‘Kenali, Pahami, Empati’ Jadi Media SIVIA untuk Membagikan Perjalanan Spiritualnya dalam Mengenali dan Memahami Diri
Mengawali karier sebagai penyanyi cilik yang dikenal dari ajang pencarian bakat Idola Cilik, kini Sivia Azizah telah tumbuh dewasa dan sudah menjadi seorang istri, juga ibu. Usai mencuri perhatian lewat debut album solonya yakni Love Spells yang rilis pada tahun 2020 lalu, SIVIA–nama panggung Sivia Azizah–telah merilis album keduanya dengan tajuk Kenali, Pahami, Empati pada bulan Juli 2025 lalu.

Alih-alih sekadar merilis musik, Kenali, Pahami, Empati menjadi ruang jujur SIVIA dalam menyuarakan proses menjadi manusia seutuhnya, yang lengkap dengan beban, harapan, hingga peran dalam kehidupan pribadinya yang kini telah berganti status yaitu seorang ibu dan istri. Kedelapan lagu yang tertuang dalam album ini saling berkaitan sebagai rangkaian dari perjalanan spiritualnya untuk mengenali diri, memahami diri, serta berempati terhadap sekitar.
Cosmo merupakan salah satu yang beruntung karena berkesempatan berbincang bersama perempuan kelahiran tahun 1997 ini untuk membahas albumnya. Dirinya membahas bagaimana proses pembuatan albumnya, lagu yang personal baginya–meski bagi SIVIA semua lagu di album ini personal–serta siapa saja yang terlibat dalam proses produksi Kenali, Pahami, Empati. So babes, langsung simak perbincangan Cosmo dengan SIVIA, yuk!
Suara merupakan lagu yang terakhir ditulis, namun menjadi lagu yang pertama dirlis dalam rangkaian album Kenali, Pahami, Empati pada tahun 2022 lalu. Artinya, Anda sudah lama mulai menulis lagu di album ini. Berapa lama proses penulisan lagu dan produksi album Kenali, Pahami, Empati?
Prosesnya kurang lebih selama tiga tahun mulai dari penulisan lagu, pembuatan musik, rekaman, hingga finalisasi. Album ini banyak saya tulis dari berbagai kejadian yang terjadi beberapa tahun ke belakang.
Cosmo dengar, ada lagu di album ini yang Anda tujukan untuk Sang Pencipta. Apa tersebut dan adakah emosional pribadi yang khusus?
Betul sekali. Untuk lagu yang saya tujukan kepada Sang Pencipta adalah Belajar Jatuh. Lagu ini merupakan rasa terima kasih dan syukur atas semua yang terjadi di hidup ini. Lagu tersebut sangat personal dan memang ada rasa emosional ketika menulisnya. Saya membuat lagu tersebut untuk menjadi pengingat bagaimana posisi saya sebagai creation di hadapan The Creator.

Wah… cukup dalam makna dari lagu tersebut. Lantas, selain Belajar Jatuh, lagu mana lagi yang paling personal bagi Anda?
Diam, Kamu Berisik! juga merupakan lagu yang personal bagi saya. Selain menjadi focus track, lagu tersebut adalah luapan emosi saya dari suara-suara di kepala, juga dari dunia luar. Musiknya dikemas dengan funk agar meskipun terdengar marah, namun tetap bisa dinikmati, bahkan bisa sebagai lagu untuk menari juga.
Anda turut mengajak tim choir Anda yakni Groovia Collective dalam proses produksi album ini. Selain Groovia Collective dan produser, siapa saja yang terlibat dalam pengerjaan album ini?
Album ini merupakan hasil kerja kolektif. Ada banyak nama yang terlibat seperti tim saya yang sangat saya cintai, Faisal, manajer saya, dan tak luput dari doa dan restu dari suami saya, Pria, juga orang tua saya. Dan yang pasti, ada support dari anak saya, Ali. Maka, ada banyak yang terlibat dan masing-masing memiliki peran yang penting.

Seperti yang kita tahu, di album Kenali, Pahami, Empati Anda telah menjadi sosok yang baru. Yaitu seorang istri dan ibu. Apakah hal itu memengaruhi dalam penulisan lirik-lirik di album ini?
Ya, sangat memengaruhi. Saya percaya ini adalah proses pendewasaan saya dengan segala ujian serta naik dan turunnya kehidupan, dan trigger-nya adalah menjadi istri, kemudian menjadi seorang ibu.