Perbedaan Melasma Dan Flek Hitam, Beda Cara Penanganan

Redaksi 24 Jan 2026

Ketika ada noda gelap yang mulai muncul di wajah, rasa tidak nyaman sering kali jadi hal pertama yang mungkin Mama rasakan. Makeup terasa kurang menutup sempurna, kepercayaan diri pun bisa ikut menurun. 

Namun, sebelum buru-buru mencoba berbagai produk perawatan, penting untuk tahu bahwa noda di wajah tidak selalu sama. Ada noda yang dikenal sebagai melasma, ada pula yang disebut flek hitam, dan keduanya bisa muncul karena penyebab yang berbeda.

Meski sekilas tampak mirip, melasma dan flek hitam membutuhkan penanganan yang tidak sama. Jika salah mengenali jenisnya, perawatan yang dilakukan bisa jadi kurang efektif. Oleh karena itu, mengenali perbedaan antara melasma dan flek hitam adalah langkah awal yang penting agar Mama bisa memilih perawatan yang tepat dan membantu kulit kembali tampak lebih cerah serta merata. Berikut, Cosmo bagikan perbedaan melasma dan flek hitam.

1. Melasma VS flek hitam

Melasma adalah masalah kulit umum yang muncul sebagai bercak cokelat atau keabu-abuan lembut, dan paling sering muncul di seluruh wajah. Bentuk pigmentasi ini terkait erat dengan perubahan hormon dan paparan sinar matahari yang berkepanjangan, sehingga sering menjadi masalah bagi mereka yang memiliki gaya hidup aktif di luar ruangan.

Di sisi lain, flek hitam, yang sering disebut bintik matahari atau bintik penuaan, termasuk dalam kategori hiperpigmentasi yang berbeda. Tidak seperti melasma, flek hitam biasanya lebih kecil, lebih jelas, dan cenderung muncul di area tertentu daripada menyebar di bagian kulit yang lebih luas.

2. Penyebab melasma VS flek hitam

Melasma sebagian besar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang bekerja bersama. Dimulai dari fluktuasi hormonal, seperti yang dialami selama kehamilan, saat menggunakan kontrasepsi, atau menjalani terapi hormon, diketahui dapat memainkan peran penting dalam perkembangannya. 

Paparan sinar matahari juga merupakan kontributor utama, karena sinar UV dapat dengan mudah memicu atau memperburuk munculnya melasma. Genetika juga berperan, dengan kondisi ini lebih sering muncul pada individu yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah pigmentasi.

Sementara itu, flek hitam paling sering disebabkan oleh kerusakan akibat sinar matahari yang terakumulasi dan paparan sinar UV yang berkepanjangan dari waktu ke waktu. Flek hitam juga dapat terbentuk sebagai akibat dari bekas jerawat atau cedera kulit, yang menyebabkan hiperpigmentasi pasca-inflamasi.

Selain itu, proses penuaan alami seringkali menimbulkan bercak cokelat atau cokelat tua, yang umumnya dikenal sebagai bintik-bintik penuaan, karena kemampuan kulit untuk beregenerasi dan melindungi dirinya sendiri secara bertahap menurun.

3. Penampilan melasama VS flek hitam

Melasma biasanya muncul sebagai bercak-bercak dan tidak merata yang berkembang secara simetris di seluruh wajah, paling sering di dahi, pipi, dan bibir atas, dan kadang-kadang di sepanjang sisi wajah. Daripada muncul sebagai tanda individual seperti bintik-bintik atau flek penuaan, melasma cenderung membentuk area pigmentasi yang lebih besar dan lebih menyebar yang menciptakan warna kulit yang tidak merata.

Sebaliknya, flek hitam biasanya muncul sebagai tanda yang jelas dan terisolasi pada kulit. Flek hitam paling sering ditemukan di area yang terpapar sinar matahari seperti wajah, bahu, dan tangan. Meskipun dapat memengaruhi semua jenis kulit, flek hitam cenderung menjadi lebih terlihat dengan paparan sinar matahari yang berkepanjangan dan berulang.

4. Siapa yang rentan terkena melasma VS flek hitam?

Melasma paling sering menyerang wanita hamil, itulah sebabnya sering disebut sebagai "masker kehamilan." Melasma juga cenderung lebih sering muncul pada individu dengan warna kulit yang lebih gelap. Bagi banyak orang, melasma bisa sangat sulit dikelola, karena seringkali menetap dan dapat kembali seiring waktu, sehingga lebih membandel daripada jenis hiperpigmentasi lainnya.

Sementara itu, flek hitam jauh lebih umum. Siapa pun, terlepas dari warna atau jenis kulit, dapat mengembangkan bercak cokelat atau noda gelap sebagai akibat dari hiperpigmentasi, yang sering dipicu oleh paparan sinar matahari, penuaan, atau peradangan.

5. Cara penanganan melasma

Perawatan melasma biasanya dimulai dengan kandungan pencerah topikal yang didukung oleh perlindungan matahari yang ketat. Hidrokuinon tetap menjadi standar emas, dan sering dikombinasikan dengan retinoid atau kortikosteroid ringan untuk hasil yang lebih baik. 

Alternatif seperti asam azelaik, asam kojik, turunan vitamin C, dan retinoid membantu mengatur produksi melanin dan mendorong pembaruan kulit. Penggunaan tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 30 setiap hari, bersamaan dengan menghindari paparan sinar matahari dan perawatan kulit yang lembut, sangat penting untuk mencegah perburukan dan kekambuhan.

Untuk melasma yang lebih resisten, perawatan di klinik seperti pengelupasan kimia, microneedling, atau terapi laser dapat dipertimbangkan, meskipun ini memerlukan pengawasan yang cermat karena risiko hiperpigmentasi pasca-inflamasi. Manajemen jangka panjang bergantung pada perawatan pemeliharaan, perlindungan foto yang konsisten, dan menghindari pemicu yang diketahui seperti paparan UV, perubahan hormonal, dan iritasi kulit.

6. Cara penanganan flek hitam

Dalam kebanyakan kasus, flek hitam tidak berbahaya, meskipun kadang-kadang dapat menyerupai kondisi kulit yang lebih serius seperti melasma. Pendekatan yang paling tepat bergantung pada penyebab yang mendasarinya, serta ukuran dan kedalaman pigmentasi, dan paling baik ditentukan dengan bimbingan dari dokter kulit.

Pilihan perawatan berkisar dari prosedur di klinik hingga solusi topikal. Teknologi laser, termasuk IPL, bekerja dengan menargetkan kelebihan melanin, sementara perawatan pengelupasan seperti mikrodermabrasi mendorong pembaruan kulit. Krioterapi dapat digunakan untuk membekukan sel-sel berpigmen, dan krim yang direkomendasikan dokter kulit yang mengandung hidrokuinon dapat membantu menekan produksi melanin.

Formula yang dijual bebas dengan retinol atau asam alfa hidroksi dapat memberikan perbaikan yang halus, sementara bahan-bahan seperti niacinamide, ekstrak licorice, dan lidah buaya menunjukkan efek pencerahan yang lembut namun menjanjikan. Bagi mereka yang lebih memilih pilihan tanpa perawatan, riasan juga dapat digunakan untuk menyamarkan noda hitam secara efektif.