Ketahui Perbedaan Sayang dan Cinta, Sering Dikira Sama Padahal Berbeda
Istilah sayang dan cinta seringkali digunakan ketika berbicara mengenai seseorang atau sesuatu yang kita pedulikan. Istilah ini juga dibicarakan seolah-olah keduanya dapat dipertukarkan, padahal keduanya sangat berbeda.
Jadi, sebelum menyatakan sayang atau cinta, kamu wajib tahu makna dari keduanya. Nih, Cosmo bagikan perbedaan sayang dan cinta.
1. Arti sayang
Sayang sering kali mencerminkan perasaan naksir. Ketika kamu menyukai seseorang, merasa tertarik padanya, dan menikmati kehadirannya. Ada kehangatan, mungkin bahkan perasaan berdebar-debar–tetapi seiring waktu, perasaan itu bisa memudar perlahan. Ketika rasa suka atau kegembiraan menghilang secepat kemunculannya, kemungkinan itu adalah sayang, bukan cinta.
Kasih sayang sering kali dipicu oleh apa yang kita lihat di luar daripada siapa seseorang sebenarnya di dalam. Daya tarik juga dapat membuat kamu mendambakan kedekatan yang konstan. Kamu ingin mereka selalu ada di sekitarmu, dan ketika mereka tertawa atau berbicara dengan orang lain, kecemburuan muncul. Terkadang bahkan berubah menjadi posesif, keinginan untuk menjaga mereka sepenuhnya untuk diri sendiri. Tetapi intensitas itu belum tentu cinta, melainkan, seringkali hanya gejolak daya tarik, keras dan menguasai, namun tidak selalu bertahan lama.
2. Arti cinta
Cinta adalah emosi, perasaan, percikan api. Melihat seseorang pertama kali tidak otomatis berarti Anda jatuh cinta. Cinta sejati berkembang secara bertahap. Ia semakin dalam dengan setiap percakapan, setiap tawa bersama, setiap momen hening penuh pengertian.
Semakin kamu mengenal seseorang, semakin perasaan itu meluas–hingga suatu hari, hampir tanpa diduga, kamu menyadari bahwa merekalah orangnya. Kamu merangkul mereka sepenuhnya, bukan hanya karena kekuatan, ketampanan atau kecantikan mereka, tetapi juga karena ketidaksempurnaan mereka.
Kekurangan mereka tidak lagi terasa seperti kekurangan, itu hanya menjadi bagian dari diri mereka. Cinta adalah ketika kegembiraan mereka terasa seperti kegembiraan kamu sendiri, dan rasa sakit mereka terasa di hatimu. Cinta itu tanpa pamrih dan lembut, kamu tidak mengikatnya, tidak iri, dan tidak ingin memiliki secara berlebihan. Bahkan jika mereka berdiri di samping orang lain, satu-satunya keinginanmu adalah agar mereka benar-benar bahagia, karena mencintai mereka berarti menginginkan yang terbaik untuk mereka, selalu.
3. Rasa sayang
Sayang menyerupai angin sepoi-sepoi–menenangkan, ringan, dan terkadang sesaat. Itu adalah kehangatan yang dapat kamu rasakan untuk seorang teman dekat, hewan peliharaan kesayangan, atau bahkan sebuah novel yang berharga. Rasa sayang yang lembut untuk seseorang atau sesuatu yang membawa kegembiraan, tanpa meminta imbalan yang mendalam.
Bayangkan kamu sedang mengobrol dengan teman lama sambil minum kopi, bertukar cerita dan tawa seolah tak ada waktu yang berlalu. Kehangatan yang terasa mudah itu, adalah kasih sayang–ikatan manis dan sederhana yang mencerahkan hari Babes tanpa meminta imbalan yang berat. Nyaman, akrab, dan menyenangkan, tetapi tidak menuntut janji-janji besar atau pengabdian yang mengubah hidup.
4. Rasa cinta
Namun, cinta bergerak berbeda. Ia lebih seperti arus yang kamu masuki dengan rela–dalam, kuat, dan tak mungkin diabaikan. Ia membutuhkan keterbukaan dan keberanian. Cinta adalah apa yang membuat orang tua terjaga sepanjang malam yang tak berujung demi anak-anak mereka, atau apa yang menjadi jangkar bagi dua pasangan saat mereka melewati musim-musim tersulit dalam hidup bersama. Ia melampaui sekadar rasa sayang, melainkan berakar pada rasa hormat, kesabaran, dan pemahaman yang mendalam tentang hati satu sama lain.
