Menyusuri Pameran Imba: Dari Abstraksi ke Abstrakisme

Redaksi 16 Feb 2026

Calling all the art enthusiasts! Pameran seni abstrak bertajuk Imba: Dari Abstraksi ke Abstraksisme telah hadir di Komunitas Salihara Arts Center. Pameran ini telah dibuka sejak bulan lalu pada 16 Januari dan akan berlangsung hingga 22 Februari 2026. Hadir sebagai bentuk kolaborasi dari Komunitas Salihara bersama Artsociates, pameran ini akan memajang sekitar 80 karya seni rupa Indonesia lintas generasi. Mulai dari hasil karya dari era 1950-an hingga karya terbaru yang selesai akhir 2025.

Menurut Asikin Hasan sebagai kurator dalam pameran ini, “Realitas tidak akan pernah sama persis ketika digambarkan di atas sebuah kanvas, atau lainnya. Sebab, di dalamnya terjadi sebuah proses yang menggugurkan banyak hal, dan sebaliknya, melahirkan hal-hal baru tak terduga.”


 

Saat masuk, kamu akan disuguhi dua karya kembar oleh Galih Adika Paripurna berjudul Two Figurines and a Boutonniere dan Just Married. Bernuansa dominan abu dan ungu yang sekilas mengingatkan Cosmo kepada aurora borealis. Jika diamati lebih dekat, terdapat garis-garis halus vertikal yang seakan melapisi ilustrasi kecil pada sisi sisi karyanya. Ilustrasi yang semu tersebut. Seakan ditimpa oleh sehelai kain transparan yang memberi kesan mistik.

Berjalan ke kanan, kamu akan menemui karya dwimatra yang tak kalah apik. Karya hasil tangan Mujahidin Nurrahman. Bentuk mandala yang simetris dibingkai pigura circular berwarna hitam. Terlihat simpel seperti garis-garis abstrak berulang hingga membentuk motif berbayang yang unik. Jika diamati lebih dekat, ternyata garis-garis tersebut dibangun dari potongan kertas yang ditimpa satu sama lain.

Melanjutkan perjalanan ke bagian belakang, kamu akan dimanjakan secara visual dengan karya trimatra “Temali” oleh Gregorius Sidharta. Yup! Dengan pengertian yang cukup literal, patung berbentuk tali yang dua kali melingkar sirkuler. Warnanya yang kehijauan seakan menggambarkan perunggu yang sudah mengalami oksidasi. 


Pameran Imba yang menghadirkan banyak seni lintas generasi dalam berbagai bentuk dwimatra dan trimatra membuat pengalaman melihat abstraksi terasa seperti “timeline berjalan” di satu ruang. Menariknya, pameran ini tidak memaksamu memahami seni lewat konteks yang rumit namun justru diajak menikmati bagaimana garis, warna, bidang, tekstur, ritme, dan komposisi bisa membentuk emosi tanpa harus diberi subtitle. 


Pameran “Imba: Dari Abstraksi ke Abstrakisme” dapat dikunjungi di Galeri Salihara pukul 18:00 WIB hingga 22 Februari 2026 dari Selasa-Minggu pukul 11:00 - 19:00 WIB. Pembelian tiket dapat diakses di tiket.salihara.org dengan harga Rp25.000 (pelajar/mahasiswa S1) dan Rp35.000 (umum).