasanya sih kalau dilakukan bersama-sama pasti lebih fun dan olahraganya lebih semangat. Bawa baju dan sepatu olahraga dari pagi, sehingga pulang kantor bisa langsung olahraga. Mau olahraga murah meriah bisa lari di kompleks kantor misalnya, atau jika ada budget lebih, Anda dan teman bisa mendaftar ke gym atau studio-studio olahraga yang semakin menjamur. 


Ingat, pilih olahraga yang disuka dan bukan hanya karena lagi hype atau lagi kekinian saja. Intinya konsistensilah yang bisa membuat badan lebih bugar, karena jika kita suka dengan olahraganya, pasti akan senang menjalankannya. Sehingga akan lebih baik hasilnya jika berolahraga teratur 3-4 x seminggu dibanding hanya 1 x seminggu saat CFD-an (car free day).



 


5. Jika lembur, tetap ingat jadwal makan


Kadang jika pekerjaan kantor masih banyak, kita dan rekan kerja terpaksa lembur. Ketika sudah merasa ngantuk dan lelah, dan sudah terlewat jam makan, biasanya jadi malas makan. Padahal tubuh tetap butuh nutrisi untuk menghasilkan energi yang dbutuhkan pada saat lembur. Sebaiknya pastikan Anda tidak telat atau menunda jam makan malam. Jika belum sempat sama sekali untuk makan malam, Anda bisa meminum segelas susu untuk menambah asupan protein dan karbohidrat selama bekerja.



 


Silakan dipraktekkan tipsnya dan semoga kita dapat membawa kegembiraan dan juga kesehatan bagi semua orang disekitar kita ya.. Salam sehat!


Photo: by freepikcom


17 Jul 2018, 10:20:24   #1
agatha arumi
Last login: 17 Jul 2018, 09:37:28
Total post: 4

pagi dokter Diana, artikelnya bagus banget dan sangat berguna sekali, karna kadang tanpa kita sadari bahwa kebersamaan dengan sahabat/teman kantor malah membuat kita loose control untuk hal pemilihan makanan. terima kasih dokter..



Reply (1)
Diana Suganda at 27 Jul 2018, 22:40:44
Hai Agatha, terima kasih kembali, semoga artikelnya berguna ya, dan bisa kita terapkan sehari-hari.. salam sehat!
17 Jul 2018, 11:20:59   #2
wulan soraya
Last login: 17 Sep 2018, 09:42:44
Total post: 4

terima kasih dokter Diana untuk tipsnya.... apalagi yang nutrisi dan gizi untuk keluarga, penting banget buat aku, secara anak2ku masih umuran 7 - 10 tahun, saatnya mereka suka meniru dan mencoba2 apa yang dimakan orang tuanya. ditunggu tips2 lainnya ya dokter,,



Reply (1)
Diana Suganda at 27 Jul 2018, 22:41:48
Hai Wulan, iya betul sekali, kebiasaan hidup sehat dimulai dari kita dan keluarga kecil kita, semoga semakin semangat ya menerapkan gaya hidup sehat :)
17 Jul 2018, 13:35:35   #3
andra denisa
Last login: 28 Sep 2018, 11:06:25
Total post: 14

dokter, mau bertanya .. keluarga saya adalah penyuka krupuk, setiap makan pasti harus ada krupuk. apakah krupuk ini akan meningkatkan lemak dalam tubuh sehingga bisa menyebabkan kolesterol / penyakit jantung? kalau dibaca dari artikel dokter diatas, bahwa goreng2an diusahakan 2x dalam 1 minggu. mohon sarannya ya dokter..



Reply (1)
Diana Suganda at 27 Jul 2018, 22:43:53
Hai Andra, Itulah khasnya orang Indonesia, setiap makan harus ada kerupuk ;) padahal konsumsi yang terlalu sering akhirnya dapat menambah asupan lemak jenuhmu yang pada akhirnya membuatmu lebih berisiko menderita penyakit jantung koroner,, selain itu kandungan kalori yang tinggi dapat menyebabkan obesitas juga loh, Yuk mulai dikurangi konsumsi kerupuknya )
18 Jul 2018, 10:24:59   #4
sukma sutanto
Last login: 6 Nov 2018, 10:57:29
Total post: 3

dari artikel diatas terutama dimana anak mencontoh orang tua, apa yang dimakan orang tua maka mempengaruhi si anak. saya termasuk orang yang suka sayuran, bahkan hampir setiap hari saya makan salad. dan ini mempengaruhi putri saya yang berumur 12 tahun, sebelumnya dia sangat tidak suka sayuran mentah, seperti salad

