Berikut Akibat Kelebihan Vitamin C yang Patut Kamu Ketahui!

Redaksi 06 Mar 2026

Vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh kita, Dear. Dengan asupan vitamin C, kita dapat memperoleh sejumlah manfaat penting seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu kulit menjadi lebih sehat dan cerah, membantu mempercepat proses penyembuhan luka, dan masih banyak lagi.

Vitamin C dapat diperoleh dari mengonsumsi suplemen vitamin C atau mengonsumsi makanan-makanan dengan vitamin C tinggi seperti buah-buahan citrus, paprika, jambu, kiwi, dan lainnya.

Meskipun vitamin C sangat penting untuk tubuh dan mendatangkan beragam manfaat, ternyata vitamin C tetap tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, Girls. Jika dikonsumsi berlebihan, vitamin C justru dapat menyebabkan masalah kesehatan tertentu. Ouch!

Ketahui Akibat Kelebihan Vitamin C

Akibat kelebihan vitamin C

Well, Cosmo akan mengajak kamu untuk mengetahui beberapa akibat kelebihan vitamin C. Here you go, Cosmo Babes~

1. Gangguan Pencernaan

First thing first, salah satu efek samping paling umum dari vitamin C dosis tinggi adalah gangguan pencernaan seperti ketidaknyamanan gastrointestinal. Ini termasuk beberapa gejala seperti kram perut, mual, diare, dan perut kembung, Babes.

Melansir dari Verywell Health, efek ini umumnya bergantung pada dosis, artinya efek tersebut menjadi lebih mungkin terjadi seiring peningkatan asupan. Selain itu, karena vitamin C bersifat asam, vitamin 

ini juga aktif secara osmotik, yang berarti bahwa ketika dikonsumsi secara berlebihan, vitamin ini menarik air ke dalam usus dan mengiritasi lapisan gastrointestinal, menyebabkan ketidaknyamanan.

2. Enamel Gigi yang Mungkin Terkikis

Suplemen vitamin C yang dapat dikunyah atau berbentuk permen seringkali bersifat asam dan dapat mengikis enamel gigi seiring waktu, Dear. Erosi ini dapat menyebabkan peningkatan sensitivitas gigi, perubahan warna, dan risiko karies yang lebih tinggi.

Selain itu, lingkungan asam yang dihasilkan oleh produk vitamin C melemahkan lapisan pelindung enamel, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk permen atau tablet kunyah.

Untuk meminimalkan risiko, bilas mulut dengan air setelah mengonsumsi suplemen vitamin C dan hindari menyikat gigi segera setelahnya.

3. Mengalami Batu Ginjal

Dosis vitamin C yang tinggi dapat meningkatkan kadar oksalat dalam urin. Oksalat adalah zat yang dapat mengikat kalsium untuk membentuk batu ginjal. Ketika tubuh memetabolisme kelebihan vitamin C, sebagian darinya dapat diubah menjadi oksalat.

Proses ini sangat mengkhawatirkan bagi orang yang memiliki kecenderungan terbentuknya batu ginjal atau mereka yang memiliki kondisi ginjal yang sudah ada. Individu dengan riwayat batu ginjal, penyakit ginjal kronis, atau kadar oksalat tinggi mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi.

4. Dapat Menyebabkan Kelebihan Zat Besi

Melansir dari Healthline, vitamin C dikenal dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Vitamin C dapat mengikat zat besi non-heme, yang ditemukan dalam makanan nabati. Tubuh kita tidak menyerap zat besi non-heme seefisien zat besi heme, jenis zat besi yang ditemukan dalam produk hewani.

Ketika vitamin C mengikat zat besi non-heme, zat besi ini menjadi jauh lebih mudah diserap oleh tubuh. Ini adalah fungsi penting, terutama bagi individu yang mendapatkan sebagian besar zat besi mereka dari makanan nabati, Dear.

Sebuah studi menemukan bahwa penyerapan zat besi peserta meningkat sebesar 67% ketika mereka mengonsumsi 100 mg vitamin C bersamaan dengan makan.

Namun, seseorang yang memiliki kondisi yang meningkatkan risiko penumpukan zat besi dalam tubuh, seperti hemokromatosis, harus berhati-hati dengan suplemen vitamin C.

Dalam keadaan ini, mengonsumsi vitamin C secara berlebihan dapat menyebabkan kelebihan zat besi, yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, hati, pankreas, tiroid, dan sistem saraf pusat.

Namun, kelebihan zat besi sangat tidak mungkin terjadi jika seseorang tersebut tidak memiliki kondisi yang meningkatkan penyerapan zat besi. Selain itu, kelebihan zat besi lebih mungkin terjadi jika seseorang mengonsumsi zat besi berlebih dalam bentuk suplemen.