Hati-hati! Scrolling Tanpa Henti Ternyata Bisa Menguras Emosi
Awalnya hanya berniat melihat satu atau dua unggahan. Tapi tanpa terasa, jarimu terus bergerak, menit berubah jadi jam, dan ketika layar akhirnya ditutup, perasaanmu justru tidak lebih baik. Alih-alih terhibur, kamu merasa lelah, gelisah, atau bahkan kosong. Fenomena ini semakin sering terjadi, terutama di tengah rutinitas padat yang membuat media sosial terasa seperti pelarian cepat.
Padahal, tidak semua bentuk istirahat benar-benar memulihkan. Scrolling tanpa henti justru bisa menguras energi emosional secara perlahan. Jika kamu sering merasa capek setelah bermain ponsel, ada penjelasan psikologis di baliknya.
Berikut penjelasan mengapa scrolling tanpa henti bisa menguras emosi, dan kenapa tubuh serta pikiranmu merespons dengan cara seperti itu.
1. Otak Terpapar Stimulus Tanpa Jeda
Setiap unggahan membawa emosi, informasi, dan konteks yang berbeda. Menurut Frontiers in Psychology (2018), paparan stimulus yang terus-menerus tanpa waktu pemrosesan dapat menyebabkan kelelahan kognitif. Saat kamu scrolling tanpa henti, otak tidak punya kesempatan untuk mencerna atau beristirahat, sehingga muncul rasa lelah meski tubuh tidak bergerak.
2. Emosi Ikut Naik Turun Tanpa Disadari
Dalam satu sesi scrolling, kamu bisa melihat konten lucu, menyentuh, menyebalkan, hingga memicu kecemasan. Studi dalam Journal of Affective Disorders (2020) menunjukkan bahwa fluktuasi emosi yang cepat dan berulang dapat menguras regulasi emosi. Akibatnya, kamu merasa capek secara emosional tanpa tahu penyebab pastinya.
3. Perbandingan Sosial Terjadi Secara Otomatis
Media sosial mendorong perbandingan, bahkan saat kamu tidak berniat melakukannya. Penelitian di Computers in Human Behavior (2019) menemukan bahwa scrolling pasif meningkatkan kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain, yang berkaitan dengan penurunan mood dan kepuasan hidup. Inilah salah satu alasan kenapa scrolling tanpa henti bisa menguras emosi, terutama jika dilakukan saat kamu sedang lelah.
4. Sistem Reward Otak Terus Dipancing
Likes, video pendek, dan konten baru memicu pelepasan dopamin. Namun, menurut Journal of Behavioral Addictions (2021), sistem reward yang dipicu secara terus-menerus justru membuat otak cepat lelah dan sulit merasa puas. Setelah scrolling lama, kamu mungkin merasa hampa karena otak sudah “kenyang” tapi tidak benar-benar terpuaskan.
5. Scrolling Mengganti Istirahat yang Sebenarnya
Banyak orang menggunakan scrolling sebagai pengganti istirahat, padahal efeknya berbeda. Studi dalam Sleep Health Journal (2020) menunjukkan bahwa paparan layar berlebihan, terutama di waktu istirahat, berkaitan dengan kelelahan mental dan kualitas tidur yang menurun. Tubuhmu diam, tapi pikiranmu tetap bekerja keras.
Scrolling bukan musuh, tapi kebiasaan tanpa batas bisa berdampak besar pada emosi. Ketika kamu mulai merasa lelah setelah bermain ponsel, itu bukan karena kurang bersyukur atau terlalu sensitif. Itu sinyal bahwa scrolling tanpa henti bisa menguras emosi, dan tubuhmu sedang meminta jeda yang lebih nyata. Mengganti sebagian waktu scrolling dengan istirahat yang benar-benar memulihkan adalah bentuk kepedulian kecil pada kesehatan mentalmu sendiri.