Penyebab Jerawat Pasir di Wajah & Cara Mengatasinya

Redaksi 2 ● 03 Oct 2026

Cosmo babes, kulit wajah kamu tidak berjerawat meradang, tapi terasa kasar saat diraba serta banyak bintik-bintik kecil yang bertebaran di pipi, dahi, atau dagu?

Itu kemungkinan besar adalah jerawat pasir, atau yang dalam bahasa sehari-hari sering disebut bruntusan.

Meski tidak semenyakitkan jerawat besar yang meradang, jerawat pasir tetap bikin tidak nyaman dan cukup mengganggu penampilan, terutama saat mau pakai makeup atau saat bare-faced.

Sebelum buru-buru cari obat atau treatment, yuk kenali dulu penyebabnya supaya penanganannya juga tepat melalui rangkuman Cosmo di bawah ini!


Apa Itu Jerawat Pasir?


Jerawat pasir dapat terlihat seperti benjolan kecil di bawah permukaan kulit atau menonjol melalui kulit seperti butiran pasir.

Jenis jerawat ini biasanya tidak meradang dan tidak menimbulkan rasa sakit, dan cenderung menjadi pemicu komedo hitam dan komedo putih.

Kemunculannya yang mengelompok dalam jumlah banyak inilah yang membuat tekstur kulit jadi terasa tidak rata, berbeda dari jerawat meradang yang biasanya muncul satu atau beberapa titik saja.

Baca juga: Manfaat Color Corrector Kuning yang Belum Kamu Ketahui


Penyebab Jerawat Pasir di Wajah

 

1. Produksi minyak berlebih dan penumpukan sel kulit mati

Penyebab jerawat pasir biasanya terbentuk ketika minyak berlebih dan sel kulit mati menghalangi kelenjar penghasil minyak di kulit.

Kalau pori-pori sudah tersumbat, bakteri yang sebenarnya hidup tidak berbahaya di permukaan kulit bisa mulai berkembang dan memicu peradangan ringan, dan hasilnya adalah jerawat pasir yang bertebaran di wajah.


2. Ketidakseimbangan hormon

Penyebab jerawat pasir lainnya adalah hormon yang tidak seimbang, stres, pubertas, dan fase menstruasi.

Ini kenapa banyak perempuan yang tiba-tiba bruntusan menjelang atau saat haid. Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron memengaruhi produksi sebum yang akhirnya menyumbat pori-pori.


3. Produk skincare atau makeup yang komedogenik

Produk komedogenik atau produk yang berpotensi menyebabkan komedo dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat pasir.

Hal ini bisa dari pelembap, sunscreen, foundation, atau bahkan produk rambut yang mengenai area dahi.

Kalau kamu baru ganti produk dan tiba-tiba bruntusan, ini adalah tersangka pertama yang perlu dicurigai.


4. Kebiasaan menyentuh wajah dan kurang menjaga kebersihan

Sering menyentuh wajah dengan tangan kotor dan jarang membersihkan wajah setelah memakai riasan adalah dua kebiasaan yang diam-diam berkontribusi besar pada munculnya jerawat pasir.

Bakteri dari tangan dengan mudah berpindah ke wajah dan memperparah penyumbatan pori yang sudah ada.


5. Pola makan dan stres

Konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan dapat memicu peradangan dan meningkatkan risiko jerawat.

Di sisi lain, stres yang tinggi juga bisa menjadi faktor pemicu jerawat pasir karena hormon kortisol yang naik saat stres merangsang kelenjar minyak untuk berproduksi lebih aktif.

Nah, apakah penyebab-penyebab di atas ada yang relate sama kamu, girls?

Baca juga: Apa Itu Ectoin dalam Skincare & Fungsinya? 


Cara Mengatasi Jerawat Pasir di Wajah

 

1. Eksfoliasi dengan salicylic acid

Salicylic acid adalah bahan aktif yang bekerja untuk mengatasi penyumbatan pori-pori dan mengurangi peradangan.

Gunakan toner atau serum dengan kandungan ini dua hingga tiga kali seminggu untuk membantu meluruhkan sel kulit mati dan membersihkan sumbatan dari dalam pori.

Pssst, jangan terlalu sering agar kulit tidak jadi terlalu kering ya, girls.


2. Rutin double cleansing

Untuk membantu mencegah penumpukan minyak dan kulit mati di pori-pori, cuci muka dengan sabun dan air setiap hari.

Gunakan pembersih wajah yang lembut dan jaga kebersihan seluruh tubuh, terutama area yang rentan berjerawat.

Kalau kamu pakai makeup atau sunscreen, pastikan double cleansing menjadi rutinitas malam yang tidak boleh di-skip!


3. Pakai produk non-komedogenik

Cek ulang semua produk yang kamu pakai dari skincare hingga makeup deh, girls.

Pastikan semuanya berlabel non-comedogenic supaya tidak menambah beban penyumbatan pada pori-pori yang sudah sensitif.


4. Perhatikan pola makan

Sayuran hijau dan buah yang kaya antioksidan, serta probiotik yang bagus untuk mengurangi inflamasi dan memperkuat skin barrier bisa membantu kondisi kulit dari dalam. 

Kurangi konsumsi makanan manis dan olahan, dan perbanyak minum air putih~


5. Konsultasi ke dokter kulit

Jerawat pasir parah yang tidak dapat diobati dengan skincare topikal mungkin memerlukan obat oral.

Kalau bruntusan kamu sudah merata di mana-mana dan tidak membaik meski sudah dirawat selama beberapa minggu, ini saatnya konsultasi ke dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Baca juga: Rekomendasi Sunscreen dengan Kandungan Salicylic Acid 


So, girls, jerawat pasir memang tidak semenyakitkan jerawat meradang, tapi bukan berarti bisa diabaikan begitu saja.

Kuncinya ada pada rutinitas kebersihan yang konsisten, pilihan produk yang tepat, dan perhatian gaya hidup dari pola makan hingga manajemen stres.

Tangani dari awal sebelum makin menyebar, dan glass skin bebas bruntusan bukan lagi sekadar angan-angan!


(Fishya Elvin/Images: Ron Lach, cottonbro studio, Rosa Isela Sias Talamantes, and Miriam Alonso on Pexels)