Retinol VS AHA, Mana yang Lebih Ramah Pemula?

Redaksi 2 28 Jan 2026

Cosmo babes, kalau kamu baru mulai serius di dunia skincare, pasti sering banget mendengar dua nama ingredients skincare paling terkenal, yaitu Retinol dan AHA. 

Keduanya terkenal super powerful untuk membuat kulit lebih glowing, halus, dan sehat. Tapi… sering juga bikin bingung.

“Aku pemula, enaknya mulai dari mana ya?”
“Retinol katanya bagus banget, tapi kok banyak yang iritasi?”
“AHA lebih aman gak sih?”

Tenang Cosmo babes, berikut Cosmo sudah rangkumkan beberapa hal mengenai Retinol dan AHA supaya kamu tidak salah pilih. Yuk, simak!


Kenalan Dulu dengan Retinol VS AHA


1. Pertama, retinol

Retinol adalah turunan vitamin A yang bekerja jauh ke dalam lapisan kulit.

Fungsinya bukan main-main karena bisa membantu mempercepat regenerasi sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen.

Makanya, retinol sering dijuluki sebagai bahan aktif anti-aging andalan.

Beberapa manfaat utama retinol antara lain:

  • Membantu menyamarkan garis halus dan kerutan
  • Menghaluskan tekstur kulit
  • Memudarkan bekas jerawat
  • Membuat kulit tampak lebih kencang dan sehat

Nah, akan tetapi… karena kerjanya cukup “intense”, retinol sering membuat kulit mengalami fase penyesuaian di awal.

Kulit bisa terasa kering, sedikit perih, bahkan mengelupas ringan. Ini normal, tapi bisa bikin kaget kalau belum siap.

Retinol juga wajib dipakai malam hari dan harus dibarengi sunscreen di pagi hari karena kulit jadi lebih sensitif terhadap matahari.

Apakah kamu sudah memahami hal-hal di atas, girls?

Baca juga: Tips Agar Kulit Bebas Kering & Tetap Lembap Saat Liburan Musim Dingin


2. Sekarang giliran AHA

AHA atau Alpha Hydroxy Acid adalah bahan eksfoliasi yang bekerja di permukaan kulit. Biasanya berasal dari buah atau susu, seperti glycolic acid atau lactic acid.

Tugas utama AHA adalah mengangkat sel kulit mati yang membuat wajah terlihat kusam dan kasar.

Nah, manfaat AHA yang paling terasa adalah:

  • Kulit jadi lebih cerah
  • Tekstur lebih halus
  • Makeup lebih nempel
  • Membantu pori terlihat lebih bersih

Dibandingkan retinol, AHA cenderung lebih gentle, apalagi kalau dipakai dengan kadar rendah.

Sensasi tingling ringan biasanya normal, tapi jarang sampai yang membuat iritasi berat jika digunakan dengan benar.


3. Perbedaan utama retinol dan AHA

Walaupun sama-sama membuat kulit glowing, cara kerjanya berbeda banget.

Retinol bekerja dari dalam kulit untuk memperbaiki struktur dan regenerasi sel. Efeknya kuat, terutama untuk anti-aging dan bekas jerawat yang membandel.

Sedangkan AHA fokus di lapisan luar kulit untuk membersihkan sel mati dan memperbaiki tampilan permukaan kulit agar lebih cerah dan halus.

Kalau dianalogikan, retinol itu seperti renovasi besar-besaran dari dalam rumah. Di samping itu, AHA kayak bersih-bersih dan poles lantai biar rumah kelihatan kinclong.

Baca juga: Lip Product Kamu Cepat Basi? Ini Cara Merawatnya!


4. Kelebihan dan kekurangan retinol

Kelebihannya, retinol memberikan hasil jangka panjang yang luar biasa untuk tekstur kulit, tanda penuaan, dan bekas jerawat.

Kalau sudah cocok, kulit bisa berubah jauh lebih sehat dan glowing.

Akan tetapi, kekurangannya, perlu kesabaran dan adaptasi nih kalau kamu mau pakai bahan yang satu ini.

Risiko iritasi lebih besar untuk pemula, dan penggunaannya harus ekstra hati-hati.


5. Kelebihan dan kekurangan AHA

AHA unggul dalam memberikan hasil cepat untuk kulit kusam dan kasar. Biasanya lebih mudah diterima oleh kulit pemula, dan efek glowing bisa terasa dalam beberapa minggu.

Kekurangannya, AHA tidak bekerja sedalam retinol. Jadi untuk anti-aging intens, hasilnya memang lebih lambat.

Namun, kamu tahu kan kalau prinsip skincare adalah seperti marathon, bukan sprint? Yang penting konsisten, pelan-pelan, dan dengarkan kondisi kulitmu~

Baca juga: Ini Dia Cara Agar Blush On Awet Seharian!


Retinol VS AHA, Mana yang Lebih Ramah Pemula?


Jawabannya… AHA dulu, girls!

Untuk kamu yang baru mulai pakai bahan aktif, AHA jauh lebih friendly dan aman. Kulit bisa belajar beradaptasi dengan eksfoliasi tanpa langsung “kaget”.

AHA membantu membersihkan sel kulit mati, memperbaiki tekstur, dan membuat wajah lebih cerah sebagai pondasi kulit sehat.

Setelah kulit sudah terbiasa dan stabil (biasanya sekitar 1-2 bulan), barulah kamu bisa mulai mempertimbangkan retinol secara perlahan.


1. Kapan retinol jadi pilihan tepat?

Retinol cocok kalau kamu sudah terbiasa menggunakan exfoliating products, dimana kulit sudah tidak mudah iritasi, dan kamu masih memiliki concern garis halus serta bekas jerawat tekstur.

Mulainya juga harus pelan-pelan, misalnya 1-2 kali seminggu dulu.


2. Bolehkah pakai AHA dan retinol bersamaan?

Boleh, tapi jangan di waktu yang sama, ya!

Idealnya, AHA di malam tertentu, retinol di malam lainnya. Ini membantu kulit mendapatkan manfaat maksimal tanpa over-exfoliation.


So, girls, kalau kamu masih pemula skincare, mulailah dari AHA, karena lebih gentle dan hasilnya cepat terlihat.

Nah, kalau kulit sudah siap naik level, retinol adalah hero anti-aging yang worth it banget.


(Fishya Elvin/Images: Mike Murray, SHVETS production, and anfel lanane on Pexels)