Ragam Tafsir dari Seniman Patung dalam Pameran "Figur" di Teater Salihara
Galeri Salihara menghadirkan pameran "Figur" yang mempertemukan 12 pematung dari lintas generasi. Dibuka pada 1 Oktober 2026, pameran yang dikurasi oleh Asikin Hasan menampilkan karya G. Sidharta Soegijo, Nyoman Nuarta, Dolorosa Sinaga, Yani Mariani, Koko Sondaka, Bambang Winaryo, Dunadi, Purjito, Abdi Setiawan, Adi Gunawan, Alfiah Rahdini, dan Dzikra Afifah. Mengangkat figur sebagai gagasan utama, pameran ini melakukan pendekatan dengan eksplorasi bentuk yang dapat dikembangkan melalui medium, teknik, serta pengalaman artistik yang berbeda.
Dalam pameran "Figur", sosok manusia tidak selalu ditampilkan dalam bentuk realistis. Sejumlah karya justru mengubah proporsi tubuh, memotong bagian tertentu, membuat bentuknya tampak melayang, hingga menjadikannya bagian dari instalasi. Material seperti logam dan serat gelas hingga teknologi cetak digital tiga dimensi turut membuka kemungkinan baru dalam mengolah figur.
Ragam Tafsir dari Para Seniman yang Diterjemahkan Ke Dalam Patung
Eksplorasi tersebut dapat dilihat dari karya para pematung yang memiliki latar dan generasi berbeda. G. Sidharta Soegijo dikenal lewat perjalanan panjangnya dalam mengembangkan patung figur, abstrak, dan eksperimental, sementara Nyoman Nuarta konsisten mengembangkan figur manusia sejak masa pendidikannya. Dolorosa Sinaga menghadirkan tubuh manusia dalam kaitannya dengan isu perempuan dan ketidakadilan sosial. Di sisi lain, Yani Mariani mengeksplorasi gerak melalui figur yang terlihat berputar, mengambang, hingga seolah terbang menggunakan material seperti logam dan serat gelas.
Pendekatan yang lebih beragam muncul dari generasi berikutnya. Koko Sondaka, Bambang Winaryo, Dunadi, dan Purjito mengembangkan pengalaman mereka dalam mengerjakan patung figur, termasuk karya berukuran besar untuk ruang publik. Abdi Setiawan menggunakan pahatan kayu untuk merekam kehidupan subkultur perkotaan, sedangkan Adi Gunawan menghadirkan figur bertubuh tambun dengan sentuhan humor. Sementara itu, Alfiah Rahdini memanfaatkan tubuhnya sendiri untuk membuat cetakan negatif, dan Dzikra Afifah menyusun potongan tanah liat yang telah dibakar menjadi sebuah instalasi.
Titik Temu Seniman Lintas Generasi dan Lintas Karya
Pameran Figur menjadi ruang untuk melihat perjalanan seni patung Indonesia dari sudut pandang yang lebih luas. Figur yang menjadi titik temu para seniman justru menghasilkan bentuk dan gagasan yang beragam sesuai dengan pendekatan masing-masing. Pameran ini berlangsung hingga 22 November 2026 di Galeri Salihara, setiap Selasa–Minggu pukul 11.00–19.00 WIB dengan kunjungan terakhir pukul 18.30 WIB. Tiket masuk seharga Rp25.000 untuk Selasa–Jumat dan Rp35.000 pada Sabtu–Minggu, sementara anak-anak dan pelajar hingga jenjang S1 dapat masuk secara gratis dengan datang langsung ke galeri. Temukan informasi selanjutnya mengenai pameran ini lewat Instagram @komunitas_salihara, Cosmo Babes!