Holic dalam Bahasa Gaul: Apa Artinya dan Bagaimana Contoh Penggunaannya?

Redaksi ● 28 Oct 2026

Pernah mendengar istilah workaholic, shopaholic, atau bahkan tanteholic di media sosial? Kata-kata tersebut menggunakan akhiran -holic yang sering dipakai untuk menggambarkan seseorang dengan kegemaran tertentu.

Dalam bahasa gaul, istilah ini biasanya digunakan untuk menyebut orang yang sangat menyukai sesuatu, sampai-sampai terkesan sulit lepas dari kebiasaannya. Penggunaannya pun cukup fleksibel, mulai dari obrolan sehari-hari hingga unggahan di TikTok. Lalu, apa sebenarnya arti holic dan dari mana asalnya? Simak ya, Babes!


1. Arti Holic dalam Bahasa Gaul

Secara sederhana, holic dalam bahasa gaul merujuk pada seseorang yang sangat menyukai atau gemar melakukan sesuatu. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan kebiasaan yang dilakukan berulang kali atau kegemaran yang cukup menonjol.

Misalnya, seseorang yang hampir setiap hari minum kopi bisa menyebut dirinya coffeeholic. Begitu juga dengan orang yang selalu menyempatkan diri bekerja, bahkan saat sedang libur, yang mungkin dijuluki workaholic.

Dalam percakapan sehari-hari, kata ini sering digunakan sebagai candaan atau cara untuk menggambarkan diri sendiri. Jadi, tidak semua orang yang disebut holic benar-benar mengalami kecanduan. Maknanya sangat bergantung pada konteks pembicaraan.

2. Asal-Usul Akhiran "Holic"

Akhiran "holic" berasal dari kata bahasa Inggris "alcoholic", yang berkaitan dengan ketergantungan terhadap alkohol. Seiring waktu, bagian akhir kata tersebut digunakan untuk membentuk istilah lain yang menggambarkan kegemaran atau kebiasaan berlebihan. Salah satu contohnya adalah workaholic, yang digunakan untuk menyebut orang yang terlalu banyak bekerja. Ada juga shopaholic, sebutan bagi orang yang sangat gemar berbelanja.

Menurut Online Etymology Dictionary, bentuk "holic" mulai berkembang dalam penggunaan informal bahasa Inggris pada abad ke-20. Sejak itu, akhiran ini semakin sering digunakan untuk membentuk kata-kata baru.

Di media sosial Indonesia, penggunaannya juga semakin kreatif. Kata-kata bahasa Indonesia bisa digabungkan dengan akhiran -holic untuk menggambarkan kebiasaan tertentu, seperti ngantukholic atau tidursiangholic. Bentuk-bentuk ini tidak selalu baku, tetapi mudah dipahami dalam konteks pergaulan.

3. Workaholic, Sebutan untuk Orang yang Terlalu Fokus Bekerja

Workaholic berasal dari kata work yang berarti bekerja dan akhiran "holic". Istilah ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang menghabiskan banyak waktu untuk bekerja dan sulit berhenti memikirkan pekerjaannya. Dalam percakapan sehari-hari, kata ini bisa digunakan untuk menyebut rekan kerja yang selalu lembur atau teman yang masih membuka laptop saat akhir pekan.


Contoh penggunaannya:

  • “Aku kayaknya workaholic banget. Lagi libur aja masih mikirin kerjaan.”
  • “Dia tuh workaholic, pulang kantor masih lanjut kerja di rumah.”
  • “Belum istirahat juga? Dasar workaholic!”

Istilah ini bisa bernada positif ketika menggambarkan seseorang yang rajin. Namun, kata tersebut juga bisa menyindir kebiasaan bekerja berlebihan sampai tidak punya cukup waktu untuk beristirahat.

4. Shopaholic, Sebutan untuk Orang yang Hobi Belanja

Kalau workaholic berkaitan dengan pekerjaan, shopaholic berhubungan dengan kegiatan berbelanja. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang yang sangat gemar membeli barang, bahkan terkadang sulit menahan keinginan untuk berbelanja.

Kata ini sering muncul dalam obrolan tentang belanja daring, diskon, pakaian, hingga produk kecantikan. Biasanya, shopaholic digunakan sebagai candaan untuk orang yang selalu punya barang incaran baru.


Contoh penggunaannya:

  • “Niatnya cuma lihat-lihat, ujung-ujungnya checkout. Emang shopaholic!”
  • “Aku harus berhenti belanja dulu. Dompet sudah nggak sanggup menghadapi sisi shopaholic-ku.”
  • “Ada diskon sedikit langsung masuk keranjang. Siapa lagi kalau bukan si shopaholic?”

Meski sering dipakai dengan nada bercanda, kebiasaan belanja yang benar-benar sulit dikendalikan tentu berbeda dari sekadar hobi membeli barang.

5. Contoh Istilah Lain dengan Akhiran -holic

Selain workaholic dan shopaholic, ada berbagai istilah lain yang menggunakan pola serupa. Sebagian sudah dikenal dalam bahasa Inggris, sedangkan sebagian lainnya merupakan kreasi bahasa gaul.


Berikut beberapa contohnya:

  • Chocoholic: sebutan untuk orang yang sangat menyukai cokelat.
  • Coffeeholic: istilah informal untuk orang yang gemar minum kopi.
  • Bookaholic: sebutan bagi orang yang sangat menyukai buku atau membaca.
  • Musicaholic: istilah kreatif untuk orang yang sangat menyukai musik.
  • Ngantukholic: sebutan bercanda untuk orang yang sering mengantuk.
  • Tidursiangholic: istilah jenaka untuk orang yang gemar tidur siang.

Perlu diingat, tidak semua kata tersebut merupakan istilah baku dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Beberapa di antaranya lebih sering digunakan sebagai permainan kata dalam percakapan informal atau media sosial.

6. Kenapa Holic Sering Digunakan di Media Sosial?

Salah satu alasan istilah holic menarik digunakan adalah karena bentuknya singkat dan mudah dipadukan dengan berbagai kata. Pengguna media sosial bisa membuat istilah sendiri untuk menggambarkan kebiasaan atau hal yang mereka sukai.

Misalnya, seseorang yang gemar menonton drama bisa membuat julukan kreatif untuk dirinya sendiri. Begitu pula dengan orang yang suka tidur siang, minum kopi, atau berburu barang diskon.

Selain itu, istilah ini terasa lebih santai dan ekspresif dibandingkan jika harus menjelaskan kebiasaan tersebut dalam kalimat panjang. Tidak heran jika pola -holic kerap digunakan dalam candaan, komentar, maupun deskripsi diri di media sosial.

Meski begitu, arti sebuah istilah tetap bergantung pada cara penggunaannya. Kata yang terdengar lucu dalam satu percakapan belum tentu memiliki makna yang sama di komunitas lain.