Victoria Monét Rayakan Beragam Bentuk Cinta Lewat ‘Frequency of Love’, Album Terbarunya!

Ellena Azisia ● 21 Oct 2026

Setelah mengajak kita bernyanyi lewat lagunya yang bertajuk On My Mama, Victoria Monét kembali dengan babak baru dalam perjalanan musiknya. Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Amerika Serikat ini baru saja merilis album keduanya yang bertajuk Frequency of Love pada tanggal 2 Oktober lalu. Menghadirkan 22 lagu, album ini menjadi kelanjutan dari album terdahulunya, Jaguar II. Album ini juga memperlihatkan sisi musikal Victoria yang semakin luas.

Lewat album terbarunya, penyanyi berusia 37 tahun ini tak hanya mengeksplorasi cinta sebagai hubungan romantis. Ia juga menelusuri berbagai pengalaman yang membentuk dirinya selama tiga tahun terakhir, termasuk pertumbuhan personal, motherhood, hingga pemahaman bahwa cinta tak harus selalu diperjuangkan demi mendapatkan pengakuan. Bagi Victoria, pengalaman hidup tersebut menjadi bagian penting dari proses kreatifnya, yang kemudian diterjemahkan ke dalam lagu-lagu dengan karakter dan emosi berbeda.

Frequency of Love juga menghadirkan deretan kolaborator yang menarik. SZA, Bruno Mars, Leon Thomas, Bryson Tiller, Chlöe, dan Lucky Daye termasuk nama-nama yang ikut meramaikan album ini. Kehadiran mereka memperluas spektrum R&B yang menjadi fondasi musik Victoria, tanpa menghilangkan karakter vokal dan pendekatan musikal yang telah melekat pada dirinya.

Dari R&B Romantis hingga Irama yang Mengajak Berdansa

Salah satu daya tarik Frequency of Love terletak pada cara Victoria merangkai R&B kontemporer dengan sentuhan musik yang terasa klasik. Album ini memadukan slow jam yang intim, aransemen sinematik, serta elemen pop dan dance yang membuat beberapa lagunya terasa cocok untuk menemani malam panjang di lantai dansa.

Sebelum album ini dirilis, Victoria lebih dulu memperkenalkan Let Me dan Reach Out. Lagu kedua diproduseri oleh KAYTRANADA dan D’Mile, menghadirkan ritme yang lebih dinamis dengan visual musik yang menonjolkan koreografi serta energi dance floor. Ia kemudian merilis Juicy, yang diproduseri D’Mile, Spencer Stewart, dan Michael Brun, sebagai bagian lain dari rangkaian musik menuju album ini.

Namun, Frequency of Love tidak hanya berbicara soal romansa yang manis atau suasana pesta. Victoria juga menjadikan album ini sebagai ruang untuk merefleksikan bagaimana seseorang memahami cinta seiring bertambahnya pengalaman. Dalam wawancaranya bersama People, ia menjelaskan bahwa proses pengerjaan album tersebut membantunya memahami bahwa cinta bukan sesuatu yang harus selalu diperoleh melalui usaha untuk membuktikan diri.

Pendekatan ini terasa relevan dengan perjalanan karier Victoria sendiri. Setelah bertahun-tahun menulis lagu untuk musisi lain, ia semakin dikenal lewat karya solonya, terutama album Jaguar II yang membawanya meraih tiga penghargaan Grammy pada 2024. Kesuksesan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Victoria sebagai artis yang tidak hanya piawai menulis lagu, tetapi juga memiliki identitas musikal yang kuat.

Kini, melalui Frequency of Love, Victoria Monét mengajak pendengarnya melihat cinta dari berbagai sudut pandang, mulai dari ketertarikan, kedekatan emosional, hingga penerimaan diri. Sebab, terkadang memahami cinta bukan soal menemukan orang yang tepat, melainkan memahami apa arti cinta itu sendiri dalam berbagai fase kehidupan.