Tips Untuk Kamu yang Pertama Kali Ingin Mendaki

Redaksi 2 ● 23 Oct 2026

Melihat foto sunrise di atas lautan awan dari puncak gunung pasti bikin kamu ingin ikut merasakannya langsung, kan?

Tidak heran kalau mendaki gunung makin populer, apalagi di kalangan anak muda yang ingin rehat sejenak dari hiruk-pikuk kota.

Tapi sebelum buru-buru booking tiket, ingat bahwa mendaki bukan sekadar jalan-jalan santai di alam.

Medan yang menanjak, udara yang makin dingin, dan tubuh yang bekerja ekstra keras membuat pendakian pertama bisa terasa sangat menantang kalau kamu belum siap.

Kabar baiknya, dengan persiapan yang tepat, pengalaman pertamamu bisa jadi seru, aman, dan tentu saja membuatmu ketagihan.

Ini dia rangkuman dari Cosmo untuk tips mendaki yang wajib kamu tahu!


Tips Untuk Kamu yang Pertama Kali Ingin Mendaki


1. Pilih gunung yang ramah untuk pemula

Godaan untuk langsung mendaki gunung yang sedang viral memang besar. Tapi untuk pendakian pertama, kamu lebih baik memilih gunung dengan jalur yang jelas, durasi yang tidak terlalu panjang, dan tingkat kesulitan rendah.

Beberapa gunung yang sering direkomendasikan untuk pemula misalnya Gunung Papandayan atau Gunung Prau.

Sebelum berangkat, cek juga kondisi jalur terkini, aturan pendakian, serta apakah kamu perlu reservasi atau registrasi online terlebih dahulu. Karena, tidak semua gunung bisa didaki secara mendadak loh, girls.

Untuk itu, saran Cosmo, kamu bisa ikut open trip atau bergabung dengan pendaki berpengalaman agar kamu punya pendamping di jalur.

Baca juga: 8 Kesalahan Cuci Muka yang Sering Dilakukan 


2. Latih fisik dan bangun stamina dulu

Mendaki itu menguras tenaga, terutama di bagian kaki, punggung, dan paru-paru.

Jangan sampai kamu baru merasakan beratnya setelah berada di tengah jalur. Mulailah berolahraga rutin setidaknya satu bulan sebelum pendakian.

Kamu bisa mulai dengan jogging, naik turun tangga, atau bersepeda untuk melatih stamina, lalu tambahkan squat dan lunges untuk menguatkan otot kaki.

Latihan sederhana ini akan sangat membantu tubuhmu menghadapi tanjakan panjang tanpa cepat kehabisan napas.


3. Packing pintar dengan membawa benda yang penting saja

Tas yang terlalu berat adalah musuh terbesar pendaki pemula. Jadi, kamu perlu mengingat prinsip untuk hanya membawa barang yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan. 

Perlengkapan wajib meliputi sepatu atau sandal gunung yang nyaman dan sudah pernah dipakai, jaket hangat, jas hujan, kaos kaki cadangan, headlamp, dan obat-obatan pribadi.

Gunakan sistem pakaian berlapis agar mudah menyesuaikan diri dengan perubahan suhu. Di bawah terasa gerah, tapi di puncak suhunya bisa sangat dingin, apalagi saat dini hari. 

Jangan lupa bawa trash bag untuk membungkus pakaian agar tetap kering kalau hujan turun.

Baca juga: Apa Itu Arti ‘Mindfulness’ yang Sesungguhnya? 


4. Atur ritme, makan, dan minum secara teratur

Mendaki bukan lomba lari. Jalan dengan ritme yang nyaman, dan jangan malu untuk berhenti istirahat sejenak ketika napas mulai terengah-engah.

Prinsip "pelan tapi pasti" jauh lebih aman dan membuatmu tetap kuat sampai tujuan.

Pastikan kamu juga makan dan minum secara teratur, meski belum merasa lapar atau haus. Bawa camilan padat energi seperti cokelat, kurma, atau kacang-kacangan untuk dimakan di sela-sela istirahatmu saat di trek.

Jangan lewatkan waktu makan siang dan mengisi perut dengan makanan berat, yakni karbohidrat dan protein.

Selain itu, perlu diperhatikan juga bahwa tubuh yang kekurangan cairan dan energi lebih rentan pusing, lemas, dan kram otot di tengah jalur. Jadi, perhatikan baik-baik kebutuhan cairan kamu ya, girls.


5. Hormati alam dan utamakan keselamatan

Gunung bukan taman bermain pribadi, jadi patuhi semua aturan yang berlaku. Jangan keluar dari jalur, jangan memetik tumbuhan sembarangan, dan yang paling penting… bawa kembali semua sampahmu.

Prinsipnya sederhana, jangan meninggalkan apa pun kecuali jejak kaki!

Kenali juga tanda-tanda tubuh yang tidak beres seperti pusing hebat, mual, atau sesak napas yang tidak membaik setelah istirahat. Kalau kondisi tidak memungkinkan, jangan memaksakan diri.

Turun lebih awal bukan tanda gagal, justru itu keputusan yang bijak. Puncak tidak akan ke mana-mana, tapi keselamatanmu tidak bisa ditawar.

Baca juga: Deretan Makanan yang Cocok untuk Dikonsumsi Malam Hari, Tidak Memberatkan Lambung 



So, girls, pendakian pertama akan jadi pengalaman yang tidak terlupakan kalau kamu mempersiapkannya dengan baik.

Pilih gunung yang ramah pemula, latih fisikmu, packing seperlunya, jaga ritme serta asupan, dan selalu hormati alam.

Ingat, tujuan utama mendaki bukan hanya sampai di puncak, tapi juga pulang dengan selamat dan penuh cerita seru.

Selamat mendaki, Cosmo babes!


(Fishya Elvin/Images: khebab salaheddine and Dmitriy Ganin on Pexels)