Reply (2)
sukma sutanto at 18 Jul 2018, 10:26:02
lanjutan : .. seperti salad, lalap, dll. tapi setelah putri saya sering mellihat saya makan salad dengan lahap, dia jadi ikut2an. dan sekarang dia sangat suka sekali
Diana Suganda at 27 Jul 2018, 22:45:09
Hai Sukma, Senang sekali mendengar pengalamanmu, betul sekali anak2 itu akan meniru kebiasaan orangtua/orang terdekatnya sehari-hari. Jadi jika kita bisa memulai tularkan kebiasaan hidup sehat, mengapa tidak? Lanjutkan yaaa.. ;)
18 Jul 2018, 16:42:39   #5
Ristyana Pambudi
Last login: 18 Jul 2018, 16:36:57
Total post: 1

sore dokter Diana, mau bertanya, saya karyawan di salah satu star up di bandung, saya dan rekan-rekan kantor sering sekali lembur. menurut saran dokter, sebaiknya kalau makan malam yang baik untuk lebur apa ya? mengingat semakin malam kadang semakin lapar dan suka pesan makanan yang asal2an. terima kasih dokter



Reply (1)
Diana Suganda at 27 Jul 2018, 22:46:59
Hai Ristyana, Pada saat lembur, sebaiknya tetap pilih/pesan makanan dengan protein tinggi dan karbohidrat yang cukup. Hal ini diperlukan untuk tetap menjaga asupan energimu selama lembur. Jika ingin pesan makanan/minuman manis/tinggi lemak jenuh, sebaiknya share dengan teman, dan jangan sering-sering yaaaa ;)
18 Jul 2018, 16:51:04   #6
liana andra
Last login: 25 Sep 2018, 13:14:31
Total post: 6

baca artikel ini, yang paling mengena buat saya adalah gak boleh makan goreng2an... duh dokter, boleh kasih saran gak ya gimana memulai untuk mengurangi makanan yang digoreng? karna saya suka sekali.... apa yang harus saya lakukan supaya bisa beralih ke makanan yang di kukus/rebus ya dok?



Reply (1)
Diana Suganda at 27 Jul 2018, 22:50:36
Hai Liana, Kebiasaan makan gorengan/menu makanan yang digoreng memang sering sekali ditemui di negara kita, sehingga memang sulit untuk menghilangkannya. Saran saya, kurangi frekuensinya saja dulu, dari yang biasanya setiap makan ada menu makanan yang digoreng, jadi hanya 1 x saja saat makan siang misalnya. Jika kamu sudah terbiasa, selanjutnya kamu bisa kurangi lagi menjadi 2 hari sekali saja, kemudian 3 hari sekali saja makan gorengannya. Memang tidak mudah mengubah kebiasaan, tapi saya yakin, dengan alsan kesehatan, kamu pasti bisa.. Semangat yaaa..
18 Jul 2018, 16:59:48   #7
asni yunita
Last login: 18 Jul 2018, 16:52:52
Total post: 1

hi dokter Diana, suami saya sangat penyuka kecap. makan dimana2 pasti harus ada kecap. termasuk lagi makan masakan padang pun tetap butuh kecap... hahahah. dok, karna suami penyuka kecap, maka dirumah selalu tersedia kecap. saya khawatir anak2 jadi ngikut papanya yang selalu makan dengan kecap. apa yang harus saya lakukan ya dok supaya kegemaran kecap ayahnya tidak menurun ke anak2 kami. terima kasih



Reply (1)
Diana Suganda at 27 Jul 2018, 22:52:39
Hai Asni, Sebenarnya konsumsi kecap (dalam hal ini saya anggap kecap manis ya), masih diperbolehkan kok. Namun jika suami Anda mempunyai penyakit darah tinggi/hipertensi, sebaiknya konsumsi kecap bsa dikurangi, sebab kecap memiliki kadar garam yang tinggi. Kita bisa mengganti menu makanan dengan yang tidak menggunakan kecap.
write your response here  
Not Login

Sharing is Caring

Facebook Twitter Google LinkedIn Pinterest Email