Aplikasi Dating Luar Negeri untuk Kenalan dengan Orang dari Berbagai Negara
Penasaran rasanya punya pasangan dari negara lain? Atau mungkin kamu cuma ingin memperluas lingkaran pertemanan dan ngobrol dengan orang dari belahan dunia yang berbeda? Apapun alasannya, aplikasi dating luar negeri bisa menjadi tempat yang cukup seru untuk memulai.
Sekarang, mencari kenalan dari negara lain tidak harus menunggu liburan ke Eropa, pindah kota, atau berharap bertemu seseorang secara tidak sengaja di sebuah kafe. Lewat aplikasi dating, kamu bisa menemukan orang dari berbagai negara hanya dengan beberapa kali usapan layar.
Tapi, jangan sampai terlalu sibuk mencari international crush sampai lupa soal keamanan. Di balik profil menarik dan obrolan yang terasa nyambung, tetap ada kemungkinan menemukan akun palsu hingga penipuan berkedok hubungan romantis.
Jadi, aplikasi mana yang layak dicoba? Berikut, Cosmo membagikan aplikasi dating luar negeri untuk kenalan dengan orang dari berbagai negara.
1. Pilihan Aplikasi dengan Basis Pengguna Internasional
Tidak semua aplikasi dating dirancang dengan cara yang sama. Ada yang lebih cocok untuk mencari hubungan serius, ada yang santai, dan ada pula yang memungkinkanmu menjelajah profil pengguna di kota atau negara lain.
Ini beberapa aplikasi yang bisa kamu pertimbangkan.
1. Tinder
Kalau bicara soal aplikasi dating, nama Tinder mungkin sudah tidak asing lagi. Aplikasi ini tersedia di banyak negara dan bisa menjadi salah satu pilihan paling praktis untuk mencari kenalan internasional.
Salah satu fitur yang menarik adalah Passport Mode, yang memungkinkanmu mengubah lokasi virtual ke kota tertentu. Jadi, kalau kamu berencana liburan ke Seoul, Paris, atau New York, misalnya, kamu bisa mulai melihat profil orang-orang di sana sebelum benar-benar tiba.
Tinder juga memiliki fitur Relationship Goals, sehingga pengguna bisa menunjukkan apakah mereka sedang mencari hubungan jangka panjang, hubungan yang lebih kasual, atau sekadar ingin berteman.
Cocok untuk: Kamu yang ingin punya banyak pilihan dan tidak keberatan melakukan sedikit penyaringan sendiri.
2. Bumble
Bumble bisa menjadi pilihan menarik kalau kamu ingin berkenalan dengan orang baru, tetapi tetap ingin punya gambaran yang lebih jelas tentang tujuan mereka. Untuk pengguna yang ingin mencari orang di lokasi lain, ada Travel Mode. Fitur ini memungkinkanmu memilih lokasi virtual tertentu dan melihat profil pengguna di sana selama periode tertentu.
Bumble juga memungkinkan pengguna mencantumkan tujuan kencan di profil. Jadi, kamu bisa lebih mudah mengetahui apakah seseorang sedang mencari hubungan serius atau sesuatu yang lebih santai.
Kalau kamu ingin mulai mencari kenalan di negara yang akan dikunjungi, fitur ini juga cukup praktis untuk memulai percakapan sebelum berangkat.
Cocok untuk: Kamu yang ingin mencari pasangan sekaligus mengetahui tujuan kencan seseorang sejak awal.
3. Hinge
Bosan dengan percakapan yang selalu dimulai dari “Hai, lagi apa?” Hinge mungkin lebih menarik untuk dicoba.
Aplikasi ini menggunakan pertanyaan dan jawaban di profil yang dirancang untuk memberi gambaran lebih banyak tentang kepribadian seseorang. Jadi, selain melihat foto, kamu bisa mendapatkan bahan obrolan dari jawaban mereka.
Hinge sendiri menggunakan slogan “Designed to be deleted”, dengan fokus membantu pengguna menemukan koneksi yang cukup berarti hingga akhirnya tidak perlu lagi menggunakan aplikasinya.
Untuk kamu yang mencari pasangan dari luar negeri dan ingin membangun hubungan yang lebih serius, pendekatan seperti ini bisa terasa lebih personal.
Cocok untuk: Kamu yang mencari hubungan serius dan ingin melewati fase basa-basi secepat mungkin.
4. OkCupid
Kalau menurutmu kecocokan bukan cuma soal foto profil dan hobi yang sama, OkCupid bisa masuk daftar aplikasi yang patut dicoba. OkCupid menggunakan berbagai pertanyaan mengenai nilai, preferensi, gaya hidup, dan tujuan hubungan untuk membantu pengguna menemukan orang yang dianggap cocok.
