Kapan Sebaiknya Kamu Mengganti Sikat Gigi? Ini Penjelasannya
Menyikat gigi merupakan salah satu rutinitas kesehatan mulut dan gigi yang dilakukan setiap hari. Sama seperti penggunaan alat-alat lainnya, sikat gigi menjadi alat yang perlu diganti secara rutin, Dear.
Namun sayangnya, tidak sedikit orang yang mungkin menilai hal ini sepele dan sering lupa kapan terakhir kali mereka mengganti sikat gigi. Alhasil, sikat gigi yang sama kerap digunakan terus-menerus tanpa mengetahui 'ancaman' yang bisa mengintai di baliknya. Oh no!
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui kapan sebaiknya kamu mengganti sikat gigi dan menjadwalkannya dengan rutin, Babes~
Ketahui Kapan Sebaiknya Kamu Mengganti Sikat Gigi

So, kapan sebaiknya kamu mengganti sikat gigi?
Melansir dari TIME, Iwonka T. Eagle, direktur program pascasarjana kebersihan gigi dan profesor klinis madya di departemen periodontik dan kedokteran mulut di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Michigan menjelaskan, "Saya selalu mengatakan kepada pasien, jika Anda tidak ingat kapan terakhir kali mengganti sikat gigi, maka mungkin sudah waktunya untuk menggantinya.”
“Saya berasumsi bahwa kebanyakan orang menyimpan sikat gigi mereka lebih lama dari yang disarankan," ujarnya lebih lanjut.
“Di praktik kami, kami memberikan sikat gigi baru kepada pasien atau mengganti kepala sikat gigi mereka. Jadi saya rasa banyak orang hanya menunggu sampai mereka pergi ke dokter gigi dan mendapatkan sikat gigi baru. Tetapi kami mencoba memberi tahu mereka bahwa mereka harus menggantinya setiap tiga hingga empat bulan,” kata Dr. Lee Weisbard, pemilik Weisbard Dental di Greenwood Village, Colorado.
Terkadang orang berpikir mengganti sikat gigi adalah masalah kebersihan, bahwa sikat gigi yang sudah tua menyimpan bakteri dan mikroba lain yang dapat membuat mereka sakit. Tetapi para ahli mengatakan alasan utama untuk sering mengganti sikat gigi adalah karena sikat gigi tersebut kehilangan efektivitasnya.
“Bulu sikat akan aus seiring waktu. Semakin sering kita menggunakannya, terutama jika orang menyikat gigi terlalu keras, bulu sikat akan menjadi berjumbai, bengkok, atau melebar,” kata Iwonka T. Eagle. “Saat aus, bulu sikat menjadi kurang efektif dalam menghilangkan plak dari permukaan gigi, terutama di garis gusi. Bulu sikat yang aus tidak akan menyentuh permukaan gigi dengan tepat atau akurat.”
"Seiring waktu, jika Anda tidak membersihkan plak sebanyak yang seharusnya, risiko kerusakan gigi, peradangan, atau infeksi dapat meningkat, kata Dr. Ada Cooper, juru bicara penasihat konsumen untuk American Dental Association yang memiliki praktik gigi swasta di New York City.
Tanda-tanda Sudah Saatnya Mengganti Sikat Gigi
Well, jika kamu tidak yakin sudah berapa lama kamu menggunakan sikat gigi tersebut, bulu sikat sering kali akan memberi tahumu kapan saatnya untuk menggantinya:
Bulu sikat yang aus atau melebar
Ini adalah tanda yang paling jelas, Dear. Jika bulu sikat bengkok ke luar, rata, tidak rata, atau aus, bulu sikat tersebut tidak lagi membersihkan secara efektif.
Bulu sikat yang aus tidak dapat menjangkau sela-sela gigi atau sepanjang garis gusi dengan benar. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa sikat gigi dengan bulu sikat yang aus menghilangkan plak jauh lebih sedikit daripada sikat gigi baru.
Setelah mengalami kondisi sakit
Jika kamu baru-baru ini terkena flu, radang tenggorokan, atau penyakit menular lainnya, ada baiknya mengganti sikat gigi kamu setelah sembuh. Meskipun risiko infeksi ulang dari sikat gigi rendah, bakteri dan virus dapat tetap berada di bulu sikat. Mengganti sikat gigi kamu bisa membantu menghilangkan kekhawatiran tersebut.
Perubahan warna atau bau
Next, apabila sikat gigimu tampak berubah warna atau memiliki bau yang tidak biasa, mungkin sikat gigi tersebut mengandung bakteri. Meskipun sikat gigi dirancang untuk tahan terhadap penggunaan sehari-hari di lingkungan yang lembap, sikat gigi tidak dimaksudkan untuk bertahan selamanya.
Menyikat gigi terlalu keras
Jika bulu sikat gigi terlihat aus hanya dalam beberapa minggu, kamu mungkin menyikat terlalu agresif. Banyak orang tidak menyadari bahwa menyikat lebih keras tidak berarti menyikat lebih baik.
Bahkan, menyikat terlalu keras dapat merusak enamel dan menyebabkan gigi sensitif. Jika sikat gigi kamu cepat aus, pertimbangkan untuk beralih ke sikat gigi berbulu lembut dan menggunakan tekanan yang lebih lembut.