Apakah Korset Bisa Mengecilkan Perut?

Redaksi 30 Jan 2026

Bentuk tubuh jam pasir masih menjadi standar siluet idaman banyak perempuan. Tak heran, berbagai cara pun ditempuh demi mendapatkan lekuk tubuh yang lebih proporsional, terutama solusi yang hasilnya bisa terlihat secara instan. Salah satu yang kerap jadi andalan adalah korset.

Meski sering dianggap sebagai fashion item lawas, korset nyatanya belum kehilangan pesonanya. Justru, fungsinya sebagai pembentuk siluet cepat membuatnya tetap relevan hingga kini. Dengan beragam model dan klaim manfaat, korset dipercaya mampu membantu merampingkan perut dalam waktu singkat.

Tapi, apakah korset bisa mengecilkan perut? Nih, Cosmo ulas jawabannya untuk kamu.

1. Apa itu korset?

Korset biasanya dirancang sebagai sabuk elastis atau terstruktur yang dikenakan di sekitar bagian tengah tubuh. Fungsinya adalah untuk menopang perut, membentuk kontur tubuh secara halus, dan mendorong postur tubuh yang lebih baik saat dikenakan.

Korset sering digunakan selama rutinitas harian atau latihan berdampak rendah untuk menciptakan rasa dukungan inti dan langsung memberikan ilusi pinggang yang lebih ramping. Meskipun kompresi dapat membuat pinggang terlihat lebih ramping dan membantu menjaga tubuh tetap tegak, perlu dicatat bahwa korset pembentuk pinggang sebenarnya tidak mengurangi lemak tubuh. Perannya murni kosmetik dan pendukung, menawarkan pembentukan sementara daripada manfaat penurunan berat badan jangka panjang.

2. Jenis-Jenis Korset yang Harus Diketahui

  1. Korset Tradisional
    Sering disebut sebagai korset "sejati" atau historis, jenis ini dirancang untuk membentuk pinggang secara dramatis. Terbuat dari kain tahan lama seperti coutil, brokat, atau kulit, dan diperkuat dengan tulang baja, korset ini memberikan kompresi yang kuat dan pas yang kaku.
    Dikencangkan dengan tali di bagian belakang, korset tradisional memungkinkan pengencangan bertahap dan umumnya digunakan untuk pelatihan pinggang atau tujuan estetika. Pilihan ini paling baik bagi mereka yang mencari pembentukan yang signifikan daripada dukungan ringan untuk sehari-hari.
  2. Korset Pelatih Pinggang Lateks
    Korset pelatih pinggang lateks adalah pakaian kompresi modern yang dibuat untuk memberikan tampilan pinggang yang lebih ramping tanpa pembentukan yang ekstrem. Populer untuk pemakaian sehari-hari dan olahraga, korset ini juga membantu menopang postur tubuh.
    Biasanya dibuat dengan lateks tebal, tulang yang fleksibel, dan lapisan dalam yang lembut, korset ini menggunakan pengait dan kancing untuk kompresi yang dapat disesuaikan. Meskipun efektif untuk membentuk pinggang, korset ini bekerja paling baik jika dipadukan dengan gaya hidup sehat—bukan sebagai solusi tunggal.
  3. Korset Pascapersalinan
    Dirancang untuk mendukung pemulihan setelah melahirkan, korset pascapersalinan membantu menstabilkan area perut setelah persalinan normal atau operasi caesar. Biasanya terbuat dari bahan yang lembut, bernapas, dan elastis untuk kenyamanan sepanjang hari.
    Tersedia dalam gaya lilitan atau korset dengan penutup velcro atau kait, beberapa versi juga dilengkapi dengan tulang penyangga ringan dan kain berlapis untuk dukungan ekstra tanpa mengorbankan kenyamanan.

 3. Bisakah Korset Mengurangi Lemak Perut?

Korset telah lama digunakan untuk menciptakan siluet ramping seperti jam pasir. Dengan kembalinya korset di era modern, banyak yang percaya bahwa korset dapat membantu mengecilkan lemak perut. Pada kenyataannya, klaim tersebut tidak sepenuhnya benar.

Korset memang dapat membuat pinggang terlihat lebih kecil secara instan dengan menekan bagian tengah tubuh. Tetapi efeknya hanya bertahan selama kamu memakainya, setelah dilepas, pinggang akan kembali normal.

Dengan menekan perut, korset menggeser lemak dan jaringan lunak untuk sementara waktu. Ini menciptakan penampilan yang lebih ramping, bukan pengurangan lemak yang sebenarnya. Pembakaran lemak membutuhkan pengeluaran kalori, bukan tekanan eksternal.

4. Kemungkinan Masalah Kesehatan

Ketika mengenakan korset, kamu juga perlu hati-hati. Memakai korset terlalu ketat atau terlalu lama dapat membatasi pernapasan, menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan, dan melemahkan otot inti. Dalam kasus yang parah, kompresi yang berlebihan dapat mengganggu aliran darah atau fungsi organ.