Ada Istilah Dating Baru “Choremance”, Apa Itu?
Semua dimulai seperti kebanyakan kencan modern: hubungan yang tak begitu memiliki rencana besar. Satu orang harus belanja bulanan, dan yang lainnya perlu mengembalikan paket. Lalu tanpa ada paksaan, salah satu dari mereka ada yang berinisiasi, “mau ikut, nggak?”
Tidak ada tekanan. Tidak ada performa. Hanya dua orang yang menjalani hidup, bareng-bareng—sambil melihat apakah vibe-nya masih bertahan di lorong supermarket. Well, ini bisa disebut dengan istilah choremance.
Sebuah tren dating di mana pasangan—atau dua orang yang masih tahap pendekatan—mengubah rutinitas harian menjadi kencan. Mulai dari belanja groceries, mengajak binatang peliharaan berjalan di sekitar taman, ke gym, sampai mampir ke apotek. Sederhana, low stakes, dan terasa nyata. Dan untuk generasi yang waktunya selalu mepet dan sudah capek dengan romansa yang terlalu dikurasi, cara kencan seperti ini cepat banget terasa masuk akal.
Jadi, apa sebenarnya choremance itu?
Choremance adalah tentang menyatukan kencan dengan tanggung jawab harian. Alih-alih memaksakan waktu khusus untuk rencana yang ribet, orang-orang mulai mengajak gebetan masuk ke rutinitas yang memang sudah ada.
Daya tariknya ada di kesederhanaan. Kamu tidak sedang berdandan untuk versi diri yang hanya muncul selama tiga jam. Kamu cuma… jadi diri sendiri.
Kencan seperti ini memberi gambaran tanpa filter tentang bagaimana seseorang menjalani hidupnya. Cara mereka mengatur waktu. Cara mereka memperlakukan staf layanan. Apakah mereka hadir sepenuhnya atau terus terpaku pada ponsel. Apakah semuanya harus terencana, atau justru spontan.
Tanpa obrolan yang dipaksakan, tanpa tekanan untuk selalu terlihat romantis—kecocokan muncul dengan sendirinya.
Kenapa tren ini relevan sekarang?
Munculnya choremance sangat masuk akal di dunia di mana semua orang kekurangan waktu. Di antara kerjaan, perjalanan, olahraga, kehidupan sosial, dan sekadar bertahan hidup, kencan konvensional sering terasa seperti tugas tambahan di to-do list yang sudah penuh.
Choremance tidak meminta energi ekstra. Ia menyelip begitu saja ke dalam hidupmu yang sudah berjalan.
Tren ini juga jadi respons yang pas terhadap kelelahan akan performative dating. Makan malam fancy dan setting sempurna bisa menyembunyikan banyak hal—tapi urusan sehari-hari tidak. Di situ, kamu melihat bagaimana seseorang hadir saat tidak ada yang perlu diimpresikan.
Kejujuran seperti ini terasa menenangkan, terutama bagi Gen Z, yang cenderung memilih autentisitas dibanding estetika.
Hal-hal yang bisa kamu pelajari dari kencan ala choremance
Kencan sambil menjalani rutinitas bisa membuka sisi yang jarang terlihat di kencan biasa. Apakah dia sabar atau terburu-buru? Benar-benar mendengarkan atau mudah terdistraksi? Bisa ngobrol tanpa “dibantu” suasana romantis atau tidak?
Kamu juga belajar seberapa nyaman dia berbagi ruang dan waktu—tanpa distraksi, tanpa drama.
Choremance tidak berusaha menciptakan chemistry secara artifisial. Ia membiarkannya terjadi… atau tidak sama sekali. Dan justru di situ poinnya. Kalau koneksi itu bisa bertahan sambil beli deterjen atau ngajak anjing jalan, besar kemungkinan ia juga akan bertahan di fase hidup berikutnya.
Apakah choremance adalah masa depan dating?
Mungkin tidak sepenuhnya menggantikan kencan klasik. Tapi choremance jelas sedang mendefinisikan ulang apa yang layak disebut “kencan”.
Ia menempatkan realisme dan kecocokan emosional di atas spektakel. Karena saat ini, romansa bukan lagi soal melarikan diri dari kehidupan nyata—melainkan menemukan seseorang yang bisa berjalan seiring di dalamnya.
(Artikel ini disadur dari cosmopolitan.in oleh Sagarika Choudhary / Perubahan bahasa telah dilakukan oleh penulis, Nadhifa Arundati / Image: Dok. Netflix)