4 Tipe Putus yang Jarang Balikan Lagi… Apakah Kamu Salah Satunya?
Cosmo babes, tidak semua putus cinta diciptakan dengan peluang yang sama untuk kembali.
Mungkin kita sama-sama tahu hal ini, tapi kita masih berada di fase denial. Karena, ada yang putus karena salah paham kecil lalu balikan beberapa minggu kemudian.
Akan tetapi, ada juga jenis perpisahan yang, begitu terjadi, rasanya seperti pintu yang benar-benar tertutup.
Bukan karena tidak ada cinta, tapi karena terlalu banyak yang sudah terkikis…
Cosmo telah merangkumkan 4 tipe putus yang jarang balikan lagi. Bukan untuk membuatmu takut kehilangan, tapi untuk membantu kamu memahami bahwa beberapa perpisahan memang bukan tentang “kurang effort”, tapi mengenai batas emosi yang sudah sampai ujungnya.
Apakah kamu salah satu di antara ini?
4 Tipe Putus yang Jarang Balikan Lagi

1. Saat kamu lelah mengalah
Ini adalah tipe putus yang paling sunyi. Tidak ada teriakan besar, tidak ada drama berlebihan.
Yang ada hanya rasa lelah yang menumpuk pelan-pelan. Pertengkaran yang tidak pernah selesai, perasaan harus selalu berhati-hati saat bicara, dan emosi yang naik turun tanpa jeda.
Pada titik ini, seseorang tidak lagi marah. Mereka hanya… selesai. Tidak ingin menjelaskan lagi. Tidak ingin memperbaiki lagi.
Karena setiap usaha terasa menguras energi yang sudah habis.
Putus karena kelelahan emosional jarang berakhir balikan karena cinta saja tidak cukup untuk mengisi ulang emosi yang kosong.
Orang yang sudah sampai di fase ini biasanya sudah berduka selama hubungan masih berjalan. Jadi, ketika akhirnya benar-benar pergi, hatinya sudah setengah pulih.
Baca juga: Tidak Perlu Terlalu Serius, Ini 7 Pertanyaan Lucu untuk Deep Talk dengan Pasangan!
2. Saat kamu terus memberi, tanpa pernah menerima
Hubungan yang tidak seimbang akan runtuh, cepat atau lambat.
Dalam tipe ini, satu orang selalu berusaha lebih keras. Selalu mengalah, selalu memahami, selalu ada.
Sementara yang lain hanya menerima, tanpa benar-benar sadar apa yang ia miliki.
Sering kali, orang yang kurang berusaha baru merasa kehilangan setelah hubungan itu benar-benar berakhir. Tapi sayangnya, penyesalan yang datang terlambat jarang bisa memperbaiki luka yang sudah terlalu dalam.
Hubungan satu arah jarang bertahan di ronde kedua karena orang yang dulu terus memberi biasanya sudah belajar satu hal penting, yaitu cinta tidak seharusnya terasa sepihak.
Kembali ke hubungan yang sama berarti kembali ke pola lama, dan itu bukan pilihan yang sehat, girls.
3. Saat kepercayaan sudah tidak ada lagi harganya
Kebohongan, pengkhianatan, atau janji yang terus-menerus dilanggar meninggalkan luka yang berbeda.
Bukan luka yang terlihat, tapi luka yang membuat seseorang selalu waspada, selalu ragu, selalu bertanya-tanya.
Sekalipun pelaku berkata sudah berubah, rasa aman tidak bisa dipaksakan untuk kembali. Kepercayaan bukan sesuatu yang bisa diperbaiki hanya dengan kata maaf atau waktu singkat.
Hubungan yang hancur karena rusaknya kepercayaan jarang kembali karena cinta tanpa rasa aman hanya akan berubah menjadi kecemasan.
Dan… tidak semua orang mau hidup dalam hubungan yang membuat mereka terus merasa curiga dan takut terluka lagi bukan, girls?
Baca juga: Kamu Harus Berhenti Chat Dia Kalau Kamu Melihat Tanda-tanda Ini!
4. Tumbuh bersama… tetapi ke arah yang berbeda
Ini tipe perpisahan yang paling dewasa, tapi juga paling final.
Ketika satu orang bertumbuh, secara mental, emosional, atau spiritual, sementara yang lain tetap di tempat yang sama, jarak akan tercipta. Atau, dua-duanya tumbuh, tetapi ke arah yang berbeda.
Tidak selalu karena salah satu lebih baik. Tapi karena mereka sudah tidak berjalan di jalur yang sama.
Nilai hidup berubah. Cara melihat dunia berubah. Dan kembali ke hubungan lama terasa seperti harus memaksakan diri agar bisa “muat”.
Putus karena perbedaan pertumbuhan jarang berakhir balikan karena orang yang sudah bertumbuh tidak ingin kembali ke versi dirinya yang lama.
Dan cinta yang sehat seharusnya mendukung perkembangan, bukan menahannya…
Baca juga: Tanda Hubungan Kamu Sedang Berada di Titik Terburuk

So, girls, tidak semua perpisahan perlu diperjuangkan kembali. Beberapa terjadi bukan karena kurang cinta, tapi karena terlalu banyak yang sudah dikorbankan.
Mengenali tipe putus seperti ini bukan untuk menyalahkan siapa pun, tapi untuk membantu kamu memahami bahwa tidak semua yang berakhir perlu dimulai ulang.
Kadang, memilih untuk tidak kembali bukan berarti menyerah. Itu justru tanda bahwa kamu sudah cukup dewasa untuk memilih hubungan yang lebih sehat, lebih seimbang, dan lebih menghargai dirimu sendiri.
So, whatever you’re facing right now… You’ve got this, Cosmo babes~
(Fishya Elvin/Images: Trần Long, Marina Abrosimova, and Timur Weber on Pexels)