Salicylic Acid Tidak Boleh Dicampur Dengan Kandungan Ini, Hati-Hati!

Redaksi 30 Jan 2026

Salicylic acid atau asam salisilat yang umumnya dikenal sebagai asam beta hidroksi (BHA) adalah bahan pengelupas yang ampuh, bekerja dengan memecah ikatan yang membuat sel-sel kulit mati menempel di permukaan. 

Berkat sifatnya yang larut dalam minyak, asam salisilat dapat menembus jauh ke dalam lapisan pori untuk membersihkan penumpukan dari dalam. Kemampuan unik ini membuatnya sangat efektif dalam meminimalkan jerawat, termasuk komedo hitam dan putih, sekaligus membantu menenangkan dan melembutkan kulit.

Berikut, Cosmo bagikan salicylic acid tidak boleh dicampur dengan kandungan ini.

1. Asam glikolat

Asam glikolat adalah asam alfa-hidroksi yang berasal dari tebu dan dikenal karena sifat pengelupasannya yang kuat. Mirip dengan asam salisilat, asam glikolat membantu mengangkat sel kulit mati, mendorong pergantian sel yang sehat, dan bekerja untuk memperbaiki warna kulit yang tidak merata. Asam salisilat sama efektifnya, menargetkan pengelupasan sekaligus meningkatkan kilau untuk kulit yang lebih segar dan tampak lebih muda. 

Namun, menggunakan keduanya sekaligus dapat terlalu intens untuk kulit, berpotensi menyebabkan kekeringan, kemerahan, atau iritasi. Meskipun umum ditemukan keduanya diformulasikan bersama dalam satu produk, yang umumnya aman, perhatian ekstra harus diberikan saat menggabungkannya dari produk yang berbeda, karena ini dapat meningkatkan kekuatannya. Untuk menikmati manfaat keduanya tanpa membebani kulit, pertimbangkan untuk menggunakannya secara bergantian pada hari yang berbeda.

2. Benzoil peroksida

Benzoil peroksida adalah antiseptik topikal yang terkenal, umumnya ditemukan dalam krim, gel, dan losion, yang dirancang untuk mengobati jerawat ringan hingga sedang. Bagi mereka yang sering mengalami jerawat, benzoil peroksida dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi noda dan membantu membersihkan kulit. Namun, perlu berhati-hati saat menggabungkan benzoil peroksida dengan bahan aktif lainnya, terutama asam salisilat.

Asam salisilat sama efektifnya dalam mengatasi jerawat, tetapi penggunaan kedua bahan aktif tersebut secara bersamaan tidak disarankan. Penggunaan secara berlapis dapat menghilangkan kelembapan kulit, menyebabkan kekeringan, kemerahan, dan iritasi. Untuk meminimalkan sensitivitas dan memaksimalkan hasil, sebaiknya gunakan secara bergantian, baik pada hari yang berbeda atau pada waktu yang berbeda dalam sehari.

Memilih di antara keduanya pada akhirnya bergantung pada kebutuhan kulit kamu. Asam salisilat bekerja dengan baik untuk komedo dan penyumbatan ringan, sedangkan benzoil peroksida lebih cocok untuk jerawat yang meradang dan iritasi. Keduanya dapat memberikan hasil yang mengesankan jika digunakan dengan benar, tetapi berkonsultasi dengan profesional perawatan kulit dapat membantu memastikan rutinitas yang paling efektif dan ramah kulit.

3. Retinol

Sebagai bahan pokok dalam banyak rutinitas perawatan kulit, retinol adalah turunan vitamin A yang dikenal karena kemampuannya mengecilkan pori-pori, mendorong pergantian sel yang sehat, dan membantu menjaga kadar kolagen alami kulit. Manfaat ini menghasilkan kulit yang lebih kencang dan elastis, kulit yang lebih cerah, dan pengurangan garis-garis halus yang terlihat seiring waktu. 

Meskipun tidak dapat disangkal ampuh, retinol membutuhkan kombinasi yang tepat, terutama jika dipadukan dengan bahan aktif lainnya seperti asam salisilat. Karena retinol dapat mengeringkan atau menyebabkan sensitivitas, terutama bagi pengguna pertama kali, memadukannya dengan eksfolian kuat lainnya dapat membuat kulit kewalahan. Menggabungkan keduanya dapat meningkatkan risiko iritasi, kemerahan, dan pengelupasan.

Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari keduanya tanpa mengganggu lapisan pelindung kulitmu, sebaiknya pisahkan penggunaannya, oleskan asam salisilat di pagi hari dan gunakan retinol di malam hari, atau gunakan secara bergantian di hari yang berbeda. Pendekatan ini memungkinkan kamu untuk menikmati manfaatnya sambil menjaga kulit tetap tenang, seimbang, dan sehat.

4. Produk asam salisilat terbaik untuk digunakan

Dikenal karena kemampuannya membersihkan, asam salisilat adalah bahan unggulan, terutama untuk membersihkan, menyegarkan, dan mengelupas kulit. Ia bekerja jauh di dalam pori-pori untuk memperbaiki tekstur kulit, menjadikannya pilihan yang andal untuk mencegah jerawat dan meningkatkan kecerahan kulit secara keseluruhan. 

Pads yang diformulasikan dengan 2% asam salisilat, bisa menjadi salah satu perawatan yang sangat efektif setelah membersihkan wajah, membantu menyegarkan kulit, meminimalkan tampilan pori-pori, dan meningkatkan tampilan kulit yang lebih bersih.

Bagi Babes yang lebih menyukai pengelupasan kulit secara langsung, masker charcoal clay mask yang diperkaya dengan asam salisilat menawarkan yang terbaik dari kedua dunia dengan menggabungkan pengelupasan kimia dengan pengelupasan fisik yang lembut. Cocok untuk wajah dan tubuh, jenis masker ini mudah diaplikasikan dan membantu mengangkat kotoran sekaligus membuat kulit tampak lebih halus dan bercahaya hanya dalam beberapa menit.

Meskipun menemukan toner atau pengelupas yang tepat mungkin membutuhkan beberapa percobaan, produk yang mengandung asam salisilat dikenal memberikan hasil yang konsisten dan terlihat. Menambahkan bahan ini ke dalam rutinitas kamu dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mendapatkan kulit yang tampak lebih sehat.