Berbicara tentang cinta berarti berbicara tentang tanggung jawab–pilihan yang tenang dan berulang untuk menempatkan kesejahteraan orang lain di samping, dan terkadang di atas, kesejahteraan kamu sendiri. Cinta ada di saat-saat kamu berdiri di samping pasangan ketika segalanya berantakan, atau ketika kemenangan mereka terasa sama bermakna dengan kemenanganmu sendiri. Cinta bukan hanya sesuatu yang kamu rasakan, cinta adalah sesuatu yang kamu tunjukkan, berulang kali.
5. Hormon
Perbedaan paling jelas antara sayang dan cinta dapat dilihat dari keterlibatan hormon di dalam tubuh. Saat seseorang merasakan sayang, intensitasnya tidak sekuat saat seseorang benar-benar jatuh cinta.
Ketika seseorang jatuh cinta, hormon seperti dopamin dan norepinefrin meningkat lebih tinggi dibanding biasanya. Lonjakan ini memunculkan sensasi tegang sekaligus bahagia, euforia, hingga rasa berdebar yang sulit dijelaskan. Tak hanya itu, hormon seksual seperti testosteron dan estrogen juga ikut berperan, membuat perasaan cinta terasa lebih intens dan menggelora.
Itulah sebabnya orang yang sedang jatuh cinta kerap menunjukkan sikap yang terasa “berbeda” atau bahkan sedikit aneh. Wajah bisa memerah, jantung berdegup lebih cepat, dan tubuh terasa lebih hangat. Semua itu merupakan respons alami tubuh terhadap gejolak hormon ketika rasa suka berkembang menjadi cinta.
6. Prioritas Waktu dalam sayang vs cinta
Waktu adalah hal yang sangat berharga–bahkan sering disebut tak ternilai harganya. Rasa sayang akan memberikan waktu yang lebih tenang dan tulus, tapi prioritas waktu dalam cinta terlihat lebih nyata. Pada rasa sayang, perhatian hadir tanpa tuntutan besar untuk selalu bersama, karena perasaan ini biasanya tumbuh dari kebutuhan yang lebih umum dan stabil.
Namun, ketika seseorang sedang jatuh cinta, hitungan soal waktu seolah tak lagi relevan. Ia dengan sukarela menyisihkan jadwalnya, meluangkan tenaga, bahkan tak merasa bosan berlama-lama bersama orang yang dicintai. Cinta membuat seseorang rela hadir, bukan karena kewajiban, tetapi karena keinginan.
Memberikan prioritas waktu adalah sesuatu yang wajar dalam sebuah hubungan. Perasaan cinta biasanya disertai keintiman yang kuat, sehingga keinginan untuk terus bersama menjadi hal yang alami. Tak heran jika seseorang yang sedang memiliki pasangan cenderung lebih sering menghabiskan waktu dengan kekasihnya dibandingkan dengan teman atau orang lain di sekitarnya.
7. Menyuarakanan opini dalam sayang vs cinta
Perbedaan antara sayang dan cinta juga bisa terlihat dari cara seseorang menyuarakan opininya dalam sebuah hubungan. Dalam rasa sayang, seseorang biasanya lebih berani mengutarakan opini, terutama ketika ada hal yang tidak sesuai atau melanggar batas kenyamanan. Rasa sayang tidak selalu membuat seseorang menutup mata, justru ada keberanian untuk menyampaikan ketidaksepakatan karena perasaan tersebut tetap disertai kesadaran dan pertimbangan yang lebih rasional.
Sebaliknya, saat sedang jatuh cinta, seseorang cenderung menahan pendapat, bahkan memilih untuk menyetujui hampir semua hal yang dilakukan pasangannya. Perbedaan pandangan sering kali dipendam demi menjaga perasaan dan keharmonisan, karena cinta membuat kita lebih mudah memaklumi kesalahan maupun kekecewaan.
Perbedaan sikap terhadap opini ini turut memengaruhi kadar kekecewaan dalam hubungan. Pada rasa sayang, harapan yang terbangun biasanya tidak sedalam itu, sehingga bentuk dan intensitas kecewanya pun terasa berbeda. Namun, pada cinta, kamu cenderung merasa jauh lebih terluka ketika dikhianati oleh seseorang yang kamu cintai, karena cinta membawa ekspektasi dan keyakinan yang lebih dalam.