Cara Menghadapi Pasangan yang Terlalu Friendly
Memiliki pasangan yang ramah, mudah bergaul, dan mudah beradaptasi memang sangat menyenangkan.
Kamu dan si dia bisa berada di satu ruangan penuh orang bersama tanpa merasa canggung dan dengan mudah membangun komunikasi dengan orang lain. Namun, ada kalanya memiliki pasangan yang terlalu friendly mendatangkan kekhawatiran tersendiri, dan Cosmo sangat mengerti mengenai perasaan itu.
Well, bukan tanpa alasan, pasangan yang terlalu friendly membuat kita bisa merasa khawatir karena keramahannya disalahartikan, dianggap terlalu flirty, atau si dia bisa menjadi korban ‘manipulasi’ orang lain karena sikapnya yang baik.
Oleh karena itu, tidak ada salahnya kamu bersiap-siap dan melakukan berbagai trik untuk menghadapi pasangan yang terlalu friendly, Babes.
Simak Cara Menghadapi Pasangan yang Terlalu Friendly

Well, berikut ini Cosmo telah merangkum beberapa cara menghadapi pasangan yang terlalu friendly. Check this out, Cosmo Babes~
Jangan Merasa Insecure
First thing first, jangan merasa insecure atau terlalu overthinking saat memiliki pasangan yang terlalu friendly, Dear.
Well, Cosmo sangat mengerti kamu mungkin khawatir bahwa si dia akan ‘terpikat’ oleh orang lain melalui sikap ramahnya terhadap semua orang ini, namun cobalah untuk lebih percaya diri bahwa kamu tidak kurang suatu apa pun, dan hubungan ini telah dibangun atas dasar kepercayaan satu sama lain.
Coba untuk Percaya Si Dia
Alih-alih merasa insecure dan overthinking sepanjang hari, cobalah untuk percaya dengan pasanganmu, Babes.
Jika dia memang memiliki kepribadian yang ramah dan mudah bergaul, bukan berarti si dia akan flirting ke semua orang. Dia bersikap ramah dan menjadi orang yang mudah beradaptasi, bukan berarti karena dia selalu ingin menunjukkan ketertarikan lebih terhadap lawan bicaranya.
Namun, jika kamu sudah menangkap sinyal-sinyal merah bahwa si dia kemungkinan bersikap kelewat ramah cenderung mengarah ke flirting, kamu bisa waspada dan menyampaikan keresahanmu terhadap pasangan dengan jelas dan logis.
Komunikasi dengan Si Dia Tentang Perasaanmu
Tidak kalah penting, kamu perlu berkomunikasi dengan pasangan mengenai perasaanmu secara jujur dan terbuka, Dear.
Alih-alih merasa overwhelmed karena overanalyzing mengenai sikapnya yang ramah terhadap semua orang, kamu bisa menyampaikan bahwa kamu ‘sedikit’ keberatan jika si dia bersikap terlalu ramah.
Rasa keberatan ini bisa kamu sampaikan dengan alasan yang jelas, serta menjadi tindakan preventif sebelum ada orang lain yang menyalahartikan keramahan sikap pasanganmu terhadap mereka.
Pastikan kamu menyampaikan concerns dengan jelas, serta tidak melakukan konfrontasi dengan nada menuduh untuk menghindari pertengkaran atau argumen yang tidak dibutuhkan.
Terapkan Boundaries Masing-masing
Last but not least, kamu dan pasangan bisa saling menerapkan boundaries masing-masing, Dear. Misalnya, meskipun pasanganmu bisa bersikap ramah dan mengobrol dengan siapa saja, tetap ada boundaries atau batasan yang perlu dilakukan.
Misalnya, hanya mengobrol tanpa melakukan kontak fisik berlebihan, membatasi chat dengan lawan jenis jika bukan mengenai urusan profesional, tidak selalu menerima ajakan orang lain untuk hangout terlebih jika bukan ajakan dari keluarga atau sahabat dekat, dan lainnya.
Selain itu, buat boundaries ini agar tetap nyaman dijalani masing-masing pihak tanpa adanya paksaan atau kesan terlalu protektif.