Hal-hal yang Sebaiknya Tidak Kamu Campur ke Teh

Redaksi ● 31 Oct 2026

Teh menjadi salah satu minuman hangat yang menyegarkan, terlebih untuk dikonsumsi di pagi hari atau di kala cuaca dingin. Ada berbagai jenis teh yang baik untuk kesehatan tubuh, berdasarkan daun teh pilihan dan fungsinya masing-masing.

Namun, beberapa orang mungkin lebih suka mengonsumsi teh yang telah dicampurkan dengan bahan-bahan lain seperti gula atau susu, alih-alih mengonsumsi teh apa adanya. Perlu diketahui, ternyata ada beberapa hal yang sebaiknya tidak kamu campurkan ke dalam cangkir teh milikmu, Babes.

Ini Hal-hal yang Sebaiknya Tidak Kamu Campur ke Teh

Hal-hal yang sebaiknya tidak kamu campur ke teh

So, Cosmo Babes, berikut ini Cosmo telah merangkum apa saja hal-hal yang sebaiknya tidak kamu campur ke teh. Check this out!

Susu atau krim yang terlalu banyak

Manfaat kesehatan dari minum teh kemungkinan berasal dari polifenol dan flavonoidnya. Namun, krim atau susu dapat mengurangi kandungan polifenol dalam teh kamu, Babes.

Akibatnya, beberapa ahli kesehatan merekomendasikan untuk menyajikan teh tanpa tambahan apa pun atau membatasi apa yang kamu tambahkan ke dalam cangkir teh. Meskipun menambahkan susu dapat memberikan tekstur creamy pada teh, kamu tentu tidak ingin menghambat manfaat kesehatannya dalam proses tersebut, bukan?

Jadi jika memungkinkan, simpan krim dan susu untuk lain waktu. Jika kamu benar-benar tidak dapat minum teh tanpa susu, beberapa ahli teh merekomendasikan untuk menambahkan susu panas ke teh di akhir dan tidak menyeduhnya terlalu lama.

Gula

Melansir dari Health, meskipun menambahkan gula dapat mempermanis teh dan membuatnya lebih enak, hal itu juga dapat mengurangi kandungan polifenolnya. Untuk menjaga keutuhan teh dan mempertahankan polifenolnya, ubah rasanya dengan rempah hangat seperti kayu manis sebagai gantinya, Dear.

Air lama atau air yang sudah direbus sebelumnya

Membiarkan air di teko teh dan merebusnya lagi tidak akan memberikan manfaat apa pun bagi teh kamu. Menurut para ahli teh, kamu perlu menggunakan air yang kaya oksigen untuk mendapatkan rasa terbaik dari teh. Jika air tersebut telah didiamkan cukup lama atau jika telah direbus lebih dari sekali, teh kamu akan terasa hambar.

Selain itu, kamu juga perlu memastikan air tidak terlalu panas. Hal ini dapat membakar senyawa dalam teh. Demikian pula, jika air tidak cukup panas, senyawa rasa tidak akan terlepas ke dalam teh sebagaimana mestinya.

Pemanis buatan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penggunaan pemanis buatan seperti aspartam dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan kematian. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menyatakan bahwa pemanis buatan, khususnya aspartam, berpotensi karsinogenik.

Oleh karena itu, kamu harus membatasi konsumsi secara keseluruhan dan menghindari menambahkannya ke dalam teh.

Minyak esensial

Meskipun minyak esensial sering berasal dari tumbuhan, kamu tidak boleh berasumsi bahwa minyak tersebut alami atau aman untuk dikonsumsi. Tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa minyak esensial aman untuk dikonsumsi, bahkan ketika dipasarkan untuk penggunaan oral.

Minyak esensial jauh lebih ampuh daripada sekadar menambahkan daun tanaman ke makanan atau minuman. Misalnya, menambahkan sedikit daun mint segar tidak sama dengan menambahkan setetes minyak esensial peppermint ke teh yang kamu minum.

Satu tetes minyak esensial peppermint setara dengan sekitar 26 cangkir teh peppermint dan dapat menyebabkan masalah serius jika dikonsumsi.