Kembalinya Andhita Siswandi ke Panggung Mode Tanah Air lewat Koleksi yang Bertajuk "Adorn"

Elizabeth Alicia ● 03 Nov 2026

Setelah enam tahun hiatus dari panggung mode, perancang busana, Andhita Siswandi kembali menggelar presentasi koleksi melalui peragaan busana bertajuk Adorn. Digelar di Hallf Patiunus pada 23 Oktober 2026, koleksi musim semi ini menghadirkan 50 tampilan busana wanita dengan karakter desain yang mengutamakan kenyamanan, detail unik, dan permainan siluet.

Andhita Siswandi telah merencanakan untuk kembali menggelar presentasi mode sejak beberapa tahun lalu. Namun, perancang yang dikenal dengan karakter desain quirky, comfortable, dan fun ini baru merealisasikan rencananya pada 2026 setelah menemukan momentum yang tepat.

Keputusan tersebut juga mempertimbangkan perkembangan industri mode selama enam tahun terakhir. Menurut Andhita, banyak perubahan terjadi di industri ini, baik dari sisi tenaga penjahit, sesama perancang, jurnalis mode, figur industri, maupun model yang perlu dipikirkan secara matang.

Melalui presentasi Adorn, Andhita ingin kembali memperkenalkan identitas desainnya kepada publik. Berbeda dari sebelumnya yang lebih berfokus pada permintaan klien dan tren, kali ini ia ingin menunjukkan perkembangan karakter rancangannya serta berbagai eksplorasi desain kreatif. 

Desain Feminin dan Chic yang Dihadirkan di Sepanjang Koleksi Adorn

Nama Adorn memiliki arti memperindah atau mempercantik. Sesuai namanya, koleksi ini dirancang untuk menghadirkan busana yang dapat menunjang penampilan perempuan dalam berbagai kesempatan, dengan tetap memperhatikan aspek kenyamanan.

Sebanyak 50 tampilan yang diperkenalkan mencakup berbagai pilihan busana, mulai dari kemeja, kaus berkerah, blazer, bomber jacket, hingga gaun dan cape. Andhita juga menghadirkan rok pensil, rok balon, rok A-line, rok midi, rok lebar, serta skort atau perpaduan rok dan celana. Koleksi ini juga dilengkapi celana pendek dan celana panjang.

Palet warna yang digunakan terdiri dari kuning, merah muda, lavender, hijau, dan biru dengan sentuhan hitam sebagai warna penyeimbang. Sementara itu, pemilihan material memperlihatkan perpaduan antara bahan premium dan material yang nyaman dikenakan. Duchess dan tweed dipadukan dengan sutra, katun, organza, chiffon, serta semi wool.

Dari segi detail, Andhita kembali menampilkan elemen pita yang menjadi salah satu ciri khas desainnya. Elemen tersebut diolah dengan berbagai teknik sesuai karakter material yang digunakan. Selain pita, koleksi Adorn juga mengeksplorasi ruffles, teknik anyaman atau weaving, permainan volume, drapery, hingga detail feather. Detail pengerjaan juga menjadi perhatian dalam koleksi ini. Setiap busana menggunakan teknik french seam finishing yang memberikan hasil akhir jahitan lebih rapi. 

Mengutamakan Kenyamanan dan Potongan Busana

Koleksi Adorn menyasar perempuan aktif berusia 25 tahun ke atas yang memiliki karakter gaya pribadi yang kuat. Dari keseluruhan rancangan, kemeja dan kaus berkerah menjadi dua kategori yang sering muncul di sepanjang koleksi. Selain mudah dipadukan dengan berbagai item fashion, kedua busana tersebut dirancang dengan memperhatikan kenyamanan serta potongan yang sesuai dengan tubuh pemakainya.

Pengalaman pribadi Andhita sebagai ibu dari empat anak juga memengaruhi pendekatannya dalam merancang busana wanita. Setelah melalui empat kali kehamilan dan masa post-partum, ia memahami perubahan bentuk tubuh yang dapat memengaruhi kenyamanan serta kepercayaan diri perempuan dalam berpakaian.

Hadirkan Koleksi untuk Kegiatan Sosial

Selain koleksi utama, Andhita juga memperkenalkan kaus edisi terbatas yang dirancang khusus untuk kegiatan sosial. Seluruh keuntungan dari penjualan kaus tersebut akan disumbangkan kepada para korban terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Bagi Andhita, kembalinya ia ke panggung mode juga memiliki arti tersendiri sebagai seorang ibu sekaligus perancang. Melalui kesempatan ini, ia ingin menyampaikan pesan kepada keempat anaknya bahwa kehidupan berkeluarga tidak harus menjadi alasan untuk berhenti bekerja dan berkarya.