Perbedaan Eau de Parfum atau Extrait de Parfum yang Perlu Kamu Tahu
Cosmo Babes, tidak semua parfum diciptakan setara. Karena itu, memahami label pada botol apakah itu Eau de Parfum atau Extrait de Parfum adalah beauty hack wajib bagi kamu yang ingin tampil wangi maksimal dari pagi hingga malam.
Secara teknis, parfum adalah campuran dari essential oils atau bibit parfum yang memberikan aroma, dicampur dengan pelarut yang biasanya berupa alkohol atau air.
Aturan dasarnya sangat sederhana: semakin tinggi persentase minyak parfumnya, maka semakin kuat dan tahan lama aromanya. Di sinilah letak perbedaan paling mendasar yang seringkali membuat kita bingung saat melihat label pada kemasan.
Let's get into the details agar scent-shopping berikutnya jadi jauh lebih efisien!
Eau de Parfum (EDP)

Eau de Parfum adalah jenis konsentrasi yang paling umum kita temukan. Konsentrasi ini sering dianggap sebagai "titik tengah" yang sempurna karena biasanya mengandung 15% hingga 20% konsentrat parfum.
Untuk ketahanannya sendiri, EDP mampu bertahan sekitar 6 hingga 8 jam di kulit, tergantung pada jenis kulit dan cuaca tempat beraktivitas. Karakteristik yang paling menonjol dari EDP adalah sillage atau jejak aromanya yang cukup kuat. Jadi, saat berjalan melewati seseorang, mereka kemungkinan besar akan langsung mencium aroma itu.
EDP menjadi favorit karena fleksibilitasnya dan sangat cocok untuk penggunaan sehari-hari. Karena kandungan alkoholnya sedikit lebih tinggi dibandingkan Extrait, aroma EDP cenderung lebih cepat menyebar atau memiliki proyeksi yang kuat di awal penyemprotan. Ini memberikan efek kesegaran yang instan dan nyata.
Extrait de Parfum

Sering disebut sebagai Pure Perfume atau sekadar Parfum, Extrait de Parfum adalah kasta tertinggi dalam hierarki wewangian. Ini adalah bentuk parfum yang paling murni, paling kaya, dan tentu saja, paling mahal.
Dengan konsentrasi minyak yang sangat tinggi, berkisar antara 20% hingga 40%, Extrait menawarkan ketahanan yang luar biasa. Aroma ini bisa bertahan 12 jam hingga 24 jam, bahkan terkadang jejak wanginya masih menempel di syal atau pakaian favorit meskipun sudah dicuci.
Berbeda dengan EDP yang terkesan "berteriak", Extrait de Parfum memiliki karakter yang lebih "intim". Ia tidak memenuhi ruangan dengan seketika, namun menciptakan aura yang sangat personal di sekitar pemakainya.
Jika memiliki kulit sensitif, Extrait adalah pilihan terbaik karena kandungan alkoholnya paling rendah, sehingga risiko iritasi atau kulit menjadi kering bisa diminimalisir. Aromanya pun jauh lebih kompleks dan mendalam karena biasanya menggunakan bahan baku alami berkualitas tinggi yang langka.
Mengapa Harga Extrait Jauh Lebih Mahal?
Mungkin banyak bertanya-tanya mengapa botol Extrait ukuran 30ml bisa jauh lebih mahal dibandingkan EDP ukuran 100ml. Jawabannya bukan hanya terletak pada kuantitas minyaknya, tapi pada kualitas dan proses pembuatannya.
Dalam meracik Extrait de Parfum, para perfumer sering menggunakan bahan baku yang sulit diekstraksi, seperti Oud murni, melati dari Grasse, atau mawar absolut.
Selain itu, proses pematangannya atau maceration membutuhkan waktu yang jauh lebih lama agar molekul-molekul aroma bisa menyatu dengan sempurna dan menghasilkan wangi yang stabil.
Kimia Tubuh: Faktor Penentu yang Tersembunyi

Penting untuk diingat bahwa perbedaan Eau de Parfum dan Extrait de Parfum juga sangat dipengaruhi oleh kimia tubuh masing-masing. Kulit yang berminyak cenderung mampu menahan molekul parfum lebih lama, sehingga EDP mungkin sudah cukup kuat untuk menemani aktivitas seharian.
Sebaliknya, parfum lebih cepat menguap pada kulit yang kering. Di sinilah Extrait de Parfum menjadi penyelamat karena teksturnya yang sedikit lebih berminyak membantu aroma "mengunci" lebih lama di permukaan kulit.
Sebagai beauty tips tambahan, selalu gunakan unscented lotion atau pelembap tanpa aroma sebelum menyemprotkan parfum. Kulit yang terhidrasi dengan baik akan bertindak seperti pengunci bagi molekul parfum, membuat jenis EDP sekalipun bisa bertahan lebih lama dari biasanya.
Sillage vs Longevity: Mana Prioritasmu?

Dalam kamus para pecinta parfum, kita mengenal istilah Longevity (ketahanan) dan Sillage (jejak). Jika prioritasnya adalah ingin orang-orang di satu ruangan menyadari kehadiran lewat aroma yang menyebar luas, maka Eau de Parfum adalah pilihannya. Alkohol di dalamnya membantu molekul aroma "terbang" lebih jauh ke udara.
Namun, jika lebih menyukai kemewahan yang tenang dan ingin aroma tersebut tetap setia menemani dari pagi hingga subuh berikutnya tanpa perlu semprot ulang, maka Extrait de Parfum adalah juaranya.
Cara pemakaiannya pun sedikit berbeda untuk mendapatkan hasil maksimal. Untuk EDP, bisa disemprotkan dari jarak sekitar 15 cm pada titik-titik nadi.
Sedangkan untuk Extrait yang sangat pekat, hanya butuh sedikit saja pada area yang paling panas di tubuh. Karena konsentrasi minyaknya yang tinggi, hindari menyemprotkan Extrait langsung ke pakaian berwarna terang atau kain sutra untuk menghindari risiko noda minyak.
Sekali lagi Babes, pilihannya kembali lagi pada gaya hidup, jenis kulit, dan tentu saja budget kamu. Kalau kamu tipe yang suka berganti-ganti aroma tergantung suasana hati, EDP menawarkan fleksibilitas yang fun.
Tapi, kalau kamu sudah menemukan soulmate dalam bentuk aroma dan ingin ia menjadi bagian dari identitas sepanjang hari, berinvestasi pada Extrait de Parfum adalah langkah cerdas yang sangat sebanding dengan kualitasnya.