Seru! Ini 5 Film Coming-of-Age Indie yang Wajib Ditonton

Ellena Azisia 06 Mar 2026

Masa remaja yang identik dengan drama ternyata merupakan salah satu masa yang terseru ketika diingat-ingat di masa dewasa. Mulai dari drama dengan sahabat, pasangan, hingga timbulnya perasaan insecure atau merasa tidak cocok dengan banyak hal termasuk duniamu. Tapi nyatanya, itu merupakan bumbu yang menghidupkan masa remaja kita yang nantinya dikenang ketika dewasa. Untuk membangkitkan memori masa remaja, tonton film coming-of-age indie yang bisa jadi relate dengan kamu.

Apa Itu Film Coming-of-Age?

OK, sebelum Cosmo merekomendasikan film-film coming-of-age indie, Cosmo akan jelaskan terlebih dahulu apa itu film coming-of-age. Film coming-of-age adalah film yang menceritakan proses tumbuh seseorang dari remaja menuju dewasa. Dewasa yang dimaksud adalah emosional dan mental. FYI, coming-of-age merupakan sebuah genre film, tapi kerap disebut juga sub genre atau narrative genre. Jadi, coming-of-age adalah genre tematik, bukan genre teknis seperti horor, action, atau thriller. So, tanpa perlu berlama-lama lagi, Cosmo sudah siapkan tujuh rekomendasi film coming-of-age indie yang wajib kamu tonton. Keep reading, babes!

1. The Perks of Being a Wallflower (2012)

Mendapuk Logan Lerman, Emma Watson, dan Ezra Miller sebagai pemeran utama, The Perks of Being a Wallflower mengangkat tema kesehatan mental pada remaja, persahabatan, dan pencarian jati diri yang sangat relateable dengan remaja. Film ini menceritakan tentang kehidupan Charlie yang diperankan oleh Logan Lerman. Charlie adalah seorang remaja kikuk, introvert, juga sensitif yang baru masuk ke bangku SMA. Di sekolah, ia bertemu dengan kakak beradik yaitu Sam dan Patrick. Hidup Charlie berubah semenjak bertemu dengan mereka.

Sam dan Patrick mengenalkan Charlie ke kehidupan remaja pada umumnya yaitu pertemanan, cinta, pesta, dan kebebasan berekspresi. Di momen itu, Charlie mulai belajar tentang persahabatan, penerimaan diri, cinta pertama­­–yup, ia berpacaran dengan Mary Elizabeth, yang akhirnya mereka putus karena ternyata Charlie mencintai Sam. But unfortunately, di balik proses pendewasaannya, Charlie harus berkelahi dengan trauma masa lalunya. Tonton The Perks of Being a Wallflower untuk ketahui kehidupan Charlie selengkapnya!

2. Juno (2007)

Masa SMA seharusnya menjadi masa-masa yang paling menyenangkan. Tapi, tidak bagi Juno. Di usianya yang masih 16 tahun, ia mendapat fakta bahwa dirinya hamil. Ya, ia hamil setelah berhubungan dengan sahabatnya, Paulie Bleeker. Tentu ini membuat Juno bingung. Ia sempat mempertimbangkan untuk aborsi, namun tidak jadi. Juno juga mempertimbangkan untuk memberi anaknya ke orang tua angkat. Hingga akhirnya, Juno bertemu dengan Vanessa dan Mark, pasangan yang mapan secara finansial dan tinggal di pinggiran kota.

Juno merasa cocok dengan pasangan tersebut karena Vanessa adalah seorang perempuan yang ambisius, terstruktur, dan amat mendambakan untuk menjadi seorang ibu. Sedangkan Mark, sosok yang fun, santai, charming, sehingga Juno bisa dekat dengan Mark. Ditambah, Juno dan Mark memiliki kesenangan yang sama. Tapi dari kedekatan itu, Juno pun mengetahui bahwa ternyata Mark belum siap secara emosional untuk menjadi ayah. Juno pun dilanda kegalauan. Ia khawatir calon anaknya tidak mendapatkan hidup yang layak. Proses pendewasaan yang secara mendadak dialami Juno selama masa kehamilannya.

3. Palo Alto (2013)

Sebagai anak SMA, April yang diperankan oleh Emma Roberts masih belum punya arah dan tujuan hidup. Dirinya masih mudah dimanipulasi oleh orang lain. Konflik bermula sejak April bekerja sebagai babysitter di rumah guru olahraganya, Mr. B yang diperankan oleh James Franco. Konflik batin di antara keduanya mulai timbul. Namun, seperti yang kita ketahui, konflik batin tersebut salah. Mengingat usia April yang masih remaja, emosional dirinya pun juga masih rentan. Pergulatan batin antara April dan Mr. B jelas merupakan pelanggaran profesional yang dilakukan oleh Mr. B. Sementara itu, April juga masih bingung apakah ini cinta, atau dirinya hanya dimanipulasi oleh seseorang yang usianya jauh di atas dirinya.

