Situationship: Kenapa Banyak Orang Nyaman di Hubungan Tanpa Status?
Akhir-akhir ini, istilah situationship makin sering terdengar. Hubungan terasa dekat, intens, dan penuh perhatian, tapi tanpa label yang jelas. Kamu dan dia berbagi cerita, saling menemani, bahkan cemburu, namun ketika ditanya soal status, jawabannya mengambang. Anehnya, meski sering membingungkan, banyak orang justru bertahan dan merasa “cukup nyaman” di posisi ini.
Situationship bukan sekedar tren, tapi juga cerminan perubahan cara manusia menjalin relasi di era modern. Lalu kenapa banyak orang nyaman di hubungan tanpa status?
Berikut jawaban dari sisi psikologi yang ternyata melibatkan kebutuhan emosional, dinamika sosial, dan cara individu menghadapi komitmen. Simak, yuk!
1. Situationship Dianggap Memberi Kedekatan Tanpa Tekanan Komitmen
Situationship menawarkan keintiman emosional tanpa tuntutan formal. Menurut Journal of Social and Personal Relationships (2019), sebagian orang menginginkan kedekatan, tetapi belum siap dengan tanggung jawab dan ekspektasi jangka panjang. Hubungan tanpa status memberi rasa “punya”, tanpa harus mengambil keputusan besar yang terasa menekan.
2. Dianggap Fleksibel Tanpa Kehilangan Kebebasan
Bagi sebagian orang, label hubungan diasosiasikan dengan kehilangan ruang pribadi. Studi dalam Personality and Individual Differences (2020) menunjukkan bahwa individu dengan kebutuhan otonomi tinggi cenderung menghindari komitmen yang dianggap membatasi. Situationship menjadi jalan tengah, tetap dekat, tapi merasa bebas.
3. Pengaruh Budaya Kencan Modern
Aplikasi kencan dan media sosial memperluas pilihan relasi. Menurut Computers in Human Behavior (2021), persepsi bahwa selalu ada alternatif lain membuat komitmen terasa lebih sulit diambil. Dalam konteks ini, hubungan tanpa status menjadi zona aman, tidak sepenuhnya sendiri, tapi juga tidak terikat penuh.
4. Kebutuhan Emosional yang Terpenuhi Sementara
Situationship sering bertahan karena kebutuhan emosional dasar tetap terpenuhi, seperti ditemani, didengarkan, dan merasa diinginkan. Penelitian di Journal of Affective Disorders (2020) menyebutkan bahwa rasa terhubung secara emosional dapat menurunkan kesepian, meski relasi tersebut tidak jelas arahnya. Inilah alasan kenapa banyak orang nyaman di hubungan tanpa status, setidaknya untuk sementara waktu.
5. Berharap Bisa Menghindari Risiko Luka yang Lebih Dalam
Komitmen berarti kemungkinan kehilangan yang lebih besar. Menurut Attachment & Human Development (2018), individu dengan attachment tidak aman cenderung memilih hubungan ambigu untuk melindungi diri dari penolakan. Dengan tidak memberi label, mereka merasa punya jarak aman jika suatu saat hubungan berakhir.
Situationship mungkin terasa menyenangkan sementara, tapi juga bukan tanpa konsekuensi. Kenyamanan yang terasa sekarang bisa berubah menjadi kebingungan atau luka jika kebutuhan dan harapan tidak sejalan. Ingat, hubungan yang sehat bukan soal ada atau tidaknya label, tapi soal kejelasan, kesepakatan, dan rasa saling menghargai.




