Apa Arti Closure dalam Hubungan?

Redaksi 08 Feb 2026

Berakhirnya sebuah hubungan terkadang merupakan salah satu momen yang tak dapat dihindari, Babes.

Ada kalanya, hubungan memang harus berakhir untuk kebaikan masing-masing pihak, terlebih jika hubungan tersebut sudah tidak sehat atau justru mendatangkan rasa sakit bagi kedua pihak terlibat.

Meskipun hubungan yang dijalani harus berakhir, setiap orang berhak mendapatkan closure untuk sama-sama melepaskan perasaan yang pernah tersimpan. Selain itu, closure juga bisa membantu kamu atau si dia untuk sama-sama menyadari dan menerima bahwa hubungan ini sudah berakhir.

Ketahui Apa Arti Closure dalam Hubungan

Arti closure dalam hubungan

Well, apa sebenarnya arti closure dalam hubungan? Closure dalam hubungan berarti mencapai rasa penyelesaian dan pemahaman tentang berakhirnya hubungan tersebut. 

Closure juga melibatkan proses emosi, memahami alasan di balik perpisahan, dan menemukan cara untuk melangkah maju tanpa keraguan atau penyesalan yang berkepanjangan, Babes. Kebutuhan akan closure yang dirasakan setiap orang berasal dari keinginan diri untuk bisa berdamai dan memperoleh kejelasan emosional.

Pentingnya Closure yang ‘Sehat’ dalam Hubungan

Mengapa closure yang ‘sehat’ dalam hubungan itu penting? Well, secara sederhana, closure merupakan tentang menghargai akhir dari sesuatu. 

Tanpa closure, hubungan akan meninggalkan perasaan yang belum terselesaikan dan masalah yang belum terselesaikan, yang dapat terus berlanjut lama setelah hubungan berakhir.  Closure memberikan rasa lengkap dan pemahaman, memungkinkan individu untuk melangkah maju dengan kejelasan, kedamaian, dan keseimbangan emosional.

Berikut ini Cosmo telah merangkum beberapa alasan mengapa closure yang sehat itu penting dalam sebuah hubungan:

Mencegah Kekesalan yang Berkepanjangan

Ketika hubungan berakhir tanpa komunikasi atau closure yang tepat, orang sering kali menyimpan perasaan marah, penyesalan, atau kebingungan.

Emosi yang tidak terselesaikan dapat menyebabkan kepahitan atau bahkan ingatan yang terdistorsi tentang hubungan tersebut.

Closure yang sehat memberi kedua pihak kesempatan untuk mengungkapkan perasaan mereka, mengekspresikan kekhawatiran mereka, dan pergi tanpa ketegangan yang belum terselesaikan.

Mendorong Pertumbuhan dan Refleksi

Baik itu persahabatan, hubungan romantis, atau hubungan terapeutik, setiap hubungan menawarkan pelajaran berharga.

Closure yang sehat memberikan kesempatan untuk merefleksikan dampak hubungan tersebut, mengakui momen-momen positif, dan belajar dari tantangan. Tanpa refleksi ini, seseorang mungkin kesulitan untuk sepenuhnya mengintegrasikan pengalaman tersebut dan mungkin membawa masalah yang belum terselesaikan ke dalam hubungan di masa depan.

Melepaskan Energi Emosional

Hubungan yang belum selesai cenderung menguras energi emosional dan mental. Tanpa closure, orang sering kali mengulang percakapan, mempertanyakan tindakan mereka, dan merenungkan skenario-skenario ‘What If’.

Closure yang sehat memungkinkan individu untuk melepaskan energi emosional tersebut dan mengarahkannya ke awal yang baru dan hubungan yang lebih sehat.