Pertanyaannya bisa terasa cukup personal, tetapi justru di situlah daya tariknya. Kamu bisa mendapatkan gambaran mengenai seseorang sebelum menghabiskan terlalu banyak waktu untuk percakapan yang ternyata tidak ke mana-mana.
Misalnya, daripada baru mengetahui beberapa minggu kemudian bahwa kalian punya pandangan yang sangat berbeda soal hubungan, kamu bisa mendapatkan petunjuknya lebih awal.
Cocok untuk: Kamu yang menganggap kecocokan nilai dan cara berpikir sama pentingnya dengan chemistry.
5. Badoo
Badoo bisa menjadi pilihan kalau tujuanmu tidak selalu harus berujung pada hubungan romantis. Aplikasi ini memungkinkan pengguna menemukan orang baru, mengobrol, dan membangun koneksi.
Karena penggunanya tersebar di berbagai negara, Badoo juga bisa digunakan untuk memperluas pergaulan internasional. Siapa tahu, dari awalnya cuma mencari teman ngobrol, kamu malah menemukan seseorang yang menarik.
Tetap saja, jumlah pengguna dan fitur yang tersedia dapat berbeda di setiap negara. Jadi, jangan heran kalau pengalaman menggunakan aplikasi ini di satu lokasi terasa berbeda dengan lokasi lainnya.
Cocok untuk: Kamu yang terbuka dengan berbagai kemungkinan, mulai dari teman baru sampai hubungan romantis.
2. Aplikasi untuk Hubungan Serius, Pertemanan, atau Casual Dating
Sebelum mulai menggeser profil ke kanan dan kiri, ada satu pertanyaan yang sebaiknya kamu jawab dulu, sebenarnya kamu mencari apa? Tidak ada jawaban yang salah.
Kamu bisa saja sedang mencari pasangan serius, ingin punya teman dari negara lain, atau sekadar ingin berkencan tanpa buru-buru menentukan masa depan.
Yang penting, jangan sampai kamu dan orang yang diajak berkenalan ternyata menginginkan hal yang sama sekali berbeda.
1. Untuk hubungan serius: Hinge
Hinge cukup menarik untuk kamu yang sudah lelah dengan percakapan yang berhenti setelah tiga hari.
Format profilnya mendorong pengguna untuk menunjukkan sisi kepribadian mereka lewat pertanyaan-pertanyaan singkat. Jawaban tersebut juga bisa menjadi pintu masuk percakapan yang lebih menarik.
Tetap jangan berasumsi bahwa setiap orang di Hinge otomatis mencari pasangan hidup. Tujuan hubungan tetap perlu dibicarakan secara langsung ketika hubungan mulai berkembang.
2. Untuk hubungan dengan tujuan yang lebih jelas: Bumble
Bumble memberikan ruang bagi pengguna untuk menunjukkan apa yang mereka cari melalui pengaturan tujuan kencan.
Ini bisa membantu kamu menyaring pilihan sejak awal. Kalau kamu sedang mencari hubungan jangka panjang, misalnya, kamu tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu dengan orang yang sejak awal hanya mencari hubungan kasual.
Meski begitu, profil tetap bukan kontrak. Pastikan apa yang tertulis di sana sesuai dengan apa yang benar-benar diinginkan orang tersebut.
3. Untuk kencan yang lebih santai: Tinder
Tinder menawarkan berbagai pilihan bagi pengguna dengan tujuan hubungan yang berbeda. Kamu bisa menemukan orang yang mencari hubungan serius, hubungan kasual, atau sekadar ingin berkenalan. Kuncinya adalah komunikasi.
Kalau kamu memang tidak sedang mencari hubungan serius, tidak perlu menyamarkannya agar terlihat lebih menarik. Begitu juga sebaliknya. Kejujuran sejak awal justru bisa menghindarkan kedua pihak dari drama yang tidak perlu.
4. Untuk mencari kecocokan: OkCupid
OkCupid bisa menjadi pilihan kalau kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang seseorang sebelum terlalu jauh terbawa perasaan.
Pertanyaan mengenai nilai dan preferensi dapat membantu kamu melihat apakah kalian punya pandangan yang sejalan.
Tentu saja, algoritma tidak bisa menentukan apakah seseorang adalah the one. Chemistry tetap harus dibangun lewat percakapan dan interaksi nyata.
