Hubungan Berat Badan Turun dengan Kerontokan Rambut
Menurunkan berat badan sering kali memberikan hasil yang memuaskan, namun tak jarang diikuti oleh efek samping yang tidak terduga, seperti kerontokan rambut misalnya. Jika helaian rambutmu semakin banyak yang rontok seiring dengan turunnya angka di timbangan, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui, girls.
Fenomena ini umum terjadi dan memiliki penjelasan medis yang jelas. Penurunan berat badan dan perubahan pola makan secara langsung memengaruhi kesehatan rambut. Penyebab utamanya meliputi kekurangan nutrisi akibat diet yang terlalu ketat, stres fisik karena penurunan berat badan yang drastis, hingga fluktuasi hormon.
Kenapa Rambut Bisa Rontok Saat Diet?

Secara medis, penurunan berat badan yang mendadak dan drastis sering dikaitkan dengan kondisi yang disebut sebagai acute telogen effluvium (TE). Singkatnya, TE adalah salah satu penyebab paling umum terjadinya kerontokan rambut yang menyebar di seluruh area kulit kepala.
Biasanya, rontoknya rambut ini tidak terjadi di hari pertama kamu berdiet. Kondisi TE umumnya muncul sekitar tiga bulan setelah sebuah "peristiwa pemicu" (seperti diet ketat yang memangkas berat badan dengan cepat) dan bisa berlangsung selama kurang lebih enam bulan. Tubuhmu pada dasarnya sedang mengalami shock.
Selain TE, kekurangan nutrisi karena diet ketat juga bisa memicu jenis kerontokan rambut lain, termasuk TE kronis yang bertahan lebih dari enam bulan, hingga androgenic alopecia.
4 Kesalahan Diet yang Jadi Pemicu Kerontokan Rambut
Lalu, metode penurunan berat badan seperti apa yang memicu hal ini? Let’s break it down:
1. Crash Dieting (Diet Kilat)
Melansir Healthline, hubungan antara crash diet dan kerontokan rambut sebenarnya sudah diteliti sejak tahun 1970-an. Rambut kita membutuhkan kalori dan nutrisi yang cukup untuk bisa tumbuh dengan baik. Ketika asupan terpotong drastis, tubuh merespons dengan menghentikan pertumbuhan rambut.
Sebuah studi di tahun 2015 pada 180 wanita dengan kerontokan rambut parah menemukan bahwa penyebab utamanya adalah kekurangan zat besi dan stres psikologis, dua hal yang identik dengan crash diet. Kekurangan asam lemak esensial, zinc, dan protein akibat diet sembarangan adalah pemicu utamanya.
2. Asupan Protein yang Terlalu Rendah
Asam amino, fondasi utama dari protein, sangat penting untuk pertumbuhan rambut karena bertugas memproduksi keratin (protein struktural utama rambut). Ketika kamu melakukan diet kalori sangat rendah yang miskin protein, tubuh akan memprioritaskan fungsi vital seperti perbaikan jaringan, pencernaan, dan produksi hormon.
Karena rambut dianggap tidak esensial untuk kelangsungan hidup, pertumbuhannya akan dihentikan. Penelitian membuktikan orang yang mengalami rambut rontok biasanya kekurangan asam amino spesifik seperti histidine, leucine, valine, dan cysteine.
3. Efek Operasi Penurunan Berat Badan
Bagi sebagian orang, operasi bariatrik atau sleeve gastrectomy menjadi solusi medis. Karena berat badan turun secara instan, tubuh sering mengalami kekurangan vitamin, mineral, dan protein. Studi di tahun 2020 pada 112 wanita yang menjalani sleeve gastrectomy menemukan bahwa 72% dari mereka mengalami kerontokan rambut akibat tubuh yang kesulitan menyerap nutrisi, ditandai dengan anjloknya level zinc dan vitamin B12.
4. Diet Terlalu Restriktif
Menghindari seluruh kelompok makanan tertentu bisa memicu stres fisik. Kekurangan zat besi, zinc, selenium, dan asam lemak esensial dari diet restriktif ini sudah terbukti secara medis dapat menghentikan fase pertumbuhan rambut.
Apakah Kerontokan Ini Berbahaya?
Kerontokan rambutnya sendiri mungkin tidak mengancam nyawa, namun penyebab di baliknya bisa berbahaya. Kekurangan nutrisi dan pembatasan kalori yang ekstrem bisa memicu konsekuensi kesehatan serius seperti anemia defisiensi besi, penyusutan otot, gangguan fungsi otak, infertilitas, masalah jantung, hingga melemahnya sistem imun.
Plus, kerontokan rambut juga bisa dipicu oleh kondisi autoimun. Jadi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa rambut rontokmu murni karena diet dan bukan karena penyakit bawaan.
Cara Mencegah & Menumbuhkan Rambut Kembali
Kunci utama untuk mencegah hair loss saat berdiet adalah menurunkan berat badan dengan cara yang sehat dan berkelanjutan. Tinggalkan janji manis diet ekstrem dan pilihlah pola makan seimbang yang tetap memberikan tubuhmu nutrisi optimal. Kalau kamu menjalani diet vegan atau vegetarian yang rawan kekurangan zat besi dan zinc, pastikan kamu mengonsumsi makanan padat nutrisi atau menambah suplemen.
Bagaimana kalau rambut sudah telanjur rontok? Identifikasi penyebabnya lebih dulu. Kalau crash diet adalah pemicunya, segera hentikan dan mulailah makan makanan bergizi seimbang. Makanan utuh seringkali cukup untuk memperbaiki keadaan, tapi jika terbukti kamu mengalami defisiensi nutrisi tertentu (seperti kekurangan zat besi atau zinc), suplemen dari dokter akan sangat membantu.
Pada akhirnya, kesehatan tubuh secara menyeluruh jauh lebih penting daripada sekadar mengejar angka di timbangan secara instan.