Pop Girl Era: Dekade yang Tercermin dari Aesthetic Pop Girl Masa Kini'

Redaksi 06 Mar 2026

Dalam industri musik yang begitu besar dan kompetitif, satu hal yang bisa menentukan bersinar atau tidaknya seorang bintang adalah keunikan. Tanpa karakter yang berbeda, sulit untuk menonjol–dan hal ini tercermin dari berbagai estetika unik yang dipilih oleh pop girl favorit kita. 

Menariknya lagi, setiap dekade seakan punya representasinya sendiri lewat estetika dan style mereka. Yuk, scroll ke bawah dan temukan dekade mana yang diwakili oleh pop girl favoritmu!

1960-an: Sabrina Carpenter 

 

Sabrina Carpenter telah melewati banyak era–dari masa aktris Disney dengan gaya cerah dan playful, hingga fase awal karier musiknya yang lebih grungy dan dewasa. Kini, ia tampaknya telah menemukan era baru yang langsung mengingatkan Cosmo pada gaya 1960-an. Sejak album Emails I Can’t Send, Sabrina mulai beralih ke estetika yang lebih lembut dan feminin.

Dengan perilisan album terbarunya, ia semakin menegaskan tampilan ultra-feminin bernuansa 60-an. Rambut bervolume besar, mini dress pastel, siluet mod, hingga sentuhan glam ala Brigitte Bardot sudah cukup menjelaskan arah estetikanya. Tidak mengherankan jika gaya bombshell 60-an ini menjadikannya ikon revival yang sempurna. 

1970-an: Olivia Dean  

Olivia Dean mungkin sudah lama berkarya di industri musik, tetapi dalam beberapa bulan terakhir namanya benar-benar melejit–dan Cosmo merasa ini tak lepas dari “rebrand” bernuansa 70-an yang ia usung. Album The Art of Loving menghadirkan vibe baru yang langsung mencuri perhatian, dan kami sangat ngefans!

Gaun flowy bernuansa monokrom hingga satin berkilau dengan warna-warna earthy langsung mengingatkan pada ikon gaya era 70-an. Ditambah lagi, suara lembutnya dan musik yang santai seolah membawa Cosmo kembali ke penampilan para penyanyi soul klasik. Secara keseluruhan, estetika Olivia Dean menghadirkan kelembutan dan kehangatan khas 1970-an yang selalu terasa timeless.

1980-an: Dua Lipa 

Dua Lipa menghadirkan energi pop yang kuat dengan sentuhan glam khas 1980-an. Era Future Nostalgia khususnya menampilkan nuansa retro-futuristik: warna neon, kilau metalik, siluet tegas, dan gaya panggung yang bold dan percaya diri.

Dari bodysuit berkilau, platform heels, hingga rambut sleek yang dramatis, tampilannya mengingatkan pada ikon pop dan disko era 80-an. Dipadukan dengan dance-pop berenergi tinggi dan koreografi yang powerful, estetika Dua Lipa terasa seperti kebangkitan kembali era disko yang modern dan penuh percaya diri.

1990-an: Beabadoobee 

Di era sekarang, Beabadoobee menjadi wajah kebangkitan musik alternatif 90-an. Terinspirasi dari skena grunge dan indie-rock, andalannya mulai dari smoky eyes, makeup minimal, baby tees, slip skirt, hingga sepatu hak platform–dan semuanya selalu terlihat effortlessly cool saat dikenakan.

Musiknya yang dipenuhi petikan gitar elektrik menghadirkan nuansa dreamy sekaligus emosional yang khas. Dari vibe indie yang sedikit messy hingga sikap anti-ribetnya, terlihat jelas autentisitas dan gaya yang dulu mendominasi skena indie rock era 90-an. Kamu yang menyukai tampilan santai namun tetap penuh karakter pasti akan jatuh hati pada estetika 90s revival yang ia bawa.

2000-an: Zara Larsson
 

Zara Larsson memang selalu punya sentuhan Y2K, tetapi di era terbarunya ia tampil jauh lebih total. Penyanyi Lush Life ini kembali mencuri perhatian lewat album comeback Midnight Sun, yang dipenuhi warna neon, atmosfer musim panas dan tropikal, dan makeup bertabur glitter–sangat khas 2000-an. Seiring era barunya, Zara juga mengadopsi estetika segar lengkap dengan pembaruan wardrobe dan gaya riasannya.

Baik di panggung maupun di luar panggung, Zara kerap tampil dalam mini dress statement, set yang serasi, hingga boots tinggi yang memperkuat aura pop star. Dipadukan dengan makeup glam dan kehadiran yang powerful, estetikanya terasa polished, fierce, dan penuh percaya diri. 

2010-an: Taylor Swift 

Dari semua pop girl yang sudah dibahas, yang satu ini mungkin paling jelas–era 2010-an tidak lain adalah milik Taylor Swift. Bukan hanya musiknya yang menjadi soundtrack dekade tersebut, tetapi gayanya juga ikut mendefinisikannya. Mulai dari lipstik merah khas, winged liner yang tajam, hingga poni ikoniknya–semuanya melekat dan langsung mengingatkan kita pada estetika 2010s.

Dari fit-and-flare dress feminin hingga crop top dan set high-waist di era 1989, lalu tampilan edgy serba hitam di era Reputation, setiap fasenya terasa kuat dan penuh karakter. Persona yang terus berevolusi, dipadukan dengan citra bintang pop yang rapi dan cerdas dalam memanfaatkan media, menjadikannya simbol gaya 2010-an yang tak terlupakan bagi Cosmo. 

2020’s: Olivia Rodrigo 

Terakhir namun tak kalah penting, inilah Gen Z queen yang mewakili era 2020-an: Olivia Rodrigo. Olivia menghadirkan perpaduan sempurna antara keceriaan dan keaslian, dengan sentuhan emosi remaja dan angst yang kuat di industri musik.

Lemari pakaiannya dipenuhi plaid skirt, baby tees, serta aksesori edgy dan layering yang terinspirasi dari skena pop-punk, menciptakan estetika yang terasa rebellious sekaligus youthful. Dipadukan dengan makeup soft glam atau grunge liner dan musik penuh emosi, gayanya menangkap semangat 2020s: raw, expressive, and unapologetically real.