5. Untuk mencari teman dari negara lain: Bumble For Friends dan Badoo
Tidak semua koneksi harus berujung pada kencan. Kalau kamu sedang ingin punya teman internasional untuk berbagi rekomendasi tempat makan, ngobrol soal budaya, latihan bahasa, atau sekadar bertukar cerita tentang kehidupan sehari-hari, layanan pertemanan seperti Bumble For Friends bisa menjadi pilihan.
Badoo juga bisa digunakan untuk menemukan orang baru tanpa harus langsung mengarahkannya menjadi hubungan romantis. Sejujurnya, punya teman lokal saat kamu traveling ke negara lain terdengar seperti bonus yang cukup menyenangkan.
3. Cara Mengenali Profil Mencurigakan dan Romance Scam
Ada satu hal yang perlu diingat saat menggunakan aplikasi dating, foto profil yang menarik dan percakapan yang manis bukan bukti bahwa seseorang bisa dipercaya. Penipuan berkedok hubungan romantis atau romance scam bekerja dengan memanfaatkan kepercayaan dan perasaan. Pelakunya bisa membangun kedekatan secara perlahan, sampai akhirnya korban merasa tidak tega ketika mereka mulai meminta sesuatu.
Jadi, sebelum terlalu terbawa suasana, perhatikan beberapa tanda berikut.
1. Profilnya Terlalu Bagus untuk Menjadi Kenyataan
Foto model, pekerjaan impian, tinggal di kota keren, hobi yang semuanya cocok denganmu. Tampak sempurna, bukan? Justru karena itu, ada baiknya tetap kritis.
Profil yang mencurigakan bisa memiliki foto yang terlihat terlalu profesional, informasi yang sangat minim, atau detail yang tidak konsisten antara satu bagian dengan bagian lainnya. Kamu juga bisa mencoba pencarian gambar terbalik untuk mengetahui apakah foto tersebut ternyata digunakan di situs atau akun lain dengan nama berbeda.
Satu hal penting, profil yang terlihat sempurna bukan otomatis berarti palsu. Anggap saja sebagai alasan untuk melakukan sedikit pengecekan, bukan langsung memberikan vonis.
2. Baru Kenal, tapi Sudah Terlalu Intens
Baru beberapa hari mengobrol, tetapi dia sudah mengatakan bahwa kamu adalah orang yang paling dia tunggu-tunggu selama ini? Romantis? Bisa jadi. Tapi kalau semuanya terasa terlalu cepat, sebaiknya tarik napas sedikit.
Pelaku penipuan romantis dapat membangun kedekatan emosional dengan cepat agar korban lebih mudah percaya. Pujian berlebihan, pesan sepanjang hari, sampai pembicaraan mengenai pernikahan atau masa depan padahal baru kenal bisa menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Tidak perlu langsung kabur, tetapi jangan juga membiarkan rasa suka membuatmu mengabaikan hal-hal yang terasa janggal.
3. Selalu Punya Alasan untuk Tidak Video Call
Kamera rusak. Sedang sibuk. Internet bermasalah. Lagi tidak bisa menunjukkan wajah.
Sekali atau dua kali? Bisa saja benar. Tapi kalau setiap kali kamu mengajak video call selalu ada alasan baru, itu patut dicurigai. Terutama jika orang tersebut mengaku sudah sangat menyukaimu tetapi tidak pernah bersedia menunjukkan dirinya secara langsung.
Video call memang bukan bukti bahwa seseorang pasti jujur, tetapi terus-menerus menghindarinya bisa menjadi salah satu tanda bahaya.
4. Tiba-Tiba Membutuhkan Uang
Ini adalah red flag terbesar. Setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan membangun hubungan, tiba-tiba dia mengalami kecelakaan, atau kehilangan dompet, atau harus membayar biaya rumah sakit.
Cerita seperti ini bisa terdengar sangat meyakinkan, terutama jika kamu sudah memiliki perasaan terhadap orang tersebut. Tetapi jangan mengirim uang.
Pelaku romance scam sering menggunakan hubungan emosional untuk kemudian meminta uang. Modusnya juga bisa berkembang menjadi tawaran investasi, termasuk investasi mata uang kripto.
Kalau seseorang yang hanya kamu kenal secara online mulai meminta uang, anggap itu sebagai tanda untuk berhenti dan mengevaluasi hubungan tersebut.
5. Dia Terlalu Cepat Mengajak Pindah ke Aplikasi Lain
Pindah dari aplikasi dating ke WhatsApp atau aplikasi pesan lainnya sebenarnya bukan sesuatu yang otomatis mencurigakan. Namun, kamu perlu lebih berhati-hati jika seseorang mendesak untuk segera pindah platform, apalagi kalau baru beberapa kali mengobrol.
