Monkey-Barring: Kenapa Ada Orang yang Sulit Mengakhiri Hubungan Sebelum Menemukan Pengganti?
Pernah melihat seseorang yang seolah-olah tidak pernah benar-benar sendirian setelah sebuah hubungan berakhir? Belum selesai dengan pasangan lama, sudah terlihat dekat dengan orang baru. Atau, baru saja putus, tapi ternyata sudah memiliki seseorang yang siap menjadi tempat berlabuh berikutnya. Fenomena seperti ini belakangan sering disebut monkey-barring, istilah populer untuk menggambarkan kebiasaan berpindah dari satu hubungan ke hubungan lain tanpa benar-benar memberi jeda di antaranya.
Istilah tersebut berasal dari gambaran seekor monyet yang berpindah dari satu dahan ke dahan lain sambil tetap memegang dahan sebelumnya. Dalam konteks hubungan, seseorang mungkin sulit melepaskan pasangan lama sebelum merasa sudah memiliki “pegangan” baru. Tentu, tidak semua orang yang cepat memiliki pasangan baru melakukan hal ini. Namun, ada beberapa alasan psikologis yang dapat membantu menjelaskan mengapa seseorang sulit mengakhiri hubungan tanpa menemukan pengganti terlebih dahulu. Simak yuk!
Takut Menghadapi Kesendirian
Bagi sebagian orang, hubungan memberikan rasa aman, rutinitas, dan teman untuk berbagi berbagai hal. Ketika hubungan berakhir, yang hilang bukan hanya pasangan, tapi juga kebiasaan sehari-hari. Karena itu, kesendirian bisa terasa menakutkan. Penelitian dalam Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa kebutuhan untuk merasa terhubung dengan orang lain merupakan bagian penting dari kesejahteraan psikologis. Mencari orang baru sebelum hubungan lama benar-benar berakhir bisa menjadi salah satu cara seseorang menghindari rasa kosong tersebut.
Hubungan Baru Menjadi “Jembatan” untuk Keluar
Memiliki seseorang yang baru dapat membuat proses meninggalkan hubungan lama terasa lebih mudah. Ada perasaan bahwa setelah pergi, masih ada orang lain yang bisa memberikan perhatian. Dalam kondisi tertentu, hubungan baru akhirnya berfungsi seperti jembatan emosional dari satu hubungan menuju hubungan berikutnya. Namun, ini tidak berarti setiap hubungan yang dimulai setelah putus merupakan rebound. Konteks dan alasan seseorang memulai hubungan baru tetap berbeda-beda.
Takut Kehilangan Perhatian dan Validasi
Bagi sebagian orang, perhatian dari pasangan dapat memberikan rasa dihargai dan diinginkan. Ketika hubungan berakhir, hilangnya perhatian tersebut bisa terasa seperti kehilangan bagian dari diri sendiri. Akhirnya, mencari orang baru menjadi cara untuk mendapatkan kembali validasi. Padahal, rasa berharga sebaiknya tidak sepenuhnya bergantung pada apakah ada seseorang yang sedang memberikan perhatian atau tidak.
Sudah Terbiasa Selalu Berada dalam Hubungan
Ada orang yang memang hampir selalu menjalani hubungan dari waktu ke waktu. Setelah hubungan berakhir, mereka tidak terbiasa menghadapi kehidupan sebagai individu tanpa pasangan. Rutinitas yang sebelumnya dilakukan berdua harus dilakukan sendiri, dan perubahan tersebut membutuhkan penyesuaian. Dalam situasi seperti ini, mencari pasangan baru dapat terasa lebih mudah daripada belajar menikmati kehidupan sendiri terlebih dahulu.
Belum Selesai dengan Hubungan Lama
Alasan lainnya adalah seseorang mungkin belum benar-benar memproses perasaan dari hubungan sebelumnya. Namun, ketika langsung masuk ke hubungan baru, kesedihan, kecewa, atau konflik yang belum terselesaikan bisa ikut terbawa. Penelitian mengenai breakup recovery menunjukkan bahwa proses pemulihan setelah putus dapat melibatkan penyesuaian emosional dan pembangunan kembali identitas diri. Jadi, memberi diri sendiri waktu setelah hubungan berakhir dapat membantu seseorang memahami apa yang sebenarnya terjadi sebelum kembali menjalin hubungan.
Jadi, fakta mengenai monkey-barring, kenapa ada orang yang sulit mengakhiri hubungan sebelum menemukan pengganti? Jawabannya bisa berkaitan dengan banyak hal, mulai dari takut kesepian, kebutuhan akan validasi, kebiasaan selalu memiliki pasangan, hingga kesulitan menghadapi perubahan setelah hubungan berakhir.
Namun, memiliki pasangan baru dengan cepat tidak otomatis berarti seseorang sedang melakukan monkey-barring. Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi berakhirnya hubungan. Yang perlu diperhatikan adalah apakah hubungan baru benar-benar dibangun karena ketertarikan dan kesiapan, atau hanya digunakan untuk menghindari rasa tidak nyaman setelah kehilangan seseorang.
Pada akhirnya, mampu berada sendiri bukan berarti kamu tidak membutuhkan cinta. Justru, mengenal dirimu ketika tidak sedang bergantung pada hubungan dapat membantumu memasuki hubungan berikutnya dengan pilihan yang lebih sadar.