Me Time

Oleh Diana Suganda at 9 Sep 2018, 11:14:09   posting: 7, dilihat: 76

 


Narasumber : dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK




Hai fitfam!


Apakah kamu pernah merasa butuh waktu menyendiri tanpa kehadiran orang lain? Inilah yang dinamakan “me time”, dimana kamu menggunakan waktu untuk sendirian saja, melakukan hal-hal yang kamu inginkan untuk berhanti sejenak dari segala kesibukan kamu. Menurut penelitian, “me time” dapat meningkatkan kualitas hidupmu loh. Mengapa? Karena walaupun sejatinya manusia itu adalah makhluk sosial, yang selalu hidup bersama dan membutuhkan orang lain dalam kehidupannya, manusia juga merupakan makhluk individual, yang ada kalanya butuh waktu sendiri. “Me time” dapat membuat seseorang melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri, dan tanpa meluangkan “me time” seseorang bisa menjadi mudah lelah, bad mood, wajah kusam, bosan hingga merasa tertekan.


Bagaimana mendapatkan “me time” yang berkualitas di tengah kesibukan Anda setiap hari? Pilihlah salah satu aktivitas yang menurutmu spesial. Meluangkan waktu hanya untuk diri sendiri sebenarnya bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana. Yang terpenting adalah Anda merasa tenang tanpa diganggu oleh kekhawatiran hal lain. Mendengarkan musik, mandi, baca baca buku, meditasi atau bahkan berdoa selama 15 menit pun bisa disebut “me time” jika itu membuat Anda santai dan pikiran lebih segar.


“Me time” ternyata tidak hanya dari segi fisik dan spiritual saja, “me time” untuk kesehatan Anda juga penting sekali. Berapa persen dari kita yang memperhatikan kesehatan? Apakah Anda mengetahui berapa tekanan darah Anda, berapakah gula darah atau bahkan kolesterol Anda? Apakah ada riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi) atau diabetes (kencing manis) di dalam keluarga? Jika Anda belum tahu, tidak ada salahnya jika Anda menyediakan “me time” untuk pemeriksaan rutin kesehatan Anda. Saya sering berpesan kepada pasien atau teman-teman peserta workshop saya, berikan hadiah ulang tahun yang paling istimewa bagi diri Anda sendiri, bukan dengan bermewah-mewah belanja tas atau pakaian, namun “belanjakanlah” uang Anda untuk pemeriksaan lengkap kesehatan (Medical Check Up/MCU). Dengan demikian, Anda bisa memantau kondisi kesehatan rutin setiap tahunnya.


Nah, jika Anda sudah mengetahui kondisi kesehatan Anda, mulailah ubah pola hidup menjadi lebih sehat dan seimbang. Saya akan rinci beberapa kondisi kesehatan yang membutuhkan perubahan pola hidup (Therapeutic Lifestyle Changes), dibawah ini :


Diabetes Mellitus (kencing manis)


Jika Anda sudah terdiagnosis dengan Diabetes Mellitus, ada 4 pilar utama terapinya yaitu edukasi, pengaturan pola makan oleh dokter Spesialis Gizi Klinik, minum obat sesuai petunjuk dokter Spesialis Penyakit Dalam, berolahraga teratur sesuai kemampuan. Ingatlah akan prinsip makan “4J” yaitu :


Jenis makanan , ingatlah selalu jenis makanan yang diperbolehkan dan yang harus dihindari. Pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi, kentang, ubi, kentang, gandum. Hindari konsumsi karbohidrat simpleks seperti gula murni, sirup, cake, kue, buah kalengan dan manis-manisan lainnya.


Jumlah makanan, ingat berapa banyak jumlah/porsi makanan yang Anda konsumsi.


Jadwal makan, jarak dan waktu makan adalah 3 jam untuk mencegah terjadinya hipoglikemia (kadar gula darah rendah)


Jurus masak, cara memasak lebih baik dengan cara merebus, mengukus, membakar, menumis, memanggang, mengungkep, pepes. Hindarilah sejauh mungkin menggoreng.




Hipertensi (tekanan darah tinggi)


Jika Anda dengan hipertensi, ubah pola makan Anda dengan diet rendah garam. Yang dimaksud dengan garam adalah garam natrium/sodium, dimana sumber utamanya adalah garam dapur (Natrium Chlorida). Semua orang membutuhkan garam natrium, tetapi sering kali tubuh mendapatkannya melalui makanan lebih banyak dari yang dibutuhkan.