Tetap berada di aplikasi kencan untuk sementara waktu bisa membuatmu lebih mudah menggunakan fitur blokir dan pelaporan jika terjadi sesuatu. Tidak ada salahnya mengatakan, “Aku lebih nyaman ngobrol di sini dulu.” Orang yang menghargai batasanmu seharusnya bisa menerima jawaban tersebut.
6. Meminta Informasi atau Foto yang Terlalu Pribadi
Nomor telepon, alamat rumah, tempat kerja, dokumen identitas, informasi rekening, hingga foto pribadi bukan sesuatu yang harus kamu berikan hanya karena sudah merasa dekat.
Terlebih lagi jika seseorang meminta foto intim. Materi seperti itu dapat disalahgunakan untuk pemerasan atau ancaman penyebaran tanpa persetujuan.
Kalau seseorang membuatmu merasa harus memberikan sesuatu untuk membuktikan bahwa kamu percaya padanya, itu bukan tanda yang baik.
4. Tips Aman sebelum Pindah Chat atau Bertemu Langsung
Setelah beberapa minggu mengobrol, mungkin muncul pikiran, “Oke, sepertinya aku ingin bertemu dia.” Go for it—tetapi tetap gunakan akal sehat.
Kamu tidak perlu menganggap semua orang sebagai calon penipu. Namun, kamu juga tidak perlu memberikan kepercayaan penuh kepada seseorang hanya karena percakapan kalian terasa cocok.
1. Jangan Berikan Semua Informasi Pribadi di Awal
Tidak perlu langsung memberitahu alamat rumah, lokasi kantor, jadwal harian, atau detail lain yang memungkinkan seseorang mengetahui keberadaanmu. Untuk sementara, cukup bahas hal-hal yang membantu kalian saling mengenal. Kamu selalu bisa membuka informasi lebih banyak ketika sudah merasa benar-benar nyaman.
2. Coba Video Call Sebelum Bertemu
Sebelum membeli tiket pesawat atau membuat reservasi restoran untuk first date, coba lakukan video call terlebih dahulu. Tidak harus berlangsung lama. Beberapa menit saja sudah cukup untuk membuat interaksi terasa lebih nyata.
Kalau seseorang terus menolak tanpa alasan yang masuk akal, jangan abaikan perasaan curigamu.
3. Tidak Perlu Terburu-buru Pindah ke WhatsApp
Nomor WhatsApp bukan hadiah karena berhasil mendapatkan match. Kalau kamu belum nyaman memberikan nomor pribadi, tetaplah menggunakan fitur percakapan di aplikasi dating.
Kamu juga bisa mempertimbangkan akun media sosial yang tidak terlalu banyak menampilkan informasi pribadi jika memang ingin berbagi akun.
4. Jangan Pernah Mengirim Uang
Tidak peduli seberapa romantis hubungan kalian terasa, jangan mengirim uang kepada seseorang yang baru kamu kenal secara online. Apalagi jika alasannya adalah keadaan darurat dan kamu diminta merahasiakannya dari orang lain.
Kalau kamu merasa tidak enak menolak, ingat satu hal: hubungan yang sehat tidak seharusnya membuatmu merasa bersalah karena menjaga keamanan finansialmu sendiri.
5. Pilih Tempat Umum untuk First Date
Kalau akhirnya bertemu, pilih tempat yang ramai dan familiar. Kafe, restoran, pusat perbelanjaan, atau tempat publik lainnya bisa menjadi pilihan yang lebih aman daripada rumah pribadi atau hotel.
Atur transportasi sendiri dan beri tahu teman atau keluarga mengenai rencana pertemuanmu. Kalau memungkinkan, bagikan lokasi secara langsung selama kencan. Ya, kamu boleh pergi kapan saja kalau suasananya terasa tidak nyaman. Kamu tidak berutang second date kepada siapa pun.
6. Dengarkan Instingmu
Kadang-kadang kamu memang tidak punya bukti konkret. Hanya ada perasaan bahwa sesuatu terasa aneh. Percayalah pada perasaanmu.
Orang yang menghargaimu tidak akan memaksa ketika kamu mengatakan tidak, membuatmu merasa bersalah karena punya batasan, atau meminta hal-hal yang membuatmu tidak nyaman.
Kalau seseorang mulai menunjukkan perilaku seperti itu, kamu selalu punya pilihan untuk berhenti membalas, memblokir, dan melaporkan akunnya.