Cara Menata Isi Lemari Agar Mudah Mix & Match

Redaksi 2 24 Feb 2026

Rahasia tampil modis setiap hari tanpa pusing sebenarnya bukan terletak pada seberapa banyak baju baru yang kamu beli, melainkan pada cara menata isi lemari kamu, Babes.

Dengan penataan yang tepat, kamu bisa menemukan kombinasi gaya baru yang mungkin selama ini tersembunyi di balik tumpukan baju yang jarang dipakai.

Simak cara menata lemari kamu agar mudah mix and match outfit sehari-hari. Let’s get started it!

Ritual Kurasi dan Decluttering

Langkah pertama dalam cara menata isi lemari adalah dengan melakukan kurasi atau decluttering. Keluarkan semua isi lemari ke atas tempat tidur. Yup, semuanya tanpa sisa.

Melihat tumpukan baju yang menggunung biasanya akan memberikan efek kejut yang menyadarkan kita betapa banyak barang yang sebenarnya tidak kita pakai.

Gunakan metode tiga tumpukan: Simpan, Donasikan, dan Buang.

Simpan pakaian yang benar-benar pas di badan dan membuatmu merasa percaya diri. Donasikan pakaian yang masih layak pakai tapi sudah tidak sesuai dengan style kamu saat ini. Buang (atau jadikan kain lap) pakaian yang sudah rusak atau bernoda permanen.

Langkah ini penting karena ruang visual yang lega akan memudahkan otakmu memproses ide. Saat lemari bernapas, kamu bisa melihat bahwa kemeja linen cokelatmu ternyata sangat serasi dengan celana kulot abu-abu yang selama ini tertimbun di pojok bawah.

Kelompokkan Berdasarkan Kategori dan Warna

Setelah baju-baju terpilih sudah siap, jangan langsung asal masukkan kembali. Gunakan logika "Zonasi". Salah satu cara menata isi lemari agar mudah mix and match yang paling efektif adalah mengelompokkan pakaian berdasarkan jenisnya: semua atasan di satu area, bawahan di area lain, dan luaran (outerwear) di bagian tersendiri.

Setelah dikelompokkan per kategori, buatlah sub-kategori berdasarkan warna. Kamu bisa mengikuti urutan pelangi atau yang paling simpel: dari warna terang ke gelap.

Kenapa? Karena saat kamu ingin melakukan mix and match, kamu biasanya memulai dengan satu fashion item kunci. Misalnya, kamu ingin memakai celana jeans biru. Dengan sistem warna, kamu bisa langsung menoleh ke bagian atasan dan melihat deretan warna apa yang paling cocok dengan biru hari itu, apakah putih untuk kesan bersih atau kuning untuk kesan bold.

Strategi Gantungan: Investasi yang Mengubah Hidup

Banyak orang meremehkan kekuatan gantungan baju atau hanger. Jika kamu masih menggunakan campuran gantungan kawat, gantungan plastik warna-warni, dan gantungan kayu yang tebal, lemari kamu akan terlihat penuh meski isinya sedikit.

Gantilah semua gantunganmu dengan satu jenis yang seragam, disarankan menggunakan gantungan beludru yang tipis. Selain menghemat ruang, tekstur beludru menjaga baju tidak mudah merosot.

Saat semua baju tergantung di ketinggian yang sama dan menghadap ke arah yang sama, pandanganmu akan lebih fokus pada model dan warna baju, bukan pada ramainya gantungan. Ini adalah kunci visual dalam cara menata isi lemari agar mudah mix and match dengan cepat di pagi hari yang sibuk.

Simpan Berdasarkan Musim dan Intensitas Pemakaian

Kita hidup di iklim tropis, namun pasti kita punya beberapa potong baju "berat" seperti jaket tebal atau sweater wol untuk liburan. Jangan biarkan baju-baju ini mengambil posisi premium di tengah lemari.

Simpan pakaian yang jarang dipakai atau pakaian musim dingin di rak paling atas atau di dalam kotak penyimpanan di bawah tempat tidur. Pastikan area yang paling mudah dijangkau mata (level mata hingga pinggang) hanya berisi pakaian yang sering kamu gunakan sehari-hari.

Dengan mengurangi "gangguan" dari baju-baju yang tidak relevan dengan kegiatan harianmu, proses mix and match akan berjalan jauh lebih smooth. Kamu tidak perlu lagi menggeser-geser jaket musim dingin hanya untuk mencari kaos oblong favorit.

Maksimalkan Penglihatan dengan Rak Terbuka dan Laci Transparan

Dalam banyak kasus, jika kamu tidak melihatnya, kamu tidak akan memakainya. Karena itu, untuk aksesori seperti ikat pinggang, syal, atau perhiasan, gunakan wadah transparan atau sekat laci.

Untuk kaos atau celana yang dilipat, gunakan teknik lipat berdiri (metode KonMari). Dengan cara ini, kamu bisa melihat semua koleksi kaosmu sekaligus saat membuka laci, tanpa harus membongkar tumpukan bawah yang seringkali merusak kerapian.

Pentingnya Pencahayaan di Dalam Lemari

Mungkin ini terdengar berlebihan, tapi pencahayaan yang baik adalah bagian krusial dari cara menata isi lemari. Seringkali kita salah memadukan warna karena pencahayaan kamar yang remang-remang.

Pasanglah lampu LED sensor gerak yang bertenaga baterai di dalam lemari. Saat kamu membuka pintu, semua koleksimu akan terpampang nyata dengan warna aslinya.

Pencahayaan yang terang juga memberikan efek psikologis yang positif; kamu akan merasa lebih bersemangat untuk bereksperimen dengan gaya baru karena pakaianmu terlihat lebih menarik di bawah cahaya yang terang.

Membuat Capsule Wardrobe Kecil di Dalam Lemari

Jika kamu sering merasa overwhelming dengan terlalu banyak pilihan, cobalah teknik capsule wardrobe. Kamu tidak perlu menerapkan ini pada seluruh isi lemarimu, cukup pilih 10-15 potong pakaian yang paling serbaguna, seperti blazer hitam, kemeja putih, jeans gelap, dan rok midi, lalu tempatkan di bagian yang paling mudah diakses.

Evaluasi dan Rotasi Berkala

Untuk menjaga agar cara menata isi lemari tetap efektif, lakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali. Mungkin ada tren baru yang ingin kamu coba, atau mungkin ada beberapa baju yang ternyata setelah ditata pun tetap tidak pernah kamu sentuh.

Lakukan rotasi. Pindahkan baju yang ada di bagian belakang ke depan, dan sebaliknya. Terkadang, hanya dengan mengubah posisi gantungan, sebuah baju bisa terlihat seperti baru kembali karena kamu melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.