Pada orang sehat kelebihan garam natrum dapat dikeluarkan melalui ginjal. Namun pada kelainan tubuh tertentu, tubuh tidak mampu mengeluarkannya sehingga kelebihan garam tersebut akan mengikat air sehingga terjadi bengkak yang disebut edema.


Makanaan yang berasal dari hewan biasanya lebih banyak mengandung garam natrium daripada yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sumber garam natrium yang umum ditambahkan dalam makanan antara lain Natrium Chlorida atau garam dapur, Mono Sodium Glutamat (MSG) atau vetsin, Natrium Benzoat atau pengawet makanan kalengan, Natrium Bikarbonat atau soda kue, Natrium Bisulfat atau bahan pengawet daging seperti corned beef. Hindarilah makanan-makanan yang mengandung tinggi garam tersebut.


Anda harus lebih teliti membaca etiket pada kemasan makanan, kata sodium atau natrium harus dihindari. Semua makanan yang mengandung tinggi natrium dan yang diberi garam natrium pada pengolahannya antara lain biskuit, crackers, kue yang diolah dengan soda kue, dendeng, abon, daging asap, ikan asin, sardin, ebi, telur asin, keju, margarin, mentega, asinan buah dalam kaleng, bumbu seperti kecap, saus tomat dan saus sambel juga harus dihindari.




Dislipidemia (kolesterol tinggi)


Dislipidemia adalah ketidaknormalan nilai profil lipid dalam darah. Profil lipid kita terdiri dari kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida. Mengatur pola hidup yang lebih sehat sangat dibutuhkan pada penderita dislipidemia, terutama mengontrol asupan makanan adn juga perbanyak aktivitas. Makanan yang mengandung kolesterol berasal dari hewan, seperti otak, kuning telur, ginjal, hati, limpa, jantung, daging berlemak, udang, kepiting, kerang, susu fullcream dan produknya.




Beberapa cara mengatur pola makan pada dislipidemia :


Hindarilah penggunaan kelapa, minyak kelapa, lemak hewan dan mentega. Sebagai pengganti gunakan minyak kjagung, minyak zaitun, minyak canola dalam jumlah yang secukupnya


Gunakanlah susu skim/low fat sebagai pengganti fullcream.


Batasilah konsumsi kuning telur hanya 2 butir/minggu.


Hindarilah konsumsi jeroan seperti hati, limpa, otak, ginjal, jantung, ham, sosis, kerang, udang, cumi


Perbanyak konsumsi tahu, tempe, dan hasil kacang-kacangan lainnya


Perbanyak konsumsi serat dari buah-buahan dan sayur-sayuran




Obesitas (kegemukan)


Obesitas atau kegemukan merupakan masalah kesehatan yang pada prinspinya diakibatkan pola makan yang salah dan juga kurangnya aktivitas fisik. Penyebabnya antara lain jumlah makanan yang dimakan setiap hari jauh melebih kebutuhan tubuh, kekurangan aktivitas fisik karena kemudahan teknologi, transportasi dsb, faktor psikologis yaitu makan menjadi pelarian dari masalah kejiwaan, faktor hormonal dan lain sebagainya.


Obesitas akan membuat seseorang lebih berisiko menderita penyakit lainnya seperti Diabetes Mellitus, Hipertensi, penyakit jantung koroner, dan lain sebagainya, sehingga harus diatasi sedini mungkin.


Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan :


Mengubah pola makan menjadi lebih teratur dengan porsi yang lebih sedikit dari biasanya


Menghindari makanan yang tinggi lemak, tinggi gula dan tinggi kalori, seperti daging berlemak, lemak hewani, usus, sosis, santan, minyak, margarine, goreng-gorengan, cake, biskuit, gula, permen, coklat, susu fullcream, kopi instan, kental manis, minuman kemasan, snack kemasan, dsb


Membatasi makanan yang mengenyangkan seperti nasi, lontong, mie, ketan, ubi, singkong dan makanan yang terbuat dari tepung


Memperbanyak porsi sayuran dan buah lebih dari biasanya


Menggunakan waktu luang untuk kegiatan yang menyegarkan badan


Olahraga teratur (jalan cepat, berenang, bersepeda), minimal selama 30 menit nonstop, sebanyak 3-5 x seminggu


Minum air putih minimal 2 liter/hari


Cara memasak lebih baik dengan cara merebus, mengukus, membakar, menumis, memanggang, mengungkep, pepes. Hindarilah sejauh mungkin menggoreng.


