6 Tanda Kamu Mulai Kehilangan Cinta pada Pasangan, Menurut Pakar Hubungan

Rayoga Akbar 23 Jan 2026

Perasaan jatuh cinta itu selalu mudah dikenali—dengan cara yang paling menyenangkan. Kamu jadi bersemangat, waktu terasa berjalan lebih cepat saat bersama pasangan, kamu merindukan mereka ketika sedang berjauhan, dan sensasi “butterflies” di perut rasanya level maksimal. Tapi… bagaimana kamu tahu ketika perasaan itu mulai memudar? Tanda-tandanya tidak selalu sejelas ketika jatuh cinta, itulah sebabnya kami menghubungi para terapis seks dan hubungan untuk mencari tahu bagaimana mengenalinya—dan yang lebih penting, bagaimana menghadapinya.

Tanda Kehilangan Cinta Pada Pasangan

Namun ada satu catatan penting: hanya karena kamu tidak lagi merasa “head-over-heels” bukan berarti hubunganmu pasti tamat. Faktanya, bertahan selamanya di fase bulan madu—alias beberapa bulan atau tahun pertama ketika semuanya terasa seru dan baru—tidaklah realistis, jelas Kaylee Rose Friedman, LMFT, terapis seks dan hubungan.

Pada fase itu, “kita cenderung mengabaikan hal-hal yang tidak kita sukai, dan seiring kita semakin mengenal pasangan, proyeksi kita perlahan digantikan oleh kenyataan tentang siapa mereka sebenarnya,” ujar Friedman. Setelah fase honeymoon berlalu dan hidup kembali ke ritme normal, kamu mungkin sadar bahwa kalian berdua ikut berubah seiring waktu—dan itu wajar! Tetapi kalau perubahan itu justru membuat kalian semakin tidak sejalan, ini perlu jadi perhatian.

“Jika kalian memiliki nilai-nilai dasar yang tidak selaras, hal itu dapat membuatmu melihat pasanganmu dengan cara yang berbeda,” jelas terapis seks dan hubungan Karen Washington, PhD, LMFT. Sayangnya, perspektif baru ini bisa saja “mengurangi perasaan positif yang kamu miliki,” tambahnya. Akibatnya, kamu mungkin merasa mulai jatuh dari cinta.


Pada akhirnya, hanya kamu yang benar-benar tahu apa yang kamu rasakan terhadap pasanganmu. Tapi menurut para ahli, berikut beberapa tanda yang patut kamu perhatikan.


1. Kamu Tidak Lagi Memikirkan Pasanganmu

“Salah satu tanda besar bahwa kamu mulai jatuh dari cinta adalah ketika kamu benar-benar merasa ‘check out’ dari hubungan itu,” jelas Washington. Pasanganmu tak lagi terasa penting dalam kehidupan sehari-harimu maupun dalam bayangan masa depanmu. Kamu bahkan mungkin mendapati dirimu melamun tentang kemungkinan bersama orang lain, lanjutnya.


Berkhayal atau sesekali merasa kurang tertarik pada detail hidup pasangan sebenarnya hal yang wajar. Namun jika kamu benar-benar tidak peduli lagi pada pasangan atau hubungan kalian, itu adalah tanda jelas bahwa perasaan cintamu mulai memudar.


2. Kamu Memandang Rendah Pasangan

Merasa lelah menghadapi masalah dalam hubungan bisa membuatmu tak lagi merasa stabil atau tenang, dan pada akhirnya memicu rasa jijik atau memandang rendah pasangan, jelas Friedman. Kamu mungkin jadi sering memutar bola mata, atau merasa pasangan tidak pernah bisa melakukan sesuatu dengan benar. Jika kamu terus-menerus melihat mereka dengan perasaan negatif atau penuh kesal, itu bisa jadi tanda kamu sedang jatuh dari cinta, kata Washington.

