Infused Water Untuk Diet: Benarkah Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan?

Redaksi ● 11 Oct 2026

Kalau air putih terasa terlalu membosankan, infused water bisa jadi cara sederhana untuk membuat rutinitas minum terasa lebih menarik. Cukup tambahkan irisan lemon, stroberi, mentimun, atau daun mint, dan air putih pun punya rasa yang lebih segar.

Tak sedikit pula yang menjadikan infused water sebagai bagian dari diet. Minuman ini sering disebut bisa membantu menurunkan berat badan, membakar lemak, bahkan “membuang racun” dari tubuh. Tapi, seberapa jauh klaim tersebut benar?

Sebenarnya, infused water tidak punya kemampuan khusus untuk membakar lemak. Manfaatnya untuk diet lebih banyak datang dari hal yang jauh lebih sederhana, yaitu membantu kamu minum cukup air dan bisa menjadi pengganti minuman manis yang tinggi kalori. Berikut, Cosmo bagikan infused water untuk diet.

1. Apakah Infused Water Benar-Benar Membantu Diet?

Infused water memang bisa menjadi bagian dari pola makan untuk menurunkan berat badan, tetapi bukan karena buah yang direndam di dalamnya punya efek pembakar lemak.

Ada beberapa alasan mengapa minuman ini tetap bisa berguna saat sedang diet.

  • Bisa menggantikan minuman manis

Coba perhatikan apa yang Babes minum dalam sehari. Segelas es teh manis, kopi dengan sirup, soda, atau minuman kemasan mungkin terlihat sepele, tetapi kalorinya bisa bertambah tanpa terasa.

Infused water bisa menjadi alternatif yang lebih ringan. Airnya tetap rendah kalori, sementara potongan buah memberikan sedikit rasa dan aroma tanpa perlu ditambah gula.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga merekomendasikan air putih sebagai pengganti minuman manis untuk membantu mengurangi asupan kalori. Jika air putih terasa hambar, menambahkan irisan lemon atau buah lain bisa membuatnya lebih mudah dinikmati.

  • Minum air sebelum makan mungkin membantu

Ada alasan mengapa minum segelas air sebelum makan sering menjadi salah satu tips diet. Air bisa membuat perut terasa lebih penuh, sehingga pada sebagian orang jumlah makanan yang dikonsumsi setelahnya bisa sedikit berkurang.

Meski begitu, jangan berharap efeknya dramatis. Harvard Health Publishing mencatat bahwa beberapa penelitian memang menemukan hubungan antara minum air sebelum makan dan penurunan berat badan, tetapi bukti yang ada masih terbatas.

Jadi, tidak masalah kalau Babes ingin minum infused water sebelum makan. Anggap saja sebagai kebiasaan kecil yang mungkin membantu, bukan sebagai trik utama untuk menurunkan berat badan.

  • Bukan berarti lemon atau mentimun bisa membakar lemak.

Ini bagian yang sering disalahpahami. Lemon, mentimun, jahe, atau buah lain yang ditambahkan ke air tidak otomatis membuat tubuh membakar lebih banyak lemak. 

Jika berat badan turun setelah rutin minum infused water, kemungkinan ada perubahan kebiasaan lain yang ikut berperan. Misalnya, kamu jadi lebih jarang minum boba, soda, atau kopi manis karena sudah punya pilihan minuman yang lebih ringan.

Untuk menurunkan berat badan, tetap diperlukan pola makan yang sesuai kebutuhan tubuh dan aktivitas fisik yang cukup. Infused water hanyalah salah satu kebiasaan kecil yang bisa mendukungnya.

2. Manfaat Utamanya Ada pada Hidrasi, Bukan Detoks

Salah satu alasan infused water populer adalah karena kata “detoks” terdengar menjanjikan. Ada banyak resep yang mengklaim air lemon, mentimun, atau jahe dapat membersihkan tubuh dari racun. Padahal, manfaat infused water yang paling masuk akal justru jauh lebih sederhana, yaitu hidrasi.

  • Membuat minum air terasa lebih menyenangkan

Kebutuhan cairan setiap orang memang berbeda. Namun, yang jelas, tubuh membutuhkan air untuk menjalankan berbagai fungsi sehari-hari.

Masalahnya, tidak semua orang suka minum air putih. Ada yang merasa rasanya terlalu hambar atau baru ingat minum ketika sudah benar-benar haus.

Menambahkan beberapa irisan buah bisa menjadi solusi sederhana. Rasa air jadi sedikit lebih menarik sehingga Anda mungkin lebih sering mengambil botol minum sepanjang hari.

CDC juga menyebut air sebagai pilihan yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus menghindari kalori dari minuman manis.

  • Hidrasi tetap penting saat sedang diet

Saat fokus menurunkan berat badan, perhatian biasanya tertuju pada makanan dan olahraga. Padahal, cukup minum juga tidak kalah penting.

Kekurangan cairan dapat membuat tubuh terasa lemas, sakit kepala, atau sulit berkonsentrasi. Kondisi seperti ini tentu tidak ideal kalau kamu masih harus bekerja, berolahraga, dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Kalau infused water membuat Babes lebih rajin minum, silakan jadikan bagian dari rutinitas. Kamu juga tidak perlu memaksakan diri minum infused water sepanjang hari. Air putih biasa tetap pilihan yang baik.

  • Tubuh tidak membutuhkan infused water untuk “detoks”

Tubuh sebenarnya sudah punya sistem sendiri untuk memproses dan membuang zat sisa, terutama melalui hati dan ginjal.

