“Chalant” Jadi Standar Dating Baru? Ini Tanda Seseorang Benar-Benar Menunjukkan Ketertarikan
Dalam dunia dating, sikap terlalu cuek atau nonchalant pernah dianggap menarik. Seseorang yang tidak terlalu sering menghubungi, tidak buru-buru menunjukkan perasaan, dan seolah tidak terlalu peduli justru dianggap punya daya tarik tersendiri. Namun, belakangan muncul istilah “chalant” sebagai kebalikan dari nonchalant, yaitu seseorang yang berani menunjukkan ketertarikan, terbuka, dan tidak membuat orang lain menebak-nebak perasaannya. Istilah ini memang bukan istilah psikologi resmi, melainkan slang yang berkembang di media sosial dan dunia dating.
Perubahan ini menarik karena mungkin kamu mulai lelah dengan pola pendekatan yang membuatmu terus bertanya, “dia sebenarnya suka atau tidak?” Chalant dating bukan berarti seseorang harus mengirim pesan setiap menit atau memberikan perhatian berlebihan. Intinya lebih sederhana yaitu ada usaha yang terlihat, komunikasi yang jelas, dan ketertarikan yang tidak sengaja disembunyikan demi terlihat “cool”. Lalu, seperti apa tanda seseorang benar-benar menunjukkan ketertarikan?
1. Dia Tidak Membuatmu Terus Menebak
Orang yang tertarik kepadamu tidak harus selalu membalas pesan dengan cepat. Setiap orang memiliki kesibukan dan gaya komunikasi berbeda. Namun, secara umum, kamu bisa melihat adanya kejelasan dalam sikapnya. Dia menunjukkan bahwa dirinya memang ingin mengenalmu, bukan membuatmu terus menebak apakah hubungan ini akan berkembang atau tidak. Dalam penelitian tentang perceived partner responsiveness, kemampuan pasangan untuk menunjukkan bahwa ia memahami, memvalidasi, dan peduli terhadap orang lain dipandang sebagai bagian penting dalam membangun keintiman.
2. Dia Berinisiatif, Bukan Hanya Merespons
Ketertarikan tidak hanya terlihat dari bagaimana seseorang menjawab ketika kamu menghubunginya, tapi juga dari apakah dia sesekali mengambil langkah terlebih dahulu. Misalnya, mengajak bertemu, menanyakan kabarmu, mengingat sesuatu yang pernah kamu ceritakan, atau mencari kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama. Kamu tidak harus menghitung siapa yang mengirim pesan lebih dulu. Yang lebih penting adalah melihat apakah usaha tersebut terasa timbal balik atau kamu terus menjadi satu-satunya orang yang menggerakkan hubungan.
3. Dia Berani Menunjukkan Perhatian
Chalant bukan berarti harus menjadi romantis secara berlebihan. Perhatian kecil justru sering lebih bermakna karena terasa personal. Dia mungkin mengingat minuman favoritmu, menanyakan bagaimana pekerjaanmu setelah tahu kamu sedang sibuk, atau memastikan kamu sudah sampai rumah. Studi mengenai partner responsiveness menunjukkan bahwa merasa pasangan memahami dan peduli terhadap kebutuhan kita merupakan bagian penting dari pengalaman kedekatan dalam hubungan.
4. Dia Tidak Menganggap Ekspresi Perasaan sebagai Kelemahan
Seseorang yang chalant tidak terlalu sibuk mempertahankan citra seolah-olah tidak peduli. Jika dia senang bertemu denganmu, dia bisa mengatakannya. Jika merindukanmu, dia tidak harus pura-pura biasa saja. Tentu, keterbukaan tetap perlu berjalan bersama batas dan rasa hormat. Namun, penelitian hubungan romantis menunjukkan bahwa respons pasangan terhadap pengalaman emosional satu sama lain berkaitan dengan kualitas hubungan, terutama ketika seseorang merasa benar-benar dipahami.
5. Konsisten antara Perkataan dan Tindakannya
Mungkin ini bagian terpenting dari chalant dating. Seseorang bisa mengatakan bahwa dirinya tertarik, tapi ketertarikan akan lebih mudah dipercaya ketika terlihat dalam perilaku yang konsisten. Dia tidak hanya intens selama beberapa hari lalu menghilang tanpa penjelasan. Studi terbaru pada 2026 yang melibatkan 305 orang dalam hubungan romantis menemukan bahwa perceived partner responsiveness berkaitan dengan kepuasan hubungan dan komitmen. Jadi, bukan seberapa besar seseorang menunjukkan perhatian pada satu momen, melainkan bagaimana perhatian tersebut hadir dari waktu ke waktu.
Mungkin istilah chalant memang baru dan masih berupa bahasa populer, tapi kebutuhan di baliknya sebenarnya cukup familiar. Banyak orang ingin menjalani hubungan tanpa harus terus memainkan permainan “siapa yang lebih tidak peduli”.
Menunjukkan ketertarikan bukan berarti harus selalu tersedia, terlalu intens, atau kehilangan batas pribadi. Kamu tetap membutuhkan ruang dan kehidupanmu sendiri. Namun, seseorang yang memang tertarik biasanya tidak membuatmu harus melakukan seluruh pekerjaan emosional sendirian.
Yups, ketertarikan yang sehat tidak selalu paling keras, tapi cukup jelas untuk dirasakan. Bukan karena dia terus mengejarmu, tapi karena ada usaha, perhatian, keterbukaan, dan konsistensi yang membuatmu tidak perlu terus menerka-nerka posisi dirimu.