“Ketika rasa frustrasi terus-menerus muncul, atau yang dalam terapi disebut negative sentiment override (alias hanya bisa melihat sisi negatifnya saja), akan sangat sulit untuk memulihkannya,” jelas Washington. Perasaan ini memang bisa diatasi lewat komunikasi atau terapi pasangan, tapi bagi sebagian hubungan, hal itu mungkin tidak lagi memungkinkan. Jika demikian, bisa jadi itu pertanda bahwa kalian lebih baik berjalan di jalur masing-masing.

tanda kehilangan cinta

3. Kamu Tidak Lagi Ingin Menghabiskan Waktu Bersama Pasangan

Jika waktu bersama pasangan terasa lebih merepotkan daripada menyenangkan, atau kamu benar-benar merasa enggan bahkan takut harus bertemu mereka, Washington mengatakan itu adalah tanda bahwa kamu sudah tidak lagi berinvestasi dalam hubungan. Menghabiskan waktu dengan pasangan seharusnya terasa menggembirakan—atau setidaknya menjadi bagian dari hari yang memberi jeda dan ketenangan, bukan membuatmu sedih atau kesal.

“Ini saat yang tepat untuk mengecek ulang hubungan dan melihat apakah ada cara untuk memperbaiki rasa ingin menghindar itu,” ujar Washington. Mungkin lewat terapi, atau percakapan serius secara empat mata. Apakah ini masalah yang bisa kalian perbaiki bersama? Apakah ini hanya fase sementara, atau tanda sesuatu yang lebih dalam dan permanen?


4. Kamu Tidak Lagi Mempertimbangkan Perasaan Mereka

“Ketika kita mencintai seseorang, kita mempertimbangkan mereka dan tidak berniat menyakiti,” kata Washington. Pasangan yang bahagia mungkin sesekali melukai perasaan satu sama lain, tapi bedanya, selalu ada penyesalan dan keinginan untuk memperbaikinya.

Saat kamu sedang jatuh cinta, menyakiti perasaan pasangan biasanya bukan sesuatu yang terlintas di pikiranmu. Kamu tidak akan sengaja mengucapkan hal jahat atau melakukan sesuatu yang mengkhianati kepercayaan mereka. Jadi, kalau kamu sudah sangat tidak peduli sampai-sampai tak masalah berselingkuh, berbohong, atau melakukan sesuatu yang jelas-jelas akan menyakiti mereka, itu tanda kuat bahwa kamu mulai jatuh dari cinta.

Tanda Kehilangan Cinta
5. Kamu Kehilangan Rasa Hormat untuk Mereka

Seiring waktu, kamu mungkin mengetahui nilai atau pilihan hidup pasangan yang membuatmu kehilangan rasa hormat, jelas Friedman. Mungkin mereka mengkhianati kepercayaanmu dengan cara yang tidak bisa kamu maafkan, atau kamu mengetahui sesuatu dari masa lalu atau gaya hidup mereka sekarang yang sulit kamu terima. Hal ini bisa menciptakan keretakan besar dalam hubungan yang “merusak koneksi dengan sangat dalam,” kata Friedman—terutama jika mereka sudah terlalu sering melanggar batasanmu, hingga menimbulkan rasa kesal dan memudarnya cinta.


6. Kamu Tidak Lagi Mempercayai Mereka

Selain rasa hormat, kepercayaan juga sama pentingnya. Seperti yang mungkin sudah kamu tahu, kepercayaan adalah fondasi setiap hubungan yang sehat. Jika kamu tidak lagi percaya pasangan untuk hadir, mendukung, atau memenuhi kebutuhan emosional yang penting bagi keberlangsungan hubungan, Washington mengatakan kamu mungkin akan kesulitan tetap mencintai mereka. Terus-menerus menghadapi seseorang yang mengabaikan batasan atau keinginanmu juga bisa memicu rasa kesal yang semakin kuat.


Tentu saja, setiap hubungan memiliki dinamika dan nuansa yang berbeda. Mungkin beberapa tanda ini muncul dalam hubunganmu, tetapi kamu dan pasangan masih sama-sama ingin memperbaikinya—itu tandanya masih ada cinta yang bisa dipertahankan dan diperkuat dengan perhatian ekstra. Tenaga profesional dapat membantu kalian membangun kembali koneksi atau mencari cara terbaik untuk melangkah maju jika salah satu dari kalian memang telah jatuh dari cinta dan ingin berpisah.

Apa pun situasinya, kamu berhak mendapatkan cinta dan hubungan yang kamu inginkan. Dan berbicara jujur tentang apa yang kamu rasakan adalah kunci untuk mencapainya—baik itu bersama pasanganmu sekarang, seseorang yang baru, atau bahkan saat kamu memilih berjalan sendiri.

 

Artikel ini sudah tayang di Cosmopolitan US. Aluh bahasa dan isi telah disesuaikan oleh editor.