Lisa BLACKPINK Merilis EP Solo ‘PRESS PLAY’
Lisa BLACKPINK resmi merilis EP solo terbarunya yang bertajuk PRESS PLAY pada 23 Oktober kemarin. Karya terbaru ini menandai perilisan perdana Lisa dalam satu tahun delapan bulan terakhir sejak peluncuran full album Alter Ego pada Februari tahun lalu.
Berisi enam lagu dengan nuansa yang kuat, PRESS PLAY hadir dengan konsep sinematik terstruktur yang mengajak pendengar untuk duduk manis dan menekan tombol play, seolah-olah sebuah film layar lebar akan segera diputar.

Bagi kamu yang menyukai penceritaan visual dalam sebuah karya musik, PRESS PLAY memberikan pengalaman audio yang sangat engaging. Dibanding sekadar merilis koleksi lagu yang berdiri sendiri, Lisa memastikan keenam lagu dalam EP ini memiliki alur dan transisi yang berkesinambungan layaknya perpindahan adegan dalam sebuah film blockbuster.
Rangkaian adegan musikal ini dibuka oleh lagu "SaWaDiKa", yang kemudian dilanjutkan dengan ritme dari "V12" dan "Cobra". Lagu "Tarantino" kemudian mengambil alih sebagai pusat konflik dari karya ini. EP ini lalu ditutup dengan dua track terakhir "Cut U Off" dan "Sweat", yang bertindak layaknya closing credits dalam film layar lebar. Mendengarkannya secara berurutan memberikan pengalaman utuh untuk merasakan visi kreatif yang ingin Lisa sampaikan kepada para penggemar.
Koreografi Penuh Aksi di Music Video "Tarantino"
Sebagai focus track dari EP ini, "Tarantino" benar-benar mendapatkan perlakuan istimewa secara visual. Dalam music video yang dirilis bersamaan dengan peluncuran EP, Lisa tampil fierce layaknya pemeran utama dalam film aksi. Alur ceritanya mengikuti misi Lisa menelusuri lorong-lorong hotel mewah demi mengantarkan sebuah pesan penting secara langsung kepada sang sutradara.
Tentu saja, perjalanan misi ini tidak berjalan mulus. Lisa menyuguhkan koreografi action-heavy dengan elemen pertarungan fisik yang intens, melawan dan melayangkan pukulan kepada siapa saja yang berani menghalangi langkahnya. Sesuai dengan judul lagunya, "Tarantino", video musik ini menjadi representasi visual paling jelas dari konsep film yang diusung oleh EP ini, merujuk pada gaya laga yang bold dan berani khas sutradara kenamaan Hollywood.
Dominasi Global "SaWaDiKa" Sebagai Pembuka Jalan
Sebelum merilis PRESS PLAY secara utuh, Lisa sudah memanaskan industri musik global lewat track pembuka, "SaWaDiKa", pada bulan September lalu. Mengambil inspirasi dari sapaan khas Thailand, lagu ini hadir dengan video musik yang syutingnya dilakukan langsung di kampung halaman Lisa, Bangkok.
Dalam 24 jam pertama peluncurannya, video musik "SaWaDiKa" sukses meraup lebih dari 70,8 juta penayangan di YouTube. Angka ini tidak hanya mencatatkan sejarah sebagai salah satu debut YouTube terbesar sepanjang kariernya, tetapi juga resmi menjadi debut YouTube tertinggi di tahun 2026.
Di tangga lagu bergengsi, "SaWaDiKa" berhasil menembus Billboard Hot 100 di posisi No. 69 tak lama setelah dirilis, menjadikannya pencapaian posisi chart tertinggi yang pernah diraih Lisa sejauh ini.
Sejarah Baru di Panggung MTV VMAs 2026
Peluncuran PRESS PLAY ini menyusul momentum luar biasa yang diraih Lisa di ajang 2026 MTV Video Music Awards. Ia memenangkan penghargaan untuk kategori Best Pop berkat lagunya "Dream", menjadikannya artis solo Asia pertama dalam sejarah yang berhasil mengklaim trofi di kategori besar tersebut. Di panggung MTV VMAs 2026 pula, Lisa memberikan penampilan debut televisi untuk lagu "SaWaDiKa".
Menyapa Penggemar Lewat Layar Lebar Always Lalisa
Dominasi Lisa di tahun 2026 rasanya semakin lengkap dengan kehadirannya di industri perfilman global. Cerita perjalanan kariernya kini tengah diputar di bioskop di seluruh dunia melalui film dokumenter Always Lalisa.
Disutradarai oleh Sue Kim, dokumenter ini mengikuti perjalanan sang bintang selama masa perilisan Alter Ego, peluncuran label manajemen miliknya, LLOUD, hingga penampilan debut solonya yang ikonik di panggung festival Coachella. Menggelar pemutaran perdana di ajang Toronto Film Festival, Always Lalisa melengkapi narasi sinematik yang Lisa bangun sepanjang tahun ini.