Oleh karena itu, klaim bahwa infused water dapat “membersihkan racun” atau melakukan detoks secara khusus sebaiknya tidak dipercaya begitu saja. Harvard Health Publishing juga mencatat bahwa bukti ilmiah yang mendukung klaim diet detoks masih sangat terbatas.

Jadi, nikmati infused water karena rasanya menyegarkan, bukan karena berharap tubuh akan “dibersihkan” setelah meminumnya.

3. Cara Membuat Infused Water tanpa Menambah Kalori Berlebihan

Membuat infused water sebenarnya tidak membutuhkan resep khusus. Yang penting, pilih bahan yang Babes suka dan tidak perlu menambahkan banyak pemanis.

Beberapa kombinasi yang bisa dicoba:

  • Lemon + mentimun: ringan dan menyegarkan
  • Stroberi + mint: cocok untuk rasa buah yang sedikit lebih manis
  • Jeruk + rosemary: aromanya segar dengan sedikit sentuhan herbal
  • Apel + kayu manis: punya aroma manis dan hangat
  • Nanas + mint: pilihan yang cocok untuk cuaca panas

1) Gunakan buah secukupnya

Tidak perlu memasukkan satu mangkuk buah ke dalam satu botol air. Beberapa iris saja sudah cukup untuk memberikan aroma dan rasa.

Selain lebih praktis, cara ini juga membuat infused water tetap menjadi minuman yang ringan. Jangan lupa, buah yang hanya direndam dalam air tentu tidak memberikan serat sebanyak buah yang dimakan langsung. Jadi, tetap konsumsi buah utuh sebagai bagian dari menu sehari-hari.

2) Tidak perlu menambahkan gula atau madu

Kalau tujuan kamu membuat infused water sebagai minuman rendah kalori, sebaiknya skip gula, madu, atau sirup.

Madu mungkin terdengar lebih sehat karena berasal dari bahan alami, tetapi tetap mengandung gula dan kalori. Jika ingin rasa yang lebih kuat, tambahkan lebih banyak aroma dari buah, daun mint, atau rempah daripada menambahkan pemanis.

CDC sendiri menyarankan memilih air putih dibandingkan minuman yang mengandung gula tambahan untuk membantu mengurangi asupan kalori.

3) Simpan di kulkas

Setelah buah dimasukkan, simpan infused water di dalam kulkas. Selain terasa lebih segar, cara ini juga membantu menjaga kualitas bahan yang digunakan.

Gunakan botol atau wadah yang bersih dan tertutup. Jangan biarkan infused water dengan buah segar berada di suhu ruang terlalu lama, terutama ketika cuaca sedang panas.

Kalau aroma, warna, atau tampilannya sudah berubah dan terasa tidak biasa, lebih baik jangan diminum.

4. Kesalahan yang Membuat Infused Water Kurang Efektif untuk Diet

Infused water memang mudah dibuat, tetapi beberapa kebiasaan justru bisa membuat manfaatnya jadi kurang maksimal.

1) Menganggapnya sebagai minuman pembakar lemak

Ini mungkin kesalahan yang paling umum. Air lemon bukan fat burner, begitu juga air dengan mentimun, jahe, atau stroberi.

Kalau ingin menurunkan berat badan, jangan sampai infused water membuat Babes mengabaikan hal-hal yang jauh lebih penting seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur.

2) Terlalu banyak gula

Menambahkan gula, madu, atau sirup dalam jumlah banyak bisa mengubah infused water menjadi minuman yang cukup tinggi kalori.

Jika Babes memang menyukai minuman manis, tidak perlu langsung menghilangkannya sama sekali. Namun, mengurangi jumlah gula secara bertahap bisa menjadi pilihan yang lebih realistis untuk jangka panjang.

3) Menjadikannya pengganti makanan

Infused water tetaplah air. Jangan menggunakannya untuk menggantikan sarapan atau makan siang hanya demi mengurangi kalori.

Tubuh tetap membutuhkan protein, karbohidrat, lemak, serat, vitamin, dan mineral. Semua kebutuhan tersebut tidak bisa dipenuhi hanya dari air dengan beberapa potong buah.

Diet yang terlalu ketat juga biasanya lebih sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

4) Minum sebanyak-banyaknya dengan harapan berat badan turun

Minum lebih banyak bukan berarti berat badan akan turun lebih cepat. Memenuhi kebutuhan cairan memang penting, tetapi tidak perlu memaksakan diri menghabiskan botol demi botol hanya karena sedang diet.

Dengarkan rasa haus dan sesuaikan kebutuhan cairan dengan aktivitas serta kondisi tubuh.

5) Lupa soal kebersihan

Buah segar yang dimasukkan ke dalam air tetap perlu dicuci dengan baik. Botol yang digunakan juga sebaiknya dibersihkan secara rutin.

Ini mungkin terdengar sepele, tetapi penting terutama jika infused water dibuat untuk diminum sepanjang hari.

5. Apakah Infused Water Bagus untuk Diet?

Boleh saja memasukkan infused water ke dalam rutinitas diet. Namun, jangan berharap minuman ini bekerja seperti “ramuan” penurun berat badan.

Manfaat yang paling realistis adalah membantu kamu minum lebih banyak air sekaligus mengurangi kebiasaan mengonsumsi minuman manis. Kalau beberapa iris lemon atau stroberi membuat Babes lebih menikmati air putih, itu sudah menjadi nilai plus.

Pada akhirnya, penurunan berat badan tetap lebih banyak dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, dan kebiasaan yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang. Jadi, buatlah infused water karena Babes suka rasanya dan merasa terbantu untuk lebih rutin minum—bukan karena mengejar efek detoks atau pembakaran lemak yang belum terbukti.