Niacinamide Tidak Boleh Digabung Dengan Kandungan Ini
Niacinamide jadi salah satu kandungan skincare yang paling digemari. Bahan aktif ini dikenal cocok untuk berbagai jenis kulit, mulai dari kering, berminyak, hingga sensitif pada sebagian orang.
Manfaatnya dalam membantu mencerahkan wajah dan meratakan warna kulit membuat niacinamide semakin banyak dicari. Meski begitu, tidak semua kandungan aman dipadukan dengannya.
Ada beberapa bahan aktif yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan niacinamide agar kulit tetap sehat. Penasaran apa saja? Berikut Cosmo bagikan niacinamide tidak boleh digabung dengan kandungan ini.
1. Mengenal niacinamide
Niacinamide merupakan suatu bentuk vitamin B3, sangat dihargai karena manfaatnya yang multifungsi dalam perawatan kulit. Bahan ini mendukung keseimbangan kelembapan kulit, membantu meratakan warna kulit secara keseluruhan, dan meredakan ketidaknyamanan seperti gatal.
Kandungan ini, juga berperan dalam mengatur minyak berlebih, sehingga sangat cocok untuk mereka yang memiliki kulit berminyak atau berjerawat yang menginginkan kulit yang lebih tenang dan seimbang.
2. Manfaat niacinamide
Niacinamide menawarkan berbagai manfaat untuk kulit, menjadikannya bahan populer dalam banyak rutinitas perawatan kulit. Niacinamide membantu memperkuat lapisan pelindung kelembapan kulit dengan mendukung produksi lipid esensial seperti ceramide, yang pada gilirannya mengurangi dehidrasi.
Bahan ini juga merangsang produksi kolagen, membantu meningkatkan elastisitas kulit sekaligus meminimalkan tampilan garis-garis halus dan kerutan. Selain itu, niacinamide bekerja untuk menyeimbangkan produksi minyak berlebih, memudarkan bintik-bintik gelap dan pigmentasi, serta menenangkan kemerahan atau bercak yang tidak merata.
Sebagai manfaat tambahan, sifat antioksidannya membantu melindungi kulit dari stresor lingkungan, membuat kulit tampak lebih sehat dan bercahaya. Tak heran, niacinamide kerap digunakan untuk mengatasi beberapa permasalahan kulit.
3. Mengapa niacinamide tidak boleh dicampur dengan glycolic acid
Glycolic acid adalah sejenis asam alfa-hidroksi (AHA), yang banyak digunakan dalam perawatan kulit karena sifat pengelupasannya. Dengan lembut mengangkat sel-sel kulit mati dari permukaan, asam glikolat membantu menampakkan kulit yang lebih halus dan cerah. Selain memperbaiki tekstur dan kecerahan, asam glikolat juga mendukung produksi kolagen, yang seiring waktu dapat mengurangi tampilan garis-garis halus dan kerutan.
Meskipun banyak bahan perawatan kulit bekerja dengan baik jika digunakan secara berlapis, glycolic acid dan niacinamide sebaiknya tidak diaplikasikan secara bersamaan. Alasannya terletak pada perbedaan tingkat pH keduanya. Asam glikolat bekerja dalam lingkungan asam (sekitar pH 3–4), sedangkan niacinamide lebih efektif pada pH yang lebih tinggi, sekitar 6. Jika digunakan bersama, niacinamide dapat menetralkan glycolic acid, mengurangi manfaat pengelupasan dan meningkatkan risiko reaksi kulit seperti kemerahan atau gatal.
Untuk menghindari iritasi sambil tetap menikmati manfaat keduanya, lebih baik memisahkan penggunaannya. Babes dapat memilih produk perawatan kulit yang sudah diformulasikan secara profesional untuk mengandung kedua bahan tersebut, atau menggunakannya secara bergantian dalam rutinitasmu pada hari yang berbeda. Misalnya, gunakan glycolic acid pada hari-hari tertentu dan beralih ke niacinamide pada hari-hari lainnya. Cara ini memungkinkan setiap bahan bekerja secara optimal sambil menjaga kulit kamu tetap tenang dan seimbang.
4. Mengapa niacinamide tidak boleh dicampur dengan salicylic acid
Salicylic acid adalah jenis asam beta hidroksi, atau BHA. Asam ini secara alami berasal dari sumber seperti kulit pohon willow putih dan daun wintergreen, meskipun juga dapat dibuat di laboratorium.
Asam salisilat paling populer untuk mengatasi jerawat karena membantu mengurangi peradangan, mengelupas kulit dengan lembut, dan mengontrol minyak berlebih. Kamu dapat menemukan asam salisilat dalam berbagai produk perawatan kulit, mulai dari pembersih, toner, dan pelembap hingga serum, masker, peeling, dan perawatan jerawat. Bahkan termasuk dalam sabun mandi yang ditujukan untuk area yang rentan berjerawat.
Mencampur produk salicylic acid dan produk yang mengandung niacinamide, atau melapisi keduanya secara bersamaan, sangat tidak disarankan. Hal ini terutama karena keduanya bekerja paling efektif pada tingkat pH (keasaman) yang sangat berbeda.
Untuk penyerapan dan efektivitas optimal, produk asam salisilat diformulasikan dengan pH asam antara 3 dan 4. Namun, niasinamida bekerja paling baik pada pH yang lebih netral, biasanya sekitar 6. Mencampur keduanya atau melapisi keduanya secara langsung akan mengurangi kemampuan penetrasi dan kinerja salah satu atau keduanya. Selain itu, bagi kamu dengan kulit sensitif, iritasi lebih mudah terjadi ketika kedua kandungan ini dicampur.