5 Cara Tetap Hemat di Tengah Banyak Undangan Bukber

Redaksi 2 26 Feb 2026

Bulan Ramadan sering membawa suasana hangat, tapi terkadang juga pengeluaran ekstra. Undangan buka bersama datang dari berbagai arah, mulai dari teman kerja, sahabat lama, hingga keluarga besar. Meski menyenangkan, jadwal bukber yang padat bisa membuat pengeluaran membengkak tanpa terasa.

Di sinilah kamu perlu strategi agar tetap bisa bersilaturahmi tanpa membuat kondisi finansial menjadi berat. Mengelola pengeluaran bukan berarti pelit, tapi bentuk kepedulian terhadap stabilitas hidupmu sendiri.

Berikut cara tetap hemat di tengah banyak undangan bukber yang bisa kamu lakukan secara realistis.

1. Tentukan Prioritas Undangan

Tidak semua undangan harus dihadiri. Menurut Journal of Consumer Psychology (2019), pengeluaran sosial yang tidak terencana sering dipicu oleh tekanan sosial, bukan kebutuhan. Memilih acara yang benar-benar penting bagimu membantu menjaga keseimbangan antara hubungan sosial dan kondisi finansial.

2. Tetapkan Anggaran Khusus untuk Bukber

Mengatur anggaran membuat pengeluaran lebih terkontrol. Penelitian dalam Journal of Economic Psychology (2018) menunjukkan bahwa individu yang menetapkan batas pengeluaran cenderung lebih disiplin dalam pengelolaan keuangan. Menentukan jumlah khusus untuk bukber membantu kamu menikmati momen tanpa rasa khawatir.

3. Pilih Tempat yang Sesuai Kemampuan

Tidak semua bukber harus diadakan di tempat mahal. Studi di Journal of Behavioral Finance (2020) menyebutkan bahwa pengeluaran sosial sering meningkat karena dorongan mengikuti standar kelompok. Mengusulkan tempat yang lebih terjangkau tetap memungkinkan kamu menjaga kebersamaan tanpa membebani diri.

4. Hindari Pembelian Impulsif Saat Berkumpul

Saat suasana ramai, kamu mungkin tergoda menambah pesanan atau membeli hal di luar rencana. Menurut Journal of Retailing and Consumer Services (2017), keputusan impulsif sering dipengaruhi emosi sosial dan lingkungan. Membuat keputusan secara sadar membantu mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

5. Ingat Bahwa Nilai Silaturahmi Tidak Diukur dari Biaya

Hubungan sosial tidak selalu bergantung pada besarnya pengeluaran. Penelitian dalam Journal of Positive Psychology (2021) menunjukkan bahwa kualitas interaksi lebih berpengaruh terhadap kepuasan relasi dibanding faktor materi. Fokus pada kebersamaan membantu kamu menikmati bukber tanpa tekanan finansial.

Menghadiri banyak bukber tidak harus membuat dompet menipis jika kamu mengelola pengeluaran dengan bijak. Dengan menerapkan cara tetap hemat di tengah banyak undangan bukber di atas, kamu tetap bisa menjaga silaturahmi sambil melindungi stabilitas finansial.