Menjalankan pola makan dengan “Gizi Seimbang” sebagai bagian dari “Pola Hidup Sehat”


















12 Sep 2018, 18:16:22   #1
puan ardina
Last login: 17 Sep 2018, 09:53:39
Total post: 3

sore Dokter, setelah baca tulisan dokter diatas saya jadi terpikir bahwa tanpa saya sadari bahwa kalau sedang stress melanda, pelarian saya adalah makan yang manis2 seperti coklat, permen, eskrim dan lain sebagainya. saya tau itu kurang baik bagi kesehatan. buat saya saat stress dengan 'me time' mengkonsumsi yang manis2 membuat saya lebih rileks. Tapi dok, apakah ada saran supaya pelarian saya tidak ke makanan yang manis2 itu ? saya takut terkena diabetes. terima kasih dokter...



No comment
12 Sep 2018, 18:19:01   #2
yvonne lisnanti
Last login: 25 Sep 2018, 13:48:50
Total post: 4

Hi dokter Diana, saya memiliki kolesterol yang cukup tinggi, dan saat ini saya berumur 32 tahun, menurut dokter saya harus mengkonsumsi obat penurun kolesterol setiap hari. apakah tidak akan ada efek sampingnya ya dok? mohon sarannya. terima kasih



No comment
13 Sep 2018, 10:29:53   #3
novita rajasa
Last login: 13 Sep 2018, 10:22:14
Total post: 1

Sebagai Ibu dari 3 anak yang beranjak ABG, saya punya waktu "me time" cukup banyak saat anak-anak dan suami sudah berangkat sekolah/kerja. yang paling sering saya lakukan saat me time adalah membaca buku dan memakan makanan favorit... love banget! sesungguhnya waktu me time saya tidak terlalu banyak. walaupun saya ibu rumah tangga tapi karna tidak ada asisten dirumah, maka segala pekerjaan rumah saya kerjakan semua. so, hanya sekitar 2 jam saja me time saya. itu juga belum tentu setiap hari, karna kadang ada undangan rapat orang tua murid, atau undangan lainnya. terima kasih ya Dokter Diana, jadi mengingatkan saya untuk terus hidup sehat.



No comment
17 Sep 2018, 09:30:47   #4
Ernalita jose
Last login: 17 Sep 2018, 09:24:40
Total post: 1

Pagi Dokter Diana.. senang sekali membaca tulisan dokter diatas mengenai Me Time. sesungguhnya sejak menikah dan langsung memiliki anak, rasanya sulit sekali saya punya waktu untuk diri sendiri.

No comment
17 Sep 2018, 09:36:25   #5
irma adilla
Last login: 17 Sep 2018, 09:31:05
Total post: 2

Morning dokter Diana...


mohon sarannya gimana caranya supaya anak remaja saya suka makan sayuran hijau ya? rasanya sulit sekali memaksa anak untuk makan makanan yang ada sayuran hijaunya. pernah makan bayam yang digoreng kering, tapi itupun tidak banyak/lama, setelah itu dia tidak mau makan lagi karna warnanya memang hijau, walaupun menurut dia rasanya tidak seperti sayuran. mohon sarannya ya dokter.. makasi banyakkk



No comment
17 Sep 2018, 09:42:12   #6
liana andra
Last login: 25 Sep 2018, 13:14:31
Total post: 6

siang Dokter... mau bertanya, saya suka sekali makan kerang. terutama kerang2 rebus yang ditotol dengan saus... satu minggu bisa 1-2x makan kerang. buat saya MeTime yang super nikmat adalah makan kerang rebus 1kg sendirian... wah, rasanya luar biasa. tapi dok, beberapa minggu lalu saya ngobrol2 dengan teman sma saya yang sudah punya anak umur 7 tahun. dia bercerita bahwa dulunya dia juga senang sekali makan kerang2

No comment
17 Sep 2018, 09:44:50   #7
wulan soraya
Last login: 17 Sep 2018, 09:42:44
Total post: 4

dokter, apakah ada saran supaya saya bisa minum air puth 2lt sehari? karena jujur saja saya sangat sulit kalau hanya minum air putih sebanyak itu.. saya tahu bagaimana pentingnya air putih. tapi kok kalau kebanyakan jadi mual dan repot harus bolak balik ke toilet. secara saya banyak bekerja di belakang meja. mohon sarannya ya dokter.. thank you



No comment
write your response here  
Not Login

Sharing is Caring

Facebook Twitter Google LinkedIn Pinterest Email