Respons Para Alumni America’s Next Top Model tentang Dokumenter “Reality Check” Tyra Banks
Dokumenter pertama dari rangkaian proyek tentang America's Next Top Model (ANTM) akhirnya resmi tayang, dan langsung memunculkan sejumlah pengungkapan mengejutkan. Yang membuka seri ini adalah docuseries Netflix berjudul Reality Check: Inside America's Next Top Model, diproduseri oleh Tyra Banks. Serial tersebut turut menghadirkan executive producer Ken Mok, serta para panelis yang sudah lama melekat dengan acara ini seperti Nigel Barker, Jay Manuel, dan Miss J. Alexander.
Respons Alumni ANTM
Tiga episode tersebut juga menampilkan beberapa mantan kontestan yang membagikan pengalaman mereka—termasuk cerita-cerita yang selama ini hanya beredar sebagai rumor. Di tengah berbagai pengakuan itu, Tyra terlihat tetap pada posisinya. Tak lama setelah tayang, sejumlah alumni ANTM pun ikut bersuara. Berikut nama-nama yang memberikan respons terbuka:
1. Eva Marcille (Cycle 3)

Meski tidak tampil sebagai narasumber, Eva disebut langsung oleh Tyra sebagai salah satu pemenang yang memberi dampak besar di industri modeling. Dalam wawancara televisi, Eva mengaku terkejut setelah menonton dokumenter tersebut. Ia merasa seperti menjadi bagian dari sesuatu tanpa mengetahui sepenuhnya apa yang terjadi di balik layar.
2. Shandi Sullivan (Cycle 2)

Shandi membagikan pengalaman traumatis yang ia alami selama syuting, termasuk insiden yang sebelumnya jarang dibahas secara terbuka. Lewat unggahan panjang di media sosial, ia menjelaskan bahwa kali ini ia merasa narasinya benar-benar didukung. Baginya, keterlibatan dalam dokumenter adalah langkah personal untuk menyuarakan kembali ceritanya dengan cara yang lebih adil.
3. Adrienne Curry (Cycle 1)
'.
Pemenang pertama ANTM ini justru menyampaikan respek terhadap Tyra yang tidak meminta maaf atas kontroversi masa lalu. Dalam video Instagram, Adrienne menilai bahwa sikap tidak mundur dari kritik publik membutuhkan keberanian tersendiri—dan ia menghargai hal tersebut, meski pandangannya memicu pro dan kontra.
4. Lisa D'Amato (Cycles 5 & 17)
Lisa menyebut dokumenter Netflix tersebut masih terlalu “disederhanakan.” Menurutnya, pengalaman banyak kontestan jauh lebih kompleks dari yang ditampilkan. Ia juga memberi sinyal akan membahas lebih dalam pengalamannya di proyek dokumenter lain yang akan datang.
5. Allison Harvard, Fo Porter, dan Isis King
Ketiganya memilih menonton bersama dan membagikan momen tersebut di media sosial. Alih-alih pernyataan panjang, respons mereka lebih berupa kebersamaan dan refleksi pribadi atas pengalaman yang pernah mereka jalani.
6. Tiffany Richardson (Cycle 4)
Momen konfrontasinya dengan Tyra menjadi salah satu adegan paling diingat dalam sejarah acara. Dalam dokumenter, dinamika tersebut kembali dibahas. Namun melalui unggahan media sosial (yang kemudian dihapus), Tiffany mempertanyakan bagaimana peristiwa itu diedit dan ditampilkan kepada publik.
7. Krista White (Cycle 14)
Krista memberikan konteks mengenai peran para panelis. Menurutnya, juri seperti Nigel, Jay, atau Miss J. adalah talenta yang dipekerjakan, bukan pihak yang memiliki kendali produksi atau keputusan editorial. Itulah sebabnya, menurut Krista, sorotan akuntabilitas lebih banyak diarahkan kepada Tyra sebagai figur utama dan kreator acara.
8. Lauren Utter (Cycle 10)
Setelah dokumenter tersebut dirilis, kontestan Cycle 10, Lauren Utter, membagikan salah satu halaman kontraknya saat mengikuti America's Next Top Model ke media sosial. Dalam kutipan kontrak itu tertulis bahwa apabila peserta “terbunuh, terluka, atau mengalami bahaya selama proses transportasi menuju atau dari lokasi mana pun yang berkaitan dengan program,” maka perjanjian tersebut membebaskan pihak-pihak terkait dari segala bentuk tuntutan.
Lauren memberi keterangan bernada sarkastik pada unggahannya. Ia menulis bahwa dirinya pernah mengikuti ANTM dan “tidak meninggal—yay!”, lalu menambahkan bahwa karena Netflix akan merilis dokumenter, ia ingin membagikan “suvenir” tersebut. Ia juga menyindir isi kontrak yang menyatakan bahwa jika sesuatu terjadi pada peserta selama acara berlangsung, produksi tidak bertanggung jawab.
9. Brittany Corinne Hatch (Cycle 8)
Dalam pernyataannya kepada Front Page, kontestan Cycle 8 tersebut membagikan pengalamannya selama mengikuti America's Next Top Model, dengan mengatakan bahwa para alumni ANTM bukan sekadar mantan kontestan, melainkan “para penyintas.”
10. Victoria Henley (Cycle 19)

Menjelang perilisan dokumenter tersebut, Victoria menulis sebuah blog sebagai respons terhadap trailer yang beredar. Dalam tulisannya, ia menyebut bahwa melihat para pembuat acara akhirnya mengakui—meski mungkin hanya sebagian kecil—dari apa yang benar-benar dialami para kontestan terasa melegakan, “karena itu sangat banyak.” Ia juga menyebut kontrak ANTM sebagai “yang paling mengkhawatirkan yang pernah saya baca.”
Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Cosmopolitan US. Alih bahasa dan isi telah disesuaikan oleh penulis dan editor.