Deretan Masalah Kulit yang Terjadi Saat Musim Hujan

Redaksi ● 05 Oct 2026

Musim hujan menjadi salah satu keadaan cuaca yang terkadang sulit diprediksi. Yes, di pagi hari kamu mungkin bisa menikmati cerahnya sinar matahari, namun beberapa jam setelahnya hujan deras bisa turun tanpa peringatan. Oops!

Selain itu, musim hujan juga kerap identik dengan penyakit yang bisa menyerang sistem kekebalan tubuh kita kapan saja. Bahkan, masalah kulit juga bisa terjadi saat musim hujan, Babes. Untuk berjaga-jaga, kamu sebaiknya mengetahui apa saja masalah kulit yang bisa terjadi sehingga bisa menemukan solusinya dengan tepat untuk mengatasinya.

Ini Deretan Masalah Kulit yang Terjadi Saat Musim Hujan!

Masalah kulit yang terjadi saat musim hujan

Well, berikut ini Cosmo telah merangkum beberapa masalah kulit yang bisa terjadi saat musim hujan. Make sure to check this out, Dear!

Kulit meradang atau ruam

ICYDK, air hujan membawa debu dan bahan kimia di udara. Ketika menyentuh permukaan, debu dan bahan kimia tersebut menyebabkan penumpukan dan residu kotoran. Ditambah kelembapan dari hujan, hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi iritasi dan meradang, Dear.

Kulit jadi berminyak

Well, kamu mungkin berpikir kalau kulit berminyak tidak mungkin terjadi di kala cuaca dingin saat musim hujan. Namun, kelembapan udara yang tinggi selama musim hujan merangsang kelenjar sebaceous di bawah kulit untuk memproduksi banyak minyak, sehingga pori-pori di kulit pun terlihat lebih besar. Wajah yang terlalu berminyak juga memicu masalah kulit lainnya. Ouch!

Munculnya jerawat

Munculnya jerawat adalah akibat dari kulit berminyak dan kelembapan. Terutama dalam situasi saat ini di mana semua orang masih perlu memakai masker wajah. Hal ini memudahkan timbulnya jerawat. Termasuk jerawat tersumbat, jerawat meradang, dan jerawat di area wajah yang berkesempatan bersentuhan dengan kotoran dari tetesan air hujan.

Warna kulit tidak merata

Melihat hujan dan awan mendung, banyak orang mungkin menjadi lengah. Well, kamu mungkin berpikir bahwa matahari tidak begitu kuat sehingga kamu mengabaikan penggunaan produk perlindungan matahari seperti sunscreen.

Tetapi sebenarnya sinar UV yang tidak dapat kita lihat masih dapat menembus atmosfer dan membahayakan kulit kita, Dear. Selain itu, efek buruk sinar UV juga membuat kulit kita menjadi gelap, warnanya tidak merata, hingga berisiko muncul noda atau bintik hitam tanpa disadari.

Eksim dan dermatitis

Bagi orang-orang yang memiliki kulit sensitif, kelembapan memperburuk eksim atau dermatitis. Gejalanya meliputi bercak kering, gatal hebat, dan kemerahan. Jika kondisi ini terjadi, kamu sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter ahli.

Folikulitis 

Infeksi folikel rambut yang disebabkan oleh bakteri atau jamur akibat kelembapan berlebih, keringat, atau dehidrasi. Hal ini terjadi ketika folikel rambut terinfeksi dan berkembang menjadi pembengkakan atau terbentuk nanah. Pencegahannya dapat dilakukan dengan mandi teratur, menghindari penumpukan keringat di kulit, dan menghindari gesekan. Area umum yang terkena adalah paha, wajah, kulit kepala, lengan, dan ketiak.

Biang keringat

Selama musim hujan, orang sering mengalami kondisi kulit umum yang dikenal sebagai biang keringat, yang ditandai dengan bintik-bintik merah kecil dan gatal akibat keringat yang terperangkap di bawah kulit.

Biang keringat, juga dikenal sebagai miliaria, terjadi ketika saluran keringat tersumbat, menyebabkan keringat menumpuk di bawah kulit dan menyebabkan peradangan. Kondisi ini lebih umum terjadi di iklim lembap, seperti selama musim hujan, karena kelembapan berlebih menghambat penguapan keringat yang tepat.

Untuk mencegah biang keringat, seseorang sebaiknya mengenakan pakaian longgar yang terbuat dari kain yang menyerap keringat, seperti katun, untuk memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik dan mengurangi penumpukan keringat.

Sering mandi dengan air dingin dan berada di tempat yang berventilasi baik juga dapat membantu mencegah kondisi kulit ini. 

Tips Mencegah Penyakit yang Berkaitan dengan Musim Hujan

• Kenakan pakaian katun yang longgar dan nyaman. Hindari mengenakan alas kaki tertutup. Hindari ikat pinggang atau aksesori lain yang ketat.

• Jangan berjalan tanpa alas kaki.

• Hindari mengenakan pakaian berbahan logam karena dapat menyebabkan ruam kulit jika terkena air.

• Hindari keringat berlebihan, mandi secara teratur dengan sabun anti-bakteri.

• Hindari berbagi pakaian dan seprai.

• Jaga agar tubuh tetap terhidrasi.

• Setelah mandi, pastikan untuk mengeringkan seluruh tubuh, terutama area yang berlipat, seperti di bawah payudara, ketiak, dan di antara bokong.

• Gunakan bedak antijamur segera setelah mandi, terutama pada area yang terdapat lipatan.

Hope it helps, Cosmo Babes!