Interview: Kenalan Dengan Maureen Kelly, Founder di Balik Viral Shape Tape™ dari Tarte Cosmetics
Raise your hand if you’ve ever heard the words “Shape Tape” and immediately thought: yup, that concealer. Atau, mungkin kamu adalah salah satu beauty babes yang sudah memasukan produk-produk Tarte ke dalam wishlist, meski selama ini harus berburu lewat berbagai jalur untuk mendapatkannya? Well, good news, babes: Tarte Cosmetics is finally here!

Ya, setelah bertahun-tahun menjadi salah satu nama yang paling dibicarkan di dunia beauty, Tarte Cosmetics akhirnya resmi hadir di Indonesia melalui kemitraan strategis eksklusif bersama Sephora Indonesia. But first, let’s go back to where it all started.
From Vision Board to Beauty Obsession
Didirikan pada 1999 oleh Maureen Kelly, Tarte lahir dari sebuah visi yang kala itu cukup revolusioner: menghadirkan makeup dengan performa tinggi tanpa mengorbankan ingredients yang baik untuk kulit. Bahkan jauh sebelum clean beauty menjadi ‘hype’, Maureen sudah membawa filosofinya tersebut yakni Rethink Natural, ke dalam produk-produknya. Dari OG Cheek Stain, lalu Tarte berkembang ke berbagai produk ikonis dan menjadi salah satu brand kosmetik dengan pertumbuhan tercepat di Amerika Serikat.

Lalu di tahun 2016 hadirlah Shape Tape™ Concealer. Dengan pigmentasi tinggi, coverage maksimal, dan daya tahan yang menjadi andalannya, produk ini dengan cepat menjadi viral. Bahkan setelah satu dekade, Shape Tape™ masih menjadi salah satu produk paling ikonis Tarte. Tak hanya sampai di sana, Maureen juga membangun komunitas melalui Heart to Tarte, organisasi non-profit pada 2017 untuk mendukung pemberdayaan perempuan, konservasi lingkungan, animal rescue, disaster relief, serta berbagai inisiatif kesehatan dan wellness. Nah, dari sebuah ide di vision board milik Maureen pada 1999, hingga menjadi global beauty brand yang produknya diburu diberbagai belahan dunia, Tarte Cosmetics akhirnya hadir di Sephora Indonesia dengan membawa produk-produk ikonisnya, termasuk Shape Tape™.

Cosmo pun berbicang langsung dengan Maureen Kelly, melalui email untuk mengetahui lebih lanjut tentang perjalanan Tarte Cosmetics, filosofi di balik brand, hingga pandangannya mengenai dunia kecantikan saat ini.
Keep reading, Cosmo babes.

Cosmo (c): Hi Maureen! Bisa ceritakan kembali awal perjalanan Tarte Cosmetics dan berbagi inspirasi di balik pendiriannya pada 1999? Bagaimana visi high-performance naturals yang Anda perkenalkan sejak awal tetap relevan hingga saat ini?
Maureen (M): Ketika mendirikan Tarte pada 1999, saya merasa frustrasi melihat pilihan yang ditawarkan industri kecantikan saat itu masih sangat terbatas. Sejak remaja, saya berjuang dengan jerawat kistik, sehingga saya ingin menciptakan makeup yang menyenangkan dan memberikan performa optimal, tetapi juga menggunakan bahan-bahan yang membuat saya merasa nyaman saat mengaplikasikannya pada kulit. Pada masa itu, kombinasi seperti yang saya bayangkan belum benar-benar tersedia.
Dari situlah konsep high-performance naturals lahir, dan hingga kini filosofi tersebut tetap menjadi inti Tarte. Produk, bahan, dan teknologi yang kami gunakan telah berkembang pesat, tetapi tujuan kami tidak pernah berubah: menciptakan makeup yang benar-benar bekerja dengan baik sekaligus memberikan manfaat perawatan kulit. Menurut saya, keseimbangan ini justru semakin relevan saat ini, ketika konsumen mengharapkan lebih banyak manfaat dari produk kecantikan mereka—dan memang sudah seharusnya demikian.
C: Setelah lebih dari dua dekade membangun Tarte Cosmetics, apa momen paling menantang yang pernah Anda hadapi, dan pelajaran terbesar apa yang membentuk cara Anda memimpin brand hingga saat ini?
M: Tentu ada banyak momen sulit yang saya hadapi. Namun, salah satu tantangan terbesar adalah mengetahui kapan harus memercayai intuisi sendiri, bahkan ketika orang-orang di sekitar saya menyarankan hal yang berbeda. Saya tidak berasal dari industri kecantikan, sehingga sejak awal saya harus banyak belajar dengan mendengarkan, mencoba, mengalami kegagalan, dan mencari tahu apa yang paling tepat seiring berjalannya waktu.
Pelajaran terbesar yang membentuk cara saya memimpin hingga saat ini adalah untuk tidak pernah merasa terlalu nyaman dengan apa yang sudah dicapai. Industri kecantikan bergerak begitu cepat, dan keinginan konsumen terus berkembang. Karena itu, saya berusaha untuk selalu ingin tahu, terus mendengarkan, dan tidak pernah berasumsi bahwa kami sudah mengetahui segalanya.
C: Industri kecantikan terus berkembang, mulai dari tren clean beauty dan kecantikan berbahan alami hingga skin-friendly beauty. Ketika tren terus berganti, bagaimana Anda memastikan Tarte Cosmetics tetap autentik dan setia pada filosofinya, alih-alih sekadar mengikuti tren yang sedang populer?
M: Ketika saya mendirikan Tarte, istilah seperti clean beauty atau skin-friendly beauty belum menjadi bagian dari percakapan di industri kecantikan seperti sekarang. Saat itu, saya hanya tahu bahwa saya ingin menciptakan makeup yang bekerja dengan baik dan menggunakan bahan-bahan yang membuat saya merasa nyaman saat mengaplikasikannya pada kulit.
Karena itu, ketika tren atau istilah baru bermunculan, saya tidak merasa harus mendefinisikan ulang jati diri kami hanya untuk mengikutinya. Sejak awal, fokus kami selalu pada performa produk, bahan-bahan yang digunakan, dan apa yang benar-benar diinginkan komunitas kami dari produk makeup mereka. Tentu saja, kami terus berkembang dengan belajar, berinovasi, dan mendengarkan konsumen. Namun, menurut saya, kunci untuk tetap autentik adalah memahami prinsip yang kita yakini dan tidak mengubahnya setiap kali industri mengalami pergeseran tren.
C: Saat ini, konsumen kecantikan semakin teredukasi dan kritis terhadap kandungan produk, terutama berkat pengaruh platform seperti TikTok. Bagaimana Tarte Cosmetics terus membangun kepercayaan generasi konsumen baru yang memiliki ekspektasi tinggi, sekaligus tetap setia pada DNA high-performance naturals yang menjadi ciri khas brand?
M: Menurut saya, kepercayaan dibangun melalui kesediaan untuk mendengarkan dan bersikap transparan mengenai apa yang kita ciptakan serta alasan di baliknya. Konsumen saat ini sangat teredukasi. Mereka membaca daftar kandungan, menonton ulasan, membandingkan produk, dan menyampaikan pendapat secara langsung dalam waktu nyata. Saya justru menyukai hal tersebut karena membuat kami terus bertanggung jawab atas apa yang kami tawarkan.
Bagi kami, high-performance naturals tidak pernah berarti berhenti berkembang. Filosofi ini justru mendorong kami untuk terus berinovasi, sembari tetap berpegang pada gagasan yang menjadi dasar Tarte sejak awal: makeup harus memberikan performa optimal, terasa nyaman di kulit, dan layak menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Kami mendengarkan komunitas dengan saksama, belajar dari masukan mereka, dan memastikan bahwa produk yang kami ciptakan benar-benar merupakan produk yang ingin mereka gunakan, bukan sekadar produk yang menurut kami seharusnya mereka inginkan.
C: Shape Tape telah menjadi salah satu produk ikonis Tarte Cosmetics dengan komunitas pengguna yang sangat loyal. Menurut Anda, apa yang membuat sebuah produk berkembang dari sekadar makeup menjadi bagian dari ritual personal dan cerita hidup konsumennya?
M: Menurut saya, sebuah produk menjadi bagian dari ritual seseorang ketika produk tersebut mampu memberikan hasil yang konsisten, hingga mereka tidak perlu lagi memikirkannya. Produk itu menjadi sesuatu yang selalu mereka andalkan sebelum berangkat kerja, menghadiri acara penting, menjalani kencan pertama, atau dalam berbagai momen lainnya.
Itulah yang membuat Shape Tape begitu istimewa. Banyak orang telah menggunakannya selama bertahun-tahun, dan seiring waktu, produk ini menjadi bagian dari begitu banyak kenangan serta fase kehidupan mereka. Ketika sebuah produk kecantikan mampu membuat seseorang merasa sedikit lebih percaya diri dan hadir dalam berbagai momen keseharian mereka, produk tersebut menjadi sesuatu yang jauh lebih personal daripada sekadar makeup.
C: Melalui heart to tarte, kita dapat melihat bahwa misi Tarte melampaui sekadar menciptakan produk kecantikan. Mengapa dampak sosial dan kontribusi kembali kepada komunitas selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan brand ini?
M: Bagi saya, komunitas selalu menjadi prioritas utama. Tarte tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa orang-orang yang telah mendukung kami, berbagi pengalaman menggunakan produk kami, dan tumbuh bersama brand ini. Karena itu, memberikan kembali kepada komunitas tidak pernah terasa terpisah dari bisnis kami—hal tersebut merupakan bagian dari jati diri kami.
Heart to tarte hadir sebagai perpanjangan dari nilai tersebut. Baik melalui dukungan terhadap berbagai isu yang berarti bagi komunitas kami, membuka peluang bagi banyak orang, maupun hadir ketika bantuan dibutuhkan, saya ingin Tarte memanfaatkan platform yang dimilikinya untuk sesuatu yang lebih besar daripada sekadar kecantikan. Jika komunitas telah memberikan begitu banyak kepada kami, saya percaya bahwa kami juga memiliki tanggung jawab untuk membalas kasih dan dukungan tersebut.
C: Sebagai penutup, setelah membawa Tarte dari sebuah gagasan sederhana menjadi brand kecantikan yang dikenal secara global, nasihat apa yang ingin Anda bagikan kepada perempuan muda yang sedang memulai perjalanan mereka sebagai wirausaha?
M: Beranilah untuk memulai. Ketika mendirikan Tarte, saya tidak memiliki gelar di bidang bisnis, latar belakang di industri kecantikan, ataupun peta jalan yang sempurna. Saya hanya memiliki sesuatu yang benar-benar saya yakini dan semangat untuk terus melangkah. Ikuti gagasan yang terus terlintas dalam pikiran Anda, tetaplah dekat dengan hal-hal yang membuat Anda bersemangat, dan bersedialah untuk terus belajar sepanjang perjalanan. Akan selalu ada alasan untuk menunda. Namun, terkadang hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah cukup memercayai diri sendiri untuk mengambil langkah pertama.