Keseluruhan film ini mengisahkan tentang kehidupan anak SMA yang tampaknya normal, namun ternyata penuh kekosongan. Selain menceritakan kisah April, Palo Alto (2013) turut mengisahkan tentang Teddy dan Fred, teman sekolah April yang keduanya menyukai April. Namun, keduanya memiliki sifat yang berbeda. Teddy adalah remaja pemberontak dan bermasalah. Ia kerap terlibat dalam tindakan menyimpang. Sementara itu Fred, merupakan sosok yang lembut, pendiam, dan menghindari konflik atau penyimpangan. So, tonton Palo Alto di streaming platform kesayanganmu dan ikuti kisah para remaja tersebut!

4. Lady Bird (2017)

Masa pencarian jati diri lekat dengan seorang remaja, terutama remaja yang duduk di bangku SMA. Christine McPherson berusaha membentuk identitas diri dengan menolak dipanggil nama aslinya. Yup, ia ingin dipanggil Lady Bird. Ini disebabkan karena dirinya merasa hidupnya biasa aja, tidak cukup, dan terlalu sempit. Sesuai judulnya, film ini mengisahkan tentang kehidupan Lady Bird. Ada beberapa hal tentang Lady Bird yang disorot salah satunya adalah hubungan Lady Bird dengan ibunya. Hubungan keduanya tampak kompleks. Selayaknya anak dan ibu, mereka saling menyayangi.

Tapi, cara menyayanginya cukup berbeda sehingga mereka kerap berbenturan. Ibu Lady Bird kerap mengomentari dirinya, sedangkan Lady Bird yang sensitif dan mudah tersinggung tak selalu bisa menerima kritikan tersebut. Obrolan penuh tawa bisa berubah menjadi pertengkaran hebat di antara keduanya. Hingga suatu saat, Lady Bird akhirnya siap menduduki bangku perkuliahan, dan ia diterima di salah satu universitas di New York. Pergulatan batin terjadi, meski ia senang, tapi Lady Bird juga sedih karena harus meninggalkan kotanya. And after all, Lady Bird kembali ke jati dirinya, ia memperkenalkan diri di kampus dengan nama Christine.

5. The Edge of Seventen

Nadine, remaja berusia 17 tahun yang bersifat canggung merasa bahwa dirinya tidak cocok dengan lingkungannya. Perasaan tersebut timbul sejak Nadine masih kecil. Hidup Nadine terasa semakin sulit ketika ayahnya meninggal. Kehilangan ayahnya membuat Nadine merasa semakin down. Bagaimana tidak, ia sangat dekat dengan ayahnya, dan bagi Nadine, hanya ayahnya yang bisa memahami dirinya. Sejak kepergian ayahnya, hubungan Nadine dengan ibundanya menjadi tegang. Dan yang membuat Nadine semakin merasa tidak cocok dengan lingkungannya, kakak Nadine yaitu Darian justru menjadi anak favorit di keluarga yang juga populer di sekolahnya.

Sahabat menjadi satu-satunya pelarian Nadine. Ia merasa bahwa sahabatnya, yakni Krista bisa memahami dirinya dan selalu ada untuknya. Terlebih, mereka telah bersahabat sejak kecil. Persahabatan mereka begitu erat sehingga Nadine merasa aman bersama Krista. Hingga suatu saat, Krista menjalin hubungan spesial dengan Darian. Nadine merasa dikhianati. Tapi, sebenarnya ini bukanlah masalah besar, hanya saja Nadine yang masih belum terima akan adanya perubahan. Akhirnya, seiring berjalannnya waktu, Nadine belajar soal kehilangan, menerima perubahan, dan bersikap dewasa atas apa yang dialaminya.

6. Submarine (2010)

Soundtrack-nya yang ikonis menjadi salah satu daya tarik film ini. Yup, soundtrack film Submarine (2010) telah mencuri perhatian Cosmo. EP soundtrack yang berisi 6 lagu dibawakan oleh Alex Turner. Dan lagu-lagunya sangat cocok dengan vibe film sehingga lagunya pun menjadi favorit banyak orang terutama Stuck on The Puzzle. But babes, kali ini Cosmo tidak membahas soal soundtrack-nya, tapi tentang filmnya.

Submarine mengisahkan tentang Oliver Tate, remaja 15 tahun yang cerdas juga sedikit eksentrik. Sejak awal cerita dimulai, Oliver memiliki dua tujuan yaitu melepas keperjakaannya sebelum ulang tahun dan menyelamatkan pernikahan kedua orang tuanya. Seiring berjalannya waktu, Oliver bertemu Jordana dan hubungannya berkembang menjadi hubungan yang manis namun akhirnya rumit. Akhirnya, Oliver tahu bahwa menjadi dewasa tak sesederhana itu. Bahkan orang dewasa pun juga masih kerap dilanda kebingungan